Kamis, 23 Oktober 2014 | 23.28 WIB
Jateng Time

Atasi Sampah, Pemkot Tegal dukung Pengembangan Bank Sampah

Kota Tegal | Senin, 8 April 2013 - 12.42 WIB | Dibaca: 293 kali

TEGAL,JATENG TIME – Produksi sampah di Kota Tegal yang cukup besar, rata-rata sekitar 700 meter kubik perhari dan hanya mampu terangkut sekitar 400 meter kubik, dan sisanya masih tersebar, belum terangkut. Mencermati keadaan tersebut Pemerintah Kota Tegal melalui Kantor lingkungan Hidup (KLH) kota Tegal tengah mendorong di kembangkannya Bank sampah.

Hal tersebut disampaikan Kepala KLH Sugianto, di dampingi Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Daryati saat di temui dikantor KLH, Kamis (4/4). Disamping itu pengembangan bank sampah merupakan salah satu indikator penilaian adipura di tahun 2013 ini.

Gianto menjelaskan bahwa saat ini di kota Tegal sudah berkembang embrio pengembangan bank sampah. Pihaknya telah menginventarisir, setidaknya ada enam bank sampah yang ada di kota Tegal, yakni Bank Sampah Hijau Daun berlokasi di jalan Mataram kompleks UPTD Pengelolaan Sampah, Bank Sampah Baugenville berlokasi di Jalan Hangtuan RW VII kelurahan Tegal Sari, Bank Sampah Lestari berlokasi di RW V kelurahan Tegal Sari, bank Sampah Prima Pratama berlokasi di RW II kelurahan Margadana, Bank Sampah Melati Jaya berlokasi di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Kejambon dan untuk Bank Sampah di sekolahan baru ada satu yakni di SMPN I kota Tegal.

Yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Tegal khusus bagi bank sampah yang sekarang sudah ada,adalah terus menggerakan agar bank sampah yang sudah ada lebih optimal lagi keberadaannya salah satunya dengan memberikan bantuan sarana prasarana. Sementara saat sekarang Pemkot sedang mensosialisakan kepada masyarakat agar tertarik untuk mendirikan bank sampah, minimal untuk wilayah di lingkungan RW.

Gianto menjelaskan, sebenarnya untuk mendirikan bank sampah tidaklah sulit. Syarat utama yang harus dimiliki adalah kemauan, dan tempat untuk menampung kiriman/atau setoran sampah. Untuk masalah tempat Gianto menjelaskan tidak perlu luas, hanya cukup untuk menampung barang sementara sebelum di bawa ke pengepul yang lebih besar.
Sedangkan untuk masalah administrasi dan bagaimana menjalankan bank sampah bagi pemula, KLH siap memberikan pendampingan bagi siapa saja yang akan mendirikan bank sampah, bahkan sampai masalah pemasaran akan di bantu oleh KLH. Di KLH sendiri sudah di bentuk Sekretariat Bank Sampah yang juga berlokasi di kantor KLH jalan Nila Kelurahan Tegal Sari, kecamatan Tegal Barat.

Sugianto Menambahkan untuk memberikan contoh kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tegal kini melalui KLH tengah menggondog konsep bank sampah yang akan dilakukan di lingkungan Pemerintah Kota Tegal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pola dan konsepnya bagaimana, sedang di konsep.

Ia mencontohkan wacana, jika KLH sebagai pengepul dan kemudian SKPD menjadi nasabah, nantinya akan di sepakati, sampah yang sudah dipilah oleh SKPD akan diambil oleh KLH setiap hari apa. KLH siap untuk menjemput sampah-sampah keliling ke SKPD-SKPD.

KLH akan mencoba membantu pemasaran dari hasil pemilahan sampah. Untuk sampah non organik yang di jual langsung seperti plastik dan kardus, mungkin pemasarannya tidak terlalu sulit, namun untuk hasil sampah organik seperti kompos memang harus ada kerjasama antar semua pihak, baik Pemkot maupun pihak swasta agar produk hasil bank sampah ini bisa terserap, selain itu juga sampah-sampah yang di olah menjadi barang daur ulang, untuk pemasarannya perlu bantuan dari Pemerintah.

Harapannya kedepan dengan enam rintisan bank sampah yang sudah ada sekarang ini, bisa diikuti oleh warga Kota Tegal lainnya yang memiliki keinginan untuk menjadi pemrakarsa mendirikan bank-bank sampah dilokasi-lokasi yang lain, sehingga bisa mengurangi sampah pada sumbernya dan bisa membantu mengatasi permasalahan persampahan yang sekarang ini masih sekitar 45% belum terangkut.(roni-humas tegal/P)

Sumber :jatengprov.go.id

Ukuran Font  
Produksi sampah di Kota Tegal yang cukup besar, rata-rata sekitar 700 meter kubik perhari dan hanya mampu terangkut sekitar 400 meter kubik, dan sisanya masih tersebar, belum terangkut. Mencermati keadaan tersebut Pemerintah Kota Tegal melalui Kantor lingkungan Hidup (KLH) kota Tegal tengah mendorong di kembangkannya Bank sampah.
Cetak

No Image Gerah Dengan Ulah Korupsi, KRPK Gelar Demonstrasi di BlitarGerah dengan ulah dugaan korupsi akhirnya warga Blitar, jawa Timur mendatangi kantor Kejaksaan negeri Blitar. para penbdemo menuntut agar pihak Kejaksaan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang ada di Kota Blitar.

No Image Paket Acara Khusus Budaya Jateng Digelar di TMIIPaket Acara Khusus budaya yang di gelar di Taman Mini Indonesia Indah merupakan kegiatan Promosi Seni Budaya, Pariwisata, Investasi serta segala potensi unggulan dari daerah Kabupaten / Kota.

No Image Walikota Semarang Fokuskan Perbaikan Infrastruktur Wilayah PerbatasanTidak hanya pusat kota saja yang menjadi perhatian Pemkot Semarang, tetapi wilayah-wilayah perbatasan juga harus dilakukan pembenahan terutama dalam hal perbaikan infrastruktur.

No Image Frekuensi Pemakaian Bahasa Jawa Semakin MenurunFrekuensi pemakaian Bahasa Jawa disadari atau tidak kini semakin turun. Salah satu penyebabnya adalah adanya kecenderungan menggunakan Bahasa Indonesia di tingkat keluarga.

Ads