Rabu, 26 November 2014 | 09.43 WIB
Jateng Time

USAID PRIORITAS Rekrut 15 Calon FASDA di Kab. Semarang

Imam Nur Ikhsan  |  Ungaran | Senin, 14 Januari 2013 - 09.42 WIB | Dibaca: 1.075 kali
IMG-7465
Salah seorang peserta calon FASDA nampak sedang di wawancarai oleh team seleksi dari USAID PRIORITAS dan Stakeholder dari Kab. Semarang (foto: imam)

UNGARAN - United States Agency International Development (USAID) Prioritizing Reform Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers Administrators and Students (PRIORITAS) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang melakukan seleksi sebanyak 15 calon Fasilitator Daerah (FASDA) di salah satu balai pertemuan di jalan Sukarno Hatta KM 25.5 Ungaran, baru-baru ini.

Seleksi tersebut berlangsung selama 2 hari, diikuti lebih dari 60 orang terdiri dari kepala sekolah SD/ MI, pengawas SD/ pendidikan agama, kepsek SMPN, MTs dan MI yang ada di Kabupaten Semarang. Team seleksi terdiri dari USAID PRIORITAS, Dinas Pendidikan, Pengawas, Dewan Pendidikan, Kemenag serta dari Bapeda.

Menurut salah satu team seleksi dari Dewan Pendidikan, Drs Zainal Abidin, menjelaskan, USAID PRIORITAS adalah program lima tahunan yang didanai oleh USAID, dirancang untuk meningkatkan akses pendidikan dasar berkualitas di Indonesia. “ USAID PRIORITAS adalah bagian dari kesepakatan antara pemerintah Amerika Serikat dan pemerintah RI. Program ini bekerjasama dengan mitra di tingkat nasional dan lokal untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pembelajaran di sekolah,” terang Zainal

Mereka yang lulus seleksi nantinya akan mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh USAID PRIORITAS. Dalam satu bulan mereka akan melakukan fasilitasi mutu pendidikan, baik yang Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS) maupun Mata Pelajaran (MAPEL) yang dipilih oleh USAID dan Dinas Pendidikan..

Suasana seleksi, lanjut Zainal, berlangsung lancar dan sebagaian peserta tampak tegang menghadapi team seleksi. Walaupun sebagaian team seleksi mencoba untuk mencairkan suasana dengan beberapa joke. Ada yang menarik dari penyeleksian tersebut, diantara mereka ada salah satu kepala sekolah yang telah menerbitkan 19 buku mata pelajaran. Padahal berada di sekolah pinggiran. Namun kualitas, mutu, kemampuan kepala sekolah yang ada di pinggiran tersebut tidak kalah berkualitas dengan yang ada di tengah kota seperti Ungaran dan Ambarawa.

Setelah mendapat pelatihan, mereka akan menyelesaikan tugas selama 5 tahun. Materi- materi yang telah disampaikan itu akan ditularkan pada guru- guru MBS maupun Mapel. Team seleksi setelah hari kamis kemarin akan melakukan seleksi ke Boyolali selama 2 hari dan akan dilanjutkan ke Sragen. Secara keseluruhan acara seleksi FASDA tersebut berjalan dengan lancar

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, mengemukakan, menurut data USAID PRIORITAS, Kabupaten Semarang termasuk dalam lima kabupaten di Provinsi Jawa Tengah pada kategori Cohort 1. “Kabupaten kategori Cohort 1 akan lebih banyak mendapatkan fokus pendampingan, penguatan di berbagai bidang pendidikan, khususnya tiga komponen utama yang menjadi fokus, yaitu peningkatan kualitas pembelajaran, manajemen dan tata kelola serta koordinasi antar kelembagaan,” ungkapnya.**

Ukuran Font  
United States Agency International Development (USAID) Prioritizing Reform Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers Administrators and Students (PRIORITAS) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang melakukan seleksi sebanyak 15 calon Fasilitator Daerah (FASDA).
Cetak

No Image Armen : Masyarakat Harus Mengenal Adat Istiadat DaerahnyaSekretaris Daerah Kota Pariaman, Armen, menghimbau Masyarakat untuk memahami budaya dan adat istriadat sendiri.

No Image Bupati Ali Mukhni Serahkan Aset ke Kota PariamanDua Kepala Daerah duduk Semeja antara Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman menjadi contoh terbaik dalam serah terima aset daerah.

No Image Tingkir Lor Dikembangkan Jadi Desa WisataWisata itu identik dengan promosi dan biaya promosi itu memang tidak sedikit. Namun begitu, ternyata anggaran promosi pariwisata di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah relatif sedikit.

No Image Potensi Ternak Sapi Potong MenjanjikanKetersediaan daging sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sehingga memacu terjadinya impor daging sapi. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong di Indonesia.

Ads