Kamis, 18 Desember 2014 | 12.36 WIB
Jateng Time

Koodinator Lespem: Usut Tuntas Kasus Dana Keaksaraan Kab. Rembang

Heri Purwaka  |  Rembang | Selasa, 5 Maret 2013 - 11.09 WIB | Dibaca: 506 kali
IMG-9777
Ilustrasi

REMBANG – Kasus dana keaksaraan fungsional tahun 2010 senilai Rp 288 juta yang menyeret Durrotun Nafsiah, Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Lasem harus mendekam di penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang beberapa waktu lalu tampaknya akan berbuntut panjang.

Terkait kasus tersebut, Lembaga Study Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Kabupaten Rembang, melaporkan adanya keterlibatan mantan Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini, Winaryu Kutsiyah yang kini menjabat Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan ke Polres Rembang, Senin kemarin (4/3).

Bambang Wahyu Widodo, Koordinator Lespem, menerangkan bahwa laporannya ke Polres Rembang mengingat keputusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang agar dilakukan pemeriksaan terhadap Winaryu terkait kasus dana keaksaraan fungsional.

Bambang menegaskan, kami melaporkan Winaryu ke Polres Rembang karena didasari fakta dan bukti-bukti persidangan, dimana saksi dan terdakwa menyebut keterlibatannya.

Ditengarai Winaryu adalah otak dari kasus dana KF 2010 yang membuat Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Lasem Durrotun Nafisah menjadi terdakwa dan bahkan telah divonis satu tahun penjara.
Keterangan Lespem menyebutkan bahwa Winaryu disebut memaksa Durrotun Nafisah, Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU Lasem agar menyelenggarakan pendidikan keaksaraan tingkat dasar di Kecamatan Sluke, Pancur, dan Kragan.

“ Winaryu memang pernah pernah diperiksa namun hanya sebagai saksi, kami berharap pihak kepolisian segera menetapkan status tersangka untuk Winaryu,” pinta Bambang.**

Ukuran Font  
Kasus dana keaksaraan fungsional tahun 2010 senilai Rp 288 juta yang menyeret Durrotun Nafsiah, Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Lasem harus mendekam di penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang beberapa waktu lalu tampaknya akan berbuntut panjang
Cetak

No Image Mardison Mahyuddin Akan Panggil Wako PariamanKetua DPRD Kota Pariaman, Drs. Mardison Mahyuddin, MM, mengatakan, akan memanggil Walikota Pariaman, Drs. Mukhlis Rahman, MM, sekaitan dengan membawa sebagian wartawan pergi jalan-jalan ke luar daerah, dengan memakai dana APBD Kota Pariaman.

No Image Genius Umar : PNS Wajib Tahu Tupoksi KerjaPimpinan SKPD, Camat dan Kepala bagian di Lingkungan Pemerintahan Kota Pariaman diberi sosialisasi penyuluhan hukum dengan tema Upaya pemberantasan tindak pidana korupsi melalui tindakan prevektif.

No Image Pariaman Tengah Juara Umum MTQ ke VI Kota PariamanMusabaqoh Tilawatil Qur an (MTQ) ke-VI Tingkat Kota Pariaman yang diadakan di Kecamatan Pariaman Selatan ditutup Sekdako Armen, ditandai Pemukulan Beduk di Halaman Kantor Camat Pariaman Selatan, Jum at (05/12/2014) malam.

No Image Kemendagri Poros Pemerintahan Secara Nasional dan DaerahMenteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tjahyo Kumolo, saat memimpin apel bersama di halaman Kantor Bupati Semarang 3 Desember 2014 lalu, menyampaikan bahwa kebijakan yang diambilnya di lingkungan jajaran Kemendagri, yakni setiap hari Senin, diminta kepada seluruh staf, untuk apel pagi jam 08.00.

Ads