Minggu, 21 September 2014 | 09.01 WIB
Jateng Time

Jalan Nasional – Provinsi di Banyumas Banyak yang Rusak

Purwokerto | Jumat, 11 Januari 2013 - 16.29 WIB | Dibaca: 396 kali
IMG-7360
Ilustrasi

PURWOKERTO – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas menyatakan ruas jalan nasional dan provinsi yang melintas di Banyumas paling banyak mengalami kerusakan dibanding ruas jalan kabupaten.

“Dari laporan, survei, dan pengamatan yang kami lakukan sejak awal Januari, ruas jalan kabupaten banyak yang rusak. Namun yang paling banyak kerusakannya adalah ruas jalan nasional dan provinsi,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan pada Bidang Jembatan dan Bangunan Dinas SDABM Banyumas, Khelmi Tibyani kepada wartawan di Purwokerto, Jumat (11/1/2013).

Bahkan, kata dia, kondisi jalan nasional yang rusak ini paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

Dalam hal ini, dia mencontohkan beberapa ruas jalan nasional di Kabupaten Banyumas yang mengalami kerusakan, yakni ruas Purwokerto-Rawalo, Rawalo-Wangon, Rawalo-Buntu, Purwokerto-Ajibarang, Ajibarang-Wangon serta ruas Patikraja-Kaliori yang merupakan jalan provinsi.

“Kerusakan ruas jalan nasional dan provinsi ini bukan kewenangan kami,” katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Wilayah Cilacap terkait penanganan jalan nasional maupun provinsi.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas tidak bisa berbuat banyak selain berkoordinasi dan melaporkan kondisi jalan nasional dan provinsi yang mengalami kerusakan itu.

“Sementara untuk ruas jalan kabupaten, kami memang belum bisa menanganinya hingga akhir Februari nanti karena masih merancang desain dari berbagai data yang ada guna dijadikan pagu anggaran,” katanya.

Jika proses lelang bisa dilakukan cepat, kata dia, pemeliharaan jalan dapat dimulai pada awal Maret.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan Kamsir mengatakan, sebanyak 23 ruas jalan kabupaten direncanakan akan dilapis ulang menggunakan “hotmix” pada 2013.

“Ini untuk memberikan kenyamanan masyarakat. Sinergitas peningkatan dan pemeliharaan jalan akan dilakukan dengan lebih baik,” katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan, pelapisan ulang tersebut hanya dilakukan pada sebagian ruas jalan.

Dalam hal ini, kata dia, jika panjang ruas jalan tersebut 3 kilometer, yang akan dilapis ulang hanya 1,5 kilometer, sisanya hanya sebatas penambalan.

Menurut dia, beberapa ruas jalan kabupaten yang akan dilapis ulang di antaranya ruas Karanglo-Cipendok sepanjang 2 kilometer, Banyumas-Mandirancan 2 kilometer, dan Kemranjen-Tanggeran 1,5 kilometer.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala BPT Bina Marga Wilayah Cilacap Edy Gunawan mengatakan, kerusakan yang terjadi di sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi tidak semata-mata disebabkan oleh tingginya curah hujan.

“Faktor tonase kendaraan juga turut berperan sebagai penyebab kerusakan jalan. Contohnya di ruas Patikraja-Kaliori yang seharusnya hanya boleh dilewati kendaraan dengan tonase maksimum 8 ton, kenyataannya dilalui kendaraan yang tonasenya melebihi batas maksimum,” katanya.

Oleh karena itu, dia mengharapkan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Jawa Tengah dapat segera menindak kendaraan yang melanggar batas tonase.

Dengan demikian, kata dia, kondisi jalan tidak cepat rusak meskipun curah hujannya tinggi.**

(ant/sbi)

Ukuran Font  
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas menyatakan ruas jalan nasional dan provinsi yang melintas di Banyumas paling banyak mengalami kerusakan dibanding ruas jalan kabupaten.
Cetak

No Image Wako Pariaman Mukhlis R Launching Bus Sekolah GratisWalikota Pariaman hari ini, Rabu (17/09/2014) melaunching Bus Sekolah Gratis yang sedianya akan digunakan pelajar di Kota Pariaman sebagai sarana transportasi.

No Image Mukhlis Rahman Raih Penghargaan Ketahanan PanganPeringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 34 tingkat Provinsi Sumatra Barat yang dilaksanakan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan provinsi Sumatra Barat, Kota Pariaman raih prestasi Penghargaan Ketahanan Pangan dari Gubernur Sumatra Barat.

No Image Gubernur Dorong Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan di SalatigaAir bersih ini merupakan langkah paling cepat yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekeringan yang dialami warga Desa Kumpulrejo Kota Salatiga.

No Image Jadilah Pemimpin dan Penggerak PerubahanKepala Inspektorat Provinsi Jawa Tengah Drs Kunto Nugroho HP MSi mengatakan tujuan dari kegiatan ToT tersebut adalah untuk membangun pola pikir, komitmen bersama, jiwa korsa, integritas, manajemen, implementasi kebijakan, dan budaya baru di Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

Ads