Rabu, 29 Juli 2015 | 16.27 WIB
Jateng Time

Koodinator Lespem: Usut Tuntas Kasus Dana Keaksaraan Kab. Rembang

Heri Purwaka  |  Rembang | Selasa, 5 Maret 2013 - 11.09 WIB | Dibaca: 596 kali
IMG-9777
Ilustrasi

REMBANG – Kasus dana keaksaraan fungsional tahun 2010 senilai Rp 288 juta yang menyeret Durrotun Nafsiah, Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Lasem harus mendekam di penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang beberapa waktu lalu tampaknya akan berbuntut panjang.

Terkait kasus tersebut, Lembaga Study Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Kabupaten Rembang, melaporkan adanya keterlibatan mantan Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini, Winaryu Kutsiyah yang kini menjabat Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan ke Polres Rembang, Senin kemarin (4/3).

Bambang Wahyu Widodo, Koordinator Lespem, menerangkan bahwa laporannya ke Polres Rembang mengingat keputusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang agar dilakukan pemeriksaan terhadap Winaryu terkait kasus dana keaksaraan fungsional.

Bambang menegaskan, kami melaporkan Winaryu ke Polres Rembang karena didasari fakta dan bukti-bukti persidangan, dimana saksi dan terdakwa menyebut keterlibatannya.

Ditengarai Winaryu adalah otak dari kasus dana KF 2010 yang membuat Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Lasem Durrotun Nafisah menjadi terdakwa dan bahkan telah divonis satu tahun penjara.
Keterangan Lespem menyebutkan bahwa Winaryu disebut memaksa Durrotun Nafisah, Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU Lasem agar menyelenggarakan pendidikan keaksaraan tingkat dasar di Kecamatan Sluke, Pancur, dan Kragan.

“ Winaryu memang pernah pernah diperiksa namun hanya sebagai saksi, kami berharap pihak kepolisian segera menetapkan status tersangka untuk Winaryu,” pinta Bambang.**

Ukuran Font  
Kasus dana keaksaraan fungsional tahun 2010 senilai Rp 288 juta yang menyeret Durrotun Nafsiah, Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Lasem harus mendekam di penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang beberapa waktu lalu tampaknya akan berbuntut panjang
Cetak

No Image PASANGAN NATSIR-JOOS GAGAL DI JEGALPasangan HM. NATSIR, S.Ag.,M.M.,M.Pd dan Drs JOKO SUTANTO hari ini Selasa ( 28/ 7/ 2015 ) secara resmi mendaftar di KPUD Demak

No Image SISI KELAM SANG JAGAL WONOWOSO DEMAK,SUPRIYADI DI MATA KELUARGANYATerlahir dari pasangan jawa sunda, supriyadi ( sang jagal wonowoso Demak ) adalah anak nomer 3 dari 4 bersaudara.

No Image PEMUDA STRES BACOK 3 ANAK PENONTON BARONGAN DI DEMAKPeristiwa tragis dan memilukan ketika 3 anak di bacok pemuda stres terjadi siang tadi Minggu ( 26/ 7/ 2015 ) sekitar jam 09.30. Wib di Desa Wonowoso Rt 2/ II Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak

No Image SENAM AEROBIC DI INGATKAN TAKMIR MASJID AGUNG DEMAK KARENA PAKAI PENGERAS SUARASenam Aerobic yang di selenggara dalam rangka Hari Bebas Kendaraan ( Car free Day-CFD ) di sekitar alun-alun Demak, Minggu ( 26/ 7/ 2015 ) sekitar pukul 08.00 WIB sempat di ingatkan Takmir Masjid Agung Demak karena memakai pengeras suara ( Sound system ) dengan suara keras.

Ads