Selasa, 26 Mei 2015 | 06.23 WIB
Jateng Time

Kekeringan, 68 Desa di Grobogan Minta Dropping Air

Grobogan | Kamis, 29 Agustus 2013 - 15.05 WIB | Dibaca: 488 kali
IMG-14675
Ilustrasi/ Kekeringan

GROBOGAN – Kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Grobogan membuat banyak desa mengalami kesulitan air bersih. Bahkan sejumlah 68 desa meminta kepada Pemkab Grobogan untuk men-dropping air di desanya. Daerah yang paling parah terkena kekeringan ada di Kecamatan Gabus yakni di 14 Desa dan Kecamatan Tawangharjo di 10 desa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Grobogan, Ir. Agus Sulaksono mengakui jumlah permintaan air bersih bertambah setiap hari. “Setiap hari hampir ada permintaan air bersih, dan kami bekerja sama dengan PDAM Purwa thirta Dharma Grobogan untuk pendistribusian air bersih ini. Kami memakai sistem skala prioritas, dimana daerah atau desa yang banyak mengalami kesulitan air, dan sangat membutuhkan itu yang kita utamakan termasuk tempat ibadah dan fasilitas umum” tegasnya rabu kemarin (28/8).

Dari data yang diperoleh di BPBD Kab. Grobogan daerah-daerah yang mengalami kekeringan ada di Kecamatan Pulokulon sejumlah 13 desa, Tawangharjo ada 10 desa, Kecamatan Gabus 14 desa, Geyer 10 desa, Ngaringan 1 desa, Purwodadi 3 desa, Wirosari 6 desa, Toroh 6 desa, dan Kradenan 6 desa. Namun diperkirakan musim kemarau tahun 2013 tidak akan lama seperti tahun sebelumnya.

Guna mengatasi kekeringan tahun ini, BPBD Grobogan telah menganggarkan biaya untuk dropping air sejumlah Rp. 450 juta . Dana tersebut akan diwujudkan dengan pendistribusian air bersih sejumlah 1.900 tangki.**

Sumber: jatengprov.go.id/Humas Grobogan

Ukuran Font  
68 desa meminta kepada Pemkab Grobogan untuk men-dropping air di desanya. Daerah yang paling parah terkena kekeringan ada di Kecamatan Gabus yakni di 14 Desa dan Kecamatan Tawangharjo di 10 desa.
Cetak

POLRES DEMAK MENGADAKAN LOMBA SISKAMLING POLRES DEMAK MENGADAKAN LOMBA SISKAMLINGDemak,. Lomba ini dimaksutkan untuk menumbuh kembangkan lagi siskamling di desa desa yang sekarang mulai dirasakan berkurang atau dapat dikatakan mulai tidak ada. putaran pertama penilaian oleh tim yang dipimpin AKP Sutomo berlokasi di desa Medini yang mewakili kecamatan Gajah kabupaten Demak pada hari selasa, 19/05/2015. Tim penilai tiba di desa Medini pukul 21.wib disambut [...]

No Image Selama Setahun, LGN-OTA Santuni 854 Anak Asuh-Selama tahun 2014, Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGN-OTA) Kabupaten Jepara berhasil memberikan bantuan kepada 854 anak asuh dan 25 siswa terancam putus sekolah.

No Image Mutiara Karangbolong Ditampilkan di TMII – JakartaRatusan pengunjung memadati Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta, Minggu (22/3).

No Image Penurunan Nikah Dini Terganjal UU PernikahanPernikahan dini merupakan salah satu pemicu tingginya angka kematian ibu melahirkan (AKI) di Jawa Tengah

Ads