Kamis, 2 April 2015 | 04.13 WIB
Jateng Time

Atasi Sampah, Pemkot Tegal dukung Pengembangan Bank Sampah

Kota Tegal | Senin, 8 April 2013 - 12.42 WIB | Dibaca: 393 kali

TEGAL,JATENG TIME – Produksi sampah di Kota Tegal yang cukup besar, rata-rata sekitar 700 meter kubik perhari dan hanya mampu terangkut sekitar 400 meter kubik, dan sisanya masih tersebar, belum terangkut. Mencermati keadaan tersebut Pemerintah Kota Tegal melalui Kantor lingkungan Hidup (KLH) kota Tegal tengah mendorong di kembangkannya Bank sampah.

Hal tersebut disampaikan Kepala KLH Sugianto, di dampingi Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Daryati saat di temui dikantor KLH, Kamis (4/4). Disamping itu pengembangan bank sampah merupakan salah satu indikator penilaian adipura di tahun 2013 ini.

Gianto menjelaskan bahwa saat ini di kota Tegal sudah berkembang embrio pengembangan bank sampah. Pihaknya telah menginventarisir, setidaknya ada enam bank sampah yang ada di kota Tegal, yakni Bank Sampah Hijau Daun berlokasi di jalan Mataram kompleks UPTD Pengelolaan Sampah, Bank Sampah Baugenville berlokasi di Jalan Hangtuan RW VII kelurahan Tegal Sari, Bank Sampah Lestari berlokasi di RW V kelurahan Tegal Sari, bank Sampah Prima Pratama berlokasi di RW II kelurahan Margadana, Bank Sampah Melati Jaya berlokasi di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Kejambon dan untuk Bank Sampah di sekolahan baru ada satu yakni di SMPN I kota Tegal.

Yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Tegal khusus bagi bank sampah yang sekarang sudah ada,adalah terus menggerakan agar bank sampah yang sudah ada lebih optimal lagi keberadaannya salah satunya dengan memberikan bantuan sarana prasarana. Sementara saat sekarang Pemkot sedang mensosialisakan kepada masyarakat agar tertarik untuk mendirikan bank sampah, minimal untuk wilayah di lingkungan RW.

Gianto menjelaskan, sebenarnya untuk mendirikan bank sampah tidaklah sulit. Syarat utama yang harus dimiliki adalah kemauan, dan tempat untuk menampung kiriman/atau setoran sampah. Untuk masalah tempat Gianto menjelaskan tidak perlu luas, hanya cukup untuk menampung barang sementara sebelum di bawa ke pengepul yang lebih besar.
Sedangkan untuk masalah administrasi dan bagaimana menjalankan bank sampah bagi pemula, KLH siap memberikan pendampingan bagi siapa saja yang akan mendirikan bank sampah, bahkan sampai masalah pemasaran akan di bantu oleh KLH. Di KLH sendiri sudah di bentuk Sekretariat Bank Sampah yang juga berlokasi di kantor KLH jalan Nila Kelurahan Tegal Sari, kecamatan Tegal Barat.

Sugianto Menambahkan untuk memberikan contoh kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tegal kini melalui KLH tengah menggondog konsep bank sampah yang akan dilakukan di lingkungan Pemerintah Kota Tegal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pola dan konsepnya bagaimana, sedang di konsep.

Ia mencontohkan wacana, jika KLH sebagai pengepul dan kemudian SKPD menjadi nasabah, nantinya akan di sepakati, sampah yang sudah dipilah oleh SKPD akan diambil oleh KLH setiap hari apa. KLH siap untuk menjemput sampah-sampah keliling ke SKPD-SKPD.

KLH akan mencoba membantu pemasaran dari hasil pemilahan sampah. Untuk sampah non organik yang di jual langsung seperti plastik dan kardus, mungkin pemasarannya tidak terlalu sulit, namun untuk hasil sampah organik seperti kompos memang harus ada kerjasama antar semua pihak, baik Pemkot maupun pihak swasta agar produk hasil bank sampah ini bisa terserap, selain itu juga sampah-sampah yang di olah menjadi barang daur ulang, untuk pemasarannya perlu bantuan dari Pemerintah.

Harapannya kedepan dengan enam rintisan bank sampah yang sudah ada sekarang ini, bisa diikuti oleh warga Kota Tegal lainnya yang memiliki keinginan untuk menjadi pemrakarsa mendirikan bank-bank sampah dilokasi-lokasi yang lain, sehingga bisa mengurangi sampah pada sumbernya dan bisa membantu mengatasi permasalahan persampahan yang sekarang ini masih sekitar 45% belum terangkut.(roni-humas tegal/P)

Sumber :jatengprov.go.id

Ukuran Font  
Produksi sampah di Kota Tegal yang cukup besar, rata-rata sekitar 700 meter kubik perhari dan hanya mampu terangkut sekitar 400 meter kubik, dan sisanya masih tersebar, belum terangkut. Mencermati keadaan tersebut Pemerintah Kota Tegal melalui Kantor lingkungan Hidup (KLH) kota Tegal tengah mendorong di kembangkannya Bank sampah.
Cetak

No Image Kapolres Demak Serahkan Kunci Rumah Korban KeebakaranBantuan ini tidak seberapa dan jauh dari cukup untuk kebutuhan korban, namun kami tetap peduli akan nasib yang dialami korban.

No Image Beri Rasa Aman, Polres Lakukan Razia RutinTempat razia ini kami usahakan selalu berpindah tempat, serta serentak di sejumlah wilayah polsek di Demak dengan waktu dan tempat yang berbeda.

No Image Wartawan Temukan Potongan Tangan Korban KebakaranKebakaran yang mengharukan yang di alami keluarga Agung Sumantri warga Desa Botosengon,Kecamatan Dempet,Kabupaten Demak harus kehilangan ke tiga buah hatinya yang masih balita yakni Fadli (10) Shinta (8) dan Juwita (3).

No Image Istri Kapolres Demak Datangi Bekas Rumah Korban KebakaranSetelah memberikan bantuan kepada korban kebakaran, Agung Sumantri yang mengakibatkan korban harus kehilangan tiga anak sekaligus, istri Kapolres Demak dan rombongan berkenan melihat langsung lokasi rumah korban yang kebakaran.

Ads