Jumat, 29 Mei 2015 | 02.59 WIB
Jateng Time

Disdik Kab. Batang Diminta Tindak Tegas Oknum Guru Bermoral Bejat

Slamet SU  |  Batang | Selasa, 19 Maret 2013 - 20.55 WIB | Dibaca: 630 kali
IMG-10061
Ilustrasi

PEKALONGAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Batang, Jawa Tengah diminta bertindak tegas terhadap oknum pendidik yang melanggar normal kesusilaaan yang dapat mencoreng wajah pendidikan di wilayahnya. Permintaan itu terkait prilaku seorang oknum guru berinisial Tri (38) yang digrebek warga beberapa waktu lalu ketika berduaan dengan seorang wanita yang bukan muhrimnya di sebuah rumah kosong.

Keduanya digrebek warga di desa Siwalan kecamatan Siwalan kabupaten Pekalongan di sebuah rumah kosong yang diakui HER sebagai rumah milik saudaranya. Kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu dini hari 24 Pebruari 2013 lalu sekitar pukul 01.00 Wib.

Kuat dugaan, ketika warga melakukan penggerebekan keduanya sedang berada di rumah yang tidak berpenghuni diduga itu Sepasang insan yang bukan suami istri tersebut diduga melakukan tindak perbuatan asusila.

Kedua insan berlainan jenis dan bukan suami istri itu digiring warga ke polsek setempat. Dihadapan petugas keduanya membuat pernyataan bahwa TRI tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dan akan mengakhiri hubungannya dengan HER, serta tidak akan mengganggunya lagi.

TRI yang berprofesi sebagai guru IT di SMA Negeri 1 Bandar Kabupaten Batang di grebek warga ketika berdua di sebuah rumah kosong dengan seorang wanita berinisial HER (20). TRI yang beralamatkan di Gang Mentari Rt.5 Rw.2 no. 22 Krapyak Pekalongan Timur, dan HER dengan alamat desa Siwalan Rt.2 Rw.7 kecamatan Siwalan kabupaten Pekalongan.

Ketika pihak sekolah dikonfirmasi mengenai permasalahan tersebut, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bandar kabupaten Batang, Drs. Haryoko Maskha melalui Waka bidang Humas Agus Cahyono membenarkan bahwa TRI adalah guru yang mengajar di sekolah tersebut dengan mata pelajaran IT.

“Ya benar mas, dia mengajar disini. Tapi keterkaitan dia mengalami penggrebekan ini, pihak sekolah justru baru tahu sekarang”, jelas agus ketika ditanya apa yang akan dilakukan pihaknya dengan permasalahan tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan pihaknya akan menunggu laporan dari pihak-pihak yang terkait, mendalami dan tentunya akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.

“Ada tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan, jadi tidak mudah untuk melakukan mutasi ataupun pemberhentian. Kami mempunyai atasan, yaitu dinas pendidikan”, tambah Agus.

Diperoleh informasi bahwa kejadian ini adalah yang kedua kalinya TRI melakukan tindakan tidak terpuji dengan pasangan yang sama.

Ada hal yang patut disayangkan dalam konfirmasi permasalahan ini. Humas SMA Negeri 1 Bandar, Agus Cahyono terkesan kurang bersahabat dengan wartawan. Hal ini terjadi ketika salah satu wartawan hendak merekam wawancara, dengan suara keras dan menantang dia memerintahkan untuk tidak direkam.

Hal tersebut kontan menimbulkan reaksi keras dari rekan-rekan wartawan yang mengikuti wawancara tesebut. Tidak hanya itu, Agus yang buka lain adalah seorang pendidik yang tahu tatakrama, etika dan budaya, menemui tamu pada saat jam dinas hanya mengenakan kaos dan celana pendek tanpa alas kaki.**

Ukuran Font  
Dinas Pendidikan Kabupaten Batang, Jawa Tengah diminta bertindak tegas terhadap oknum pendidik yang melanggar normal kesusilaaan yang dapat mencoreng wajah pendidikan di wilayahnya. Permintaan itu terkait prilaku seorang oknum guru berinisial Tri (38) yang digrebek warga beberapa waktu lalu ketika berduaan dengan seorang wanita yang bukan muhrimnya di sebuah rumah kosong.
Cetak

POLRES DEMAK MENGADAKAN LOMBA SISKAMLING POLRES DEMAK MENGADAKAN LOMBA SISKAMLINGDemak,. Lomba ini dimaksutkan untuk menumbuh kembangkan lagi siskamling di desa desa yang sekarang mulai dirasakan berkurang atau dapat dikatakan mulai tidak ada. putaran pertama penilaian oleh tim yang dipimpin AKP Sutomo berlokasi di desa Medini yang mewakili kecamatan Gajah kabupaten Demak pada hari selasa, 19/05/2015. Tim penilai tiba di desa Medini pukul 21.wib disambut [...]

No Image Selama Setahun, LGN-OTA Santuni 854 Anak Asuh-Selama tahun 2014, Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGN-OTA) Kabupaten Jepara berhasil memberikan bantuan kepada 854 anak asuh dan 25 siswa terancam putus sekolah.

No Image Mutiara Karangbolong Ditampilkan di TMII – JakartaRatusan pengunjung memadati Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta, Minggu (22/3).

No Image Penurunan Nikah Dini Terganjal UU PernikahanPernikahan dini merupakan salah satu pemicu tingginya angka kematian ibu melahirkan (AKI) di Jawa Tengah

Ads