Selasa, 28 April 2015 | 00.00 WIB
Jateng Time

Kawah Timbang Berstatus Siaga, Warga Diminta Tenang

Banjarnegara | Jumat, 29 Maret 2013 - 06.21 WIB | Dibaca: 389 kali
IMG-10444
Kawah Timbang.

BANJARNEGARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara meminta masyarakat sekitar Kawah Timbang tetap tenang meskipun status kawah tersebut naik dari waspada menjadi siaga.

”Meski dinaikkan menjadi siaga namun kami masih menjajagi kemungkinan untuk melakukan pengungsian. Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak dan melihat situasi di lapangan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Tursiman, Kamis (28/3) di posko siaga darurat Kawah Timbang sebagaimana dikutip www.suaramerdeka.com.

Peningkatan status Kawah Timbang dilakukan setelah terjadinya peningkatan aktivitas. Pukul 12:00-18:00 WIB terjadi kegempaan 3 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa hembusan. Sementara pada pukul 18:00-22:31 WIB terjadi peningkatan kegempaan yang sangat mencolok yaitu 48 kali Gempa Vulkanik.

Meski demikian petugas Posko Pemantau Kawah Timbang BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) maupun BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Menurut Andri, pihaknya segera mengevakuasi warga terutama yang tinggal di sekitar radius bahaya Kawah Timbang menuju tempat-tempat pengungsian yang telah disiapkan seperti Balai Desa Batur, Kecamatan Batur, dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Batur.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, status Kawah Timbang di Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara, telah dinaikkan dari waspada menjadi siaga sejak Rabu (27/3), pukul 23.30 WIB.

Terkait hal itu, BNPB merekomendasikan agar tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 1 kilometer dari Kawah Timbang. Wilayah dalam radius 1 kilometer dari Kawah Timbang meliputi Dusun Simbar, Serang, dan Kaliputih, Desa Sumberejo.

Selain itu, Kepala BNPB telah memerintahkan Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah dan BPBD Banjarnegara untuk mengambil langkah antisipasi termasuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.

BPBD Banjarnegara juga telah membagikan masker antidebu untuk mengurangi bau belerang yang menyengat. Terutama di wilayah Desa Sumberejo dan Desa Batur Kecamatan Batur.

Warga setempat saat terjadinya krisis Kawah Timbang pada 2011, sempat diungsikan ke sejumlah tempat pengungsian.**

Sumber: www.setkab.go.id/ANT/ES

Ukuran Font  
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara meminta masyarakat sekitar Kawah Timbang tetap tenang meskipun status kawah tersebut naik dari waspada menjadi siaga.
Cetak

No Image Kapolres Demak Serahkan Kunci Rumah Korban KeebakaranBantuan ini tidak seberapa dan jauh dari cukup untuk kebutuhan korban, namun kami tetap peduli akan nasib yang dialami korban.

No Image Beri Rasa Aman, Polres Lakukan Razia RutinTempat razia ini kami usahakan selalu berpindah tempat, serta serentak di sejumlah wilayah polsek di Demak dengan waktu dan tempat yang berbeda.

No Image Wartawan Temukan Potongan Tangan Korban KebakaranKebakaran yang mengharukan yang di alami keluarga Agung Sumantri warga Desa Botosengon,Kecamatan Dempet,Kabupaten Demak harus kehilangan ke tiga buah hatinya yang masih balita yakni Fadli (10) Shinta (8) dan Juwita (3).

No Image Istri Kapolres Demak Datangi Bekas Rumah Korban KebakaranSetelah memberikan bantuan kepada korban kebakaran, Agung Sumantri yang mengakibatkan korban harus kehilangan tiga anak sekaligus, istri Kapolres Demak dan rombongan berkenan melihat langsung lokasi rumah korban yang kebakaran.

Ads