Minggu, 23 November 2014 | 23.54 WIB
Jateng Time

UNICEF :Percepat Kabupaten Pemalang Layak Anak,Berdayakan PAUD Berbasis Masyarakat

Joko Longkeyang  |  Pemalang | Selasa, 2 April 2013 - 04.51 WIB | Dibaca: 279 kali
IMG-10526

PEMALANG, JATENG TIME – Kabupaten Pemalang merupakan salah satu dari 18 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang telah mencanangkan diri untuk menjadi Kabupaten Layak Anak. Sebagai kabupaten yang telah berkomitmen menjadi Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Pemalang telah memiliki Rencana Aksi dan Forum Anak. Demikian diinformasikan oleh Tim UNICEF saat audiensi dengan Bupati Pemalang, pada tanggal 27 Maret 2013 kemarin.

Banyak indikator yang harus dipenuhi untuk bisa disebut sebagai Kabupaten Layak Anak. Salah satu indikator untuk klaster pendidikan, pemanfaatan waktu, ruang dan kegiatan budaya adalah angka partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD). Menurut Bupati Pemalang, H Junaedi, SH, MM hal ini sudah menjadi salah satu fokus program untuk mewujudkan visi Kabupaten Pemalang, khususnya visi sehat dan cerdas.

Angka partisipasi PAUD di Kabupaten Pemalang sendiri telah mencapai 40% artinya 4 anak diantara 10 anak telah mengikuti pendidikan anak usia dini. Ini mengejutkan mengingat untuk tingkat nasional, dicanangkan 35%. Terkait hal ini pihak UNICEF menjelaskan bahwa target tingkat nasional ini telah disesuaikan dengan definisi PAUD yang benar. Dulu TPQ dimasukkan dalam kategori PAUD, sekarang tidak lagi, karena dalam TPQ tidak menyelenggarakan kegiatan yang bersifat stimulasi.

Dengan kondisi seperti ini, peningkatan akses anak ke fasilitas PAUD menjadi penting untuk mempercepat tercapainya Kabupaten Layak Anak. Saat ini ada tiga jenis PAUD yang terselenggara, pertama atas inisiatif individu, kedua yang berbasis masyarakat dan ketiga yang berbasis pemerintah (negeri).

Made dari UNICEF mengatakan banyak terjadi kecolongan investasi pada PAUD yang didirikan atas inisiatif individu, karena banyak bantuan untuk PAUD jenis ini yang menjadi investasi individu, karena 2 – 3 tahun didirikan, setelah menerima bantuan, kemudian tutup. Menurutnya, akses ke PAUD ini bisa ditingkatkan melalui PAUD yang berbasis masyarakat dengan pendekatan kerjasama lintas sektoral antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Posyandu. Integrasi dengan posyandu ini dimungkinkan terutama jika dikaitkan dengan program Desa Layak Anak. Di samping itu posyandu telah memiliki kader dan pengorganisasian yang jelas.

Model ini bisa diintegrasikan dengan PNPM. Jadi ketika desa telah siap, pembangunan gedungnya dapat didanai melalui program PNPM. Jika diasumsikan untuk setiap unit PAUD diberikan bantuan sebesar Rp 30 juta dengan rata-rata pemanfaatan 40 anak, maka bantuan sebesar Rp 300 juta bisa diinvestasikan untuk pendidikan 400 anak usia dini. Dan investasi ini bisa terus berlanjut, menurut Made, dengan adanya komitmen kades dan kadus untuk berpartisipasi.** Humas Pemalang

Ukuran Font  
Kabupaten Pemalang merupakan salah satu dari 18 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang telah mencanangkan diri untuk menjadi Kabupaten Layak Anak. Sebagai kabupaten yang telah berkomitmen menjadi Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Pemalang telah memiliki Rencana Aksi dan Forum Anak.
Cetak

No Image Ali Mukhni Ajak Masyarakat Saksikan Sepak Bola HPNLaga final sepakbola Hari Pers Nasional (HPN) Sumbar yang mempertemukan tuan rumah Padang Pariaman Plus (PWI Padang Pariaman dan Padang) melawan tim PWI Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya (SSD) yang sejatinya digelar Sabtu (22/11) ini terpaksa ditunda pada hari yang sama pekan depan (29/11).

No Image Kantor Pelayanan Perizinan Mengurus 126 Jenis IzinKantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (KP2TPM) Kota Pariaman semula hanya mengurus 8 jenis perizinan. ejak tahun 2014 dilimpahkan sebanyak 126 jenis perizinan.

No Image Mukhlis Rahman : Didikan Subuh Bentuk Pendidikan KeagamaanSebanyak 970 santriwan/santriwati utusan dari 97 MDA se Kota Pariaman dan 465 guru dan pengelola MDA,penuhi halaman Balaikota Pariaman pada acara Apel akbar Didikan Subuh se Kota Pariaman Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Minggu (16/11/2014).

No Image Mukhlis Rahman Sosialisasikan SIP Berbasis GeospasialPemko Pariaman secara berkelanjutan terus berusaha membenahi sistem informasi termasuk data tentang kondisi dan aspek tata ruang Kota Pariaman yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu sehingga dapat diakses oleh setiap orang yang membutuhkan informasi tentang Kota Pariaman.

Ads