Kamis, 28 Mei 2015 | 14.52 WIB
Jateng Time

UNICEF :Percepat Kabupaten Pemalang Layak Anak,Berdayakan PAUD Berbasis Masyarakat

Joko Longkeyang  |  Pemalang | Selasa, 2 April 2013 - 04.51 WIB | Dibaca: 343 kali
IMG-10526

PEMALANG, JATENG TIME – Kabupaten Pemalang merupakan salah satu dari 18 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang telah mencanangkan diri untuk menjadi Kabupaten Layak Anak. Sebagai kabupaten yang telah berkomitmen menjadi Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Pemalang telah memiliki Rencana Aksi dan Forum Anak. Demikian diinformasikan oleh Tim UNICEF saat audiensi dengan Bupati Pemalang, pada tanggal 27 Maret 2013 kemarin.

Banyak indikator yang harus dipenuhi untuk bisa disebut sebagai Kabupaten Layak Anak. Salah satu indikator untuk klaster pendidikan, pemanfaatan waktu, ruang dan kegiatan budaya adalah angka partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD). Menurut Bupati Pemalang, H Junaedi, SH, MM hal ini sudah menjadi salah satu fokus program untuk mewujudkan visi Kabupaten Pemalang, khususnya visi sehat dan cerdas.

Angka partisipasi PAUD di Kabupaten Pemalang sendiri telah mencapai 40% artinya 4 anak diantara 10 anak telah mengikuti pendidikan anak usia dini. Ini mengejutkan mengingat untuk tingkat nasional, dicanangkan 35%. Terkait hal ini pihak UNICEF menjelaskan bahwa target tingkat nasional ini telah disesuaikan dengan definisi PAUD yang benar. Dulu TPQ dimasukkan dalam kategori PAUD, sekarang tidak lagi, karena dalam TPQ tidak menyelenggarakan kegiatan yang bersifat stimulasi.

Dengan kondisi seperti ini, peningkatan akses anak ke fasilitas PAUD menjadi penting untuk mempercepat tercapainya Kabupaten Layak Anak. Saat ini ada tiga jenis PAUD yang terselenggara, pertama atas inisiatif individu, kedua yang berbasis masyarakat dan ketiga yang berbasis pemerintah (negeri).

Made dari UNICEF mengatakan banyak terjadi kecolongan investasi pada PAUD yang didirikan atas inisiatif individu, karena banyak bantuan untuk PAUD jenis ini yang menjadi investasi individu, karena 2 – 3 tahun didirikan, setelah menerima bantuan, kemudian tutup. Menurutnya, akses ke PAUD ini bisa ditingkatkan melalui PAUD yang berbasis masyarakat dengan pendekatan kerjasama lintas sektoral antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Posyandu. Integrasi dengan posyandu ini dimungkinkan terutama jika dikaitkan dengan program Desa Layak Anak. Di samping itu posyandu telah memiliki kader dan pengorganisasian yang jelas.

Model ini bisa diintegrasikan dengan PNPM. Jadi ketika desa telah siap, pembangunan gedungnya dapat didanai melalui program PNPM. Jika diasumsikan untuk setiap unit PAUD diberikan bantuan sebesar Rp 30 juta dengan rata-rata pemanfaatan 40 anak, maka bantuan sebesar Rp 300 juta bisa diinvestasikan untuk pendidikan 400 anak usia dini. Dan investasi ini bisa terus berlanjut, menurut Made, dengan adanya komitmen kades dan kadus untuk berpartisipasi.** Humas Pemalang

Ukuran Font  
Kabupaten Pemalang merupakan salah satu dari 18 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang telah mencanangkan diri untuk menjadi Kabupaten Layak Anak. Sebagai kabupaten yang telah berkomitmen menjadi Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Pemalang telah memiliki Rencana Aksi dan Forum Anak.
Cetak

POLRES DEMAK MENGADAKAN LOMBA SISKAMLING POLRES DEMAK MENGADAKAN LOMBA SISKAMLINGDemak,. Lomba ini dimaksutkan untuk menumbuh kembangkan lagi siskamling di desa desa yang sekarang mulai dirasakan berkurang atau dapat dikatakan mulai tidak ada. putaran pertama penilaian oleh tim yang dipimpin AKP Sutomo berlokasi di desa Medini yang mewakili kecamatan Gajah kabupaten Demak pada hari selasa, 19/05/2015. Tim penilai tiba di desa Medini pukul 21.wib disambut [...]

No Image Selama Setahun, LGN-OTA Santuni 854 Anak Asuh-Selama tahun 2014, Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGN-OTA) Kabupaten Jepara berhasil memberikan bantuan kepada 854 anak asuh dan 25 siswa terancam putus sekolah.

No Image Mutiara Karangbolong Ditampilkan di TMII – JakartaRatusan pengunjung memadati Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta, Minggu (22/3).

No Image Penurunan Nikah Dini Terganjal UU PernikahanPernikahan dini merupakan salah satu pemicu tingginya angka kematian ibu melahirkan (AKI) di Jawa Tengah

Ads