Minggu, 31 Agustus 2014 | 07.13 WIB
Jateng Time

Koodinator Lespem: Usut Tuntas Kasus Dana Keaksaraan Kab. Rembang

Heri Purwaka  |  Rembang | Selasa, 5 Maret 2013 - 11.09 WIB | Dibaca: 447 kali
IMG-9777
Ilustrasi

REMBANG – Kasus dana keaksaraan fungsional tahun 2010 senilai Rp 288 juta yang menyeret Durrotun Nafsiah, Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Lasem harus mendekam di penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang beberapa waktu lalu tampaknya akan berbuntut panjang.

Terkait kasus tersebut, Lembaga Study Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Kabupaten Rembang, melaporkan adanya keterlibatan mantan Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini, Winaryu Kutsiyah yang kini menjabat Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan ke Polres Rembang, Senin kemarin (4/3).

Bambang Wahyu Widodo, Koordinator Lespem, menerangkan bahwa laporannya ke Polres Rembang mengingat keputusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang agar dilakukan pemeriksaan terhadap Winaryu terkait kasus dana keaksaraan fungsional.

Bambang menegaskan, kami melaporkan Winaryu ke Polres Rembang karena didasari fakta dan bukti-bukti persidangan, dimana saksi dan terdakwa menyebut keterlibatannya.

Ditengarai Winaryu adalah otak dari kasus dana KF 2010 yang membuat Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Lasem Durrotun Nafisah menjadi terdakwa dan bahkan telah divonis satu tahun penjara.
Keterangan Lespem menyebutkan bahwa Winaryu disebut memaksa Durrotun Nafisah, Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU Lasem agar menyelenggarakan pendidikan keaksaraan tingkat dasar di Kecamatan Sluke, Pancur, dan Kragan.

“ Winaryu memang pernah pernah diperiksa namun hanya sebagai saksi, kami berharap pihak kepolisian segera menetapkan status tersangka untuk Winaryu,” pinta Bambang.**

Ukuran Font  
Kasus dana keaksaraan fungsional tahun 2010 senilai Rp 288 juta yang menyeret Durrotun Nafsiah, Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Lasem harus mendekam di penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang beberapa waktu lalu tampaknya akan berbuntut panjang
Cetak

No Image Jateng Sabet 3 Piala dalam Parade Tari Nusantara 2014Peserta Parade Tari Nusantara ini berasal dari 33 Provinsi se Indonesia, Jawa Tengah mendapatkan nomor urut penampilan 17 pada pekan Hari kemerdekaan Republik Indonesia di Teater Bhineka Tunggal Ika ( TBTI ) TMII Jakarta.

No Image PKDP Pemersatu Rang Piaman di RantauWakil Walikota Pariaman DR.Genius Umar, S.Sos,M.Si menghadiri undangan Halal Bi Halal warga PKDP Solok yang bertempat di Aula SMKN 1 Kota Solok, Selasa (19/08/2014).

No Image Wagub Jateng: Jangan Berkarya Hanya Untuk Diri SendiriTiga aspek ini harus kita dorong terus menerus agar bisa memaknai kemerdekaan Indonesia dengan benar dan baik.

No Image Bupati Semarang Sidak Uji Fisik Ranmor AngkutanGuna mengetahui dan mencegah kemungkinan praktik pungutan liar (pungli), Bupati Semarang H Mundjirin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tempat uji fisik (kir).

Ads