Senin, 25 Mei 2015 | 10.15 WIB
Jateng Time

Tahun 2014: UMK di Demak Rp 1.28 Juta

Demak | Senin, 21 Oktober 2013 - 09.14 WIB | Dibaca: 1.621 kali
IMG-15839

DEMAK – Bupati Moh Dachirin Said akhirnya memutuskan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2014 senilai Rp 1.280.000. Keputusan itu diambil menyusul sidang Dewan Pengupahan yang mengalami kebuntuan. ”Sudah kami kirim ke gubernur, tinggal menunggu penetapan,” ujarnya, saat dihubungi, belum lama ini.

Menurutnya, usulan tersebut merupakan jalan tengah setelah tidak ada kesepakatan saat sidang. Adapun besaran UMK 2014 yang diputuskan Bupati ini sudah mencapai 100 persen dari hasil surveI Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Demak senilai Rp 1.278.000.

Selanjutnya, besaran UMK tersebut dinilai mampu mengakomodasi kepentingan buruh dan pengusaha. Kenaikan UMK yang dikehendaki buruh juga disesuaikan dengan kemampuan pengusaha. ”Kami nilai sudah memenuhi rasa keadilan. Di satu sisi buruh minta (UMK) naik, tapi di lain sisi juga harus dilihat kemampuan pengusaha,” imbuhnya.

Dengan demikian usulan UMK 2014 mengalami kenaikan sebesar Rp 285.000 atau 28,64% dibanding UMK 2013 senilai Rp 995.000. Sehubungan hal itu, aksi unjuk rasa kembali dilakukan ribuan buruh di depan Gedung DPRD Demak.

Aksi tersebut mendapat blokade aparat sehingga massa hanya bisa berorasi dari balik pintu gerbang. Koordinator aksi, Agus Mamoen Rizal mengatakan, demo lanjutan ini bentuk sikap kekecewaan buruh terhadap keputusan pemerintah daerah. Buruh sendiri, menghendaki besaran UMK 2014 Rp 2,1 juta.

Sedangkan tuntutan dari Apindo selaku perwakilan pengusaha sebesar Rp 1,187 juta. ”Teman-teman buruh hanya meminta besaran UMK yang diajukan bupati sesuai dengan hasil rapat pleno Dewan Pengupahan. Biarkan gubernur yang memutuskan apakah menyetujui usulan buruh Rp 2,1 juta atau Apindo Rp 1,187 juta,” kata Ketua PCAI FSPMI Demak.

Perwakilan buruh diterima Ketua DPRD Demak Muklasin, Wakil Ketua DPRD Demak Mugiyono, Kapolres AKBP R Setijo Nugroho Hasto Harjo Putro dan Dandim Letkol Inf Ari Aryanto. Mereka diminta menerima keputusan bupati secara arif dan bisa disampaikan kepada buruh lainnya.

Kabid Hubungan Industrial Dinsosnakertrans Kabupaten Demak, Haryanto mengatakan, meski jauh di bawah tuntutan buruh tapi nominal usulan UMK tersebut telah mempertimbangkan inflasi dan rata-rata survei KHL selama bulan berjalan pada 2013.**

(Humas Demak – NDR)

Ukuran Font  
Bupati Moh Dachirin Said akhirnya memutuskan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2014 senilai Rp 1.280.000. Keputusan itu diambil menyusul sidang Dewan Pengupahan yang mengalami kebuntuan.
Cetak

POLRES DEMAK MENGADAKAN LOMBA SISKAMLING POLRES DEMAK MENGADAKAN LOMBA SISKAMLINGDemak,. Lomba ini dimaksutkan untuk menumbuh kembangkan lagi siskamling di desa desa yang sekarang mulai dirasakan berkurang atau dapat dikatakan mulai tidak ada. putaran pertama penilaian oleh tim yang dipimpin AKP Sutomo berlokasi di desa Medini yang mewakili kecamatan Gajah kabupaten Demak pada hari selasa, 19/05/2015. Tim penilai tiba di desa Medini pukul 21.wib disambut [...]

No Image Selama Setahun, LGN-OTA Santuni 854 Anak Asuh-Selama tahun 2014, Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGN-OTA) Kabupaten Jepara berhasil memberikan bantuan kepada 854 anak asuh dan 25 siswa terancam putus sekolah.

No Image Mutiara Karangbolong Ditampilkan di TMII – JakartaRatusan pengunjung memadati Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta, Minggu (22/3).

No Image Penurunan Nikah Dini Terganjal UU PernikahanPernikahan dini merupakan salah satu pemicu tingginya angka kematian ibu melahirkan (AKI) di Jawa Tengah

Ads