Senin, 22 September 2014 | 15.11 WIB
Jateng Time

UNICEF :Percepat Kabupaten Pemalang Layak Anak,Berdayakan PAUD Berbasis Masyarakat

Joko Longkeyang  |  Pemalang | Selasa, 2 April 2013 - 04.51 WIB | Dibaca: 248 kali
IMG-10526

PEMALANG, JATENG TIME – Kabupaten Pemalang merupakan salah satu dari 18 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang telah mencanangkan diri untuk menjadi Kabupaten Layak Anak. Sebagai kabupaten yang telah berkomitmen menjadi Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Pemalang telah memiliki Rencana Aksi dan Forum Anak. Demikian diinformasikan oleh Tim UNICEF saat audiensi dengan Bupati Pemalang, pada tanggal 27 Maret 2013 kemarin.

Banyak indikator yang harus dipenuhi untuk bisa disebut sebagai Kabupaten Layak Anak. Salah satu indikator untuk klaster pendidikan, pemanfaatan waktu, ruang dan kegiatan budaya adalah angka partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD). Menurut Bupati Pemalang, H Junaedi, SH, MM hal ini sudah menjadi salah satu fokus program untuk mewujudkan visi Kabupaten Pemalang, khususnya visi sehat dan cerdas.

Angka partisipasi PAUD di Kabupaten Pemalang sendiri telah mencapai 40% artinya 4 anak diantara 10 anak telah mengikuti pendidikan anak usia dini. Ini mengejutkan mengingat untuk tingkat nasional, dicanangkan 35%. Terkait hal ini pihak UNICEF menjelaskan bahwa target tingkat nasional ini telah disesuaikan dengan definisi PAUD yang benar. Dulu TPQ dimasukkan dalam kategori PAUD, sekarang tidak lagi, karena dalam TPQ tidak menyelenggarakan kegiatan yang bersifat stimulasi.

Dengan kondisi seperti ini, peningkatan akses anak ke fasilitas PAUD menjadi penting untuk mempercepat tercapainya Kabupaten Layak Anak. Saat ini ada tiga jenis PAUD yang terselenggara, pertama atas inisiatif individu, kedua yang berbasis masyarakat dan ketiga yang berbasis pemerintah (negeri).

Made dari UNICEF mengatakan banyak terjadi kecolongan investasi pada PAUD yang didirikan atas inisiatif individu, karena banyak bantuan untuk PAUD jenis ini yang menjadi investasi individu, karena 2 – 3 tahun didirikan, setelah menerima bantuan, kemudian tutup. Menurutnya, akses ke PAUD ini bisa ditingkatkan melalui PAUD yang berbasis masyarakat dengan pendekatan kerjasama lintas sektoral antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Posyandu. Integrasi dengan posyandu ini dimungkinkan terutama jika dikaitkan dengan program Desa Layak Anak. Di samping itu posyandu telah memiliki kader dan pengorganisasian yang jelas.

Model ini bisa diintegrasikan dengan PNPM. Jadi ketika desa telah siap, pembangunan gedungnya dapat didanai melalui program PNPM. Jika diasumsikan untuk setiap unit PAUD diberikan bantuan sebesar Rp 30 juta dengan rata-rata pemanfaatan 40 anak, maka bantuan sebesar Rp 300 juta bisa diinvestasikan untuk pendidikan 400 anak usia dini. Dan investasi ini bisa terus berlanjut, menurut Made, dengan adanya komitmen kades dan kadus untuk berpartisipasi.** Humas Pemalang

Ukuran Font  
Kabupaten Pemalang merupakan salah satu dari 18 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang telah mencanangkan diri untuk menjadi Kabupaten Layak Anak. Sebagai kabupaten yang telah berkomitmen menjadi Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Pemalang telah memiliki Rencana Aksi dan Forum Anak.
Cetak

No Image Wako Pariaman Mukhlis R Launching Bus Sekolah GratisWalikota Pariaman hari ini, Rabu (17/09/2014) melaunching Bus Sekolah Gratis yang sedianya akan digunakan pelajar di Kota Pariaman sebagai sarana transportasi.

No Image Mukhlis Rahman Raih Penghargaan Ketahanan PanganPeringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 34 tingkat Provinsi Sumatra Barat yang dilaksanakan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan provinsi Sumatra Barat, Kota Pariaman raih prestasi Penghargaan Ketahanan Pangan dari Gubernur Sumatra Barat.

No Image Gubernur Dorong Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan di SalatigaAir bersih ini merupakan langkah paling cepat yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekeringan yang dialami warga Desa Kumpulrejo Kota Salatiga.

No Image Jadilah Pemimpin dan Penggerak PerubahanKepala Inspektorat Provinsi Jawa Tengah Drs Kunto Nugroho HP MSi mengatakan tujuan dari kegiatan ToT tersebut adalah untuk membangun pola pikir, komitmen bersama, jiwa korsa, integritas, manajemen, implementasi kebijakan, dan budaya baru di Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

Ads