Jumat, 19 Desember 2014 | 01.15 WIB
Jateng Time

Pembangunan Makam Kyai Ageng Makukuhan, Kedu Terkesan Asal Jadi

Budi Santosa  |  Temanggung | Minggu, 3 Maret 2013 - 07.01 WIB | Dibaca: 485 kali
IMG-9660
Salahsatu contoh bangunan yang terlihat retak. (Foto: Budi Santosa)

TEMANGGUNG – Pembangunan Jaman semakin maju, dan untuk memajukan perekonomian rakyat dan pemasukan Desadan daerah. Pemerintah Propinsi Jawa Tengah membangun situs situs Peninggalan yang ada di daerah termasuk Makam Kyai Ageng Makukuhan di Desa Kedu Kecamatan Kedu .

Disamping untuk melestarikan situs yang ada, juga untuk lebih menggeliatkan Wisata Religius yang ada di Temanggung ini. Dengan dibangunnya Makam Kyai Ageng Makukuhan ,akan lebih menarik wisatawan lokal maupun nasional, untuk mengunjungi dan ziarah ke makam tersebut .

Namun, dalam pelaksanaan pembangunannya menurut tokoh masyarakat di dusun Makukuhan, Suhardjanto,Bsc, pembangunan dari awal sampai akhir, terlihat asal-asalan, tukang sering berganti dalam menangani satu bidang pekerjaan, sehingga jelas tidak akan rapi dan baik, apalagi finishingnya.

Hal itu juga diungkapkan Harmanto, penduduk dusun tersebut,yang juga pemborong bangunan. Dia mengatakan. baik dan buruknya suatu bangunan, tergantung dari bahan, proses pengerjaan sampai finishing, untuk penyambungan Cor pada proyek ini tidak dibersihkan dulu agar semen bisa menempel tapi asal saja. Dan besi kerangkanya pun masih kelihatan sehingga rawan kena air hujan dan berkarat sehingga memperpendek umur dari bangunan itu sendiri.

Berdasarkan investigasi Jateng Time ketika mengecek kelokasi terlihat , pintu Gerbang utama di pinggir jalan Raya Temanggung Parakan, Terlihat megah, namun sayang terlalu besar dan kurang variasi. Ornamennya dan terlihat kasar , demikian juga gerbang utama juga tidak ada bedanya.Tangga pertama naik ke lokasi, sebagian lantai sudah rusak, cuil dan ambles. Kemudian naik ke pelataran Mungkuin Urug tanah kurang padat sebagian retak, dan pada pendopo istirahat, sebelah kiri kanan tangga terlihat retak menganga.

Ditambah lagi, tiang penyangga belum diplester, jadi masih kasar, dan tidak rapi apalagi rata. Rumah lampu yang berderet, melingkar komplek makam, terlihat kasar, bentuk tidak simetris, dan siku sehingga pemasangan kacanyapun tidak bisa baik, banyak yang menganga dan tidak rapi,jauh dari halus. Ketika keluar dari komplek makam melewati Gapura Keluar, bentuknyapun berbeda dengan gapura masuk, padahal rencananya merupakan Gapura Kembar. yang dulu ada lampu penerangan swadaya mayarakat sekarang tidak ada dan terlihat gelap gulita dimalam hari. Hal itu bisa dibuktikan sendiri seandainya masyarakat pengin mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Ketika bertemu dan konfirmasi dengan Kepala Desa Kedu Poernomo Hadi, yang juga kebetulan mempunyai seorang kontraktor bangunan, dia mengatakan bahwa proyek dengan dana Rp1,78 M itu yang menangani langsung dari propinsi, dan prosesnya melalui lelang terbuka, dan yang menang dan mengerjakan adalah CV. Indah Jaya dari Blora. Karena sudah menjadi satu paket dalam hal ini sudah memenuhi volume proyek, mengenai finishing dan kualitas ya apa adanya.

Dan pihak Desa tidak bisa berbuat apa-apa, semua langsung dari Propinsi . Bahkan menurut Fakih, Kaur Pembangunan Desa Kedu, Pengelola Proyek masih mempunyai PR yaitu membersih kan sungai disebelahnya dan jalan masuk karena menjadi dangkal karena tertimbun tanah waktu membuat pondasi keliling.**

Ukuran Font  
Pemabngunan proyek Makam Kyai Ageng Makukuhan, Kedu, Temanggung terkesan asal jadi. Proyek senilai Rp1.78 miliar itu hingga kini belum diserahterimakan.Bahkan, kondisi bangunan dengan sejumlah bangunanya dinilai tidak sempurna pekerjaannya.
Cetak

No Image Ketua LSM Caredek Drs. Akhiardi Sangat Menyayangkan Pengkotak-Kotakan Wartawan di Pemko PariamanKetua LSM Caredek, Drs. Akhiardi, yang dihubungi Kamis (18/12/14), terkait dengan membawa sebagaian wartawan yag meliput kegiatan Pemko Pariaman, kongko-kongko, ke luar daerah dengan memakai dana APBD Pemko Pariaman.

No Image PMI Sragen Bantu Korban Bencana BanjarnegaraPalang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen telah mengirimkan bantuan logistik untuk pengungsi korban longsor di Banjarnegara.

No Image Dukuh Slimpet Desa Tlaga Terancam Longsor, 557 Warga MengungsiWarga Dusun Slimpet Desa Tlaga Kecamatan Punggelan, Selasa sore (16/12) pukul 14.30, mengungsi di 3 Tlaga Punggelan yang berada tidak jauh dari lokasi penduduk.

No Image Pemprov Beri Apresiasi Penyuluh dan Pemerhati HutanPemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi dalam bentuk tali asih kepada para penyuluh dan pemerhati hutan atas dedikasi dan prestasinya di tingkat nasional dalam mendukung program pemerintah.

Ads