Senin, 20 Oktober 2014 | 16.42 WIB
Jateng Time

Pembangunan Makam Kyai Ageng Makukuhan, Kedu Terkesan Asal Jadi

Budi Santosa  |  Temanggung | Minggu, 3 Maret 2013 - 07.01 WIB | Dibaca: 451 kali
IMG-9660
Salahsatu contoh bangunan yang terlihat retak. (Foto: Budi Santosa)

TEMANGGUNG – Pembangunan Jaman semakin maju, dan untuk memajukan perekonomian rakyat dan pemasukan Desadan daerah. Pemerintah Propinsi Jawa Tengah membangun situs situs Peninggalan yang ada di daerah termasuk Makam Kyai Ageng Makukuhan di Desa Kedu Kecamatan Kedu .

Disamping untuk melestarikan situs yang ada, juga untuk lebih menggeliatkan Wisata Religius yang ada di Temanggung ini. Dengan dibangunnya Makam Kyai Ageng Makukuhan ,akan lebih menarik wisatawan lokal maupun nasional, untuk mengunjungi dan ziarah ke makam tersebut .

Namun, dalam pelaksanaan pembangunannya menurut tokoh masyarakat di dusun Makukuhan, Suhardjanto,Bsc, pembangunan dari awal sampai akhir, terlihat asal-asalan, tukang sering berganti dalam menangani satu bidang pekerjaan, sehingga jelas tidak akan rapi dan baik, apalagi finishingnya.

Hal itu juga diungkapkan Harmanto, penduduk dusun tersebut,yang juga pemborong bangunan. Dia mengatakan. baik dan buruknya suatu bangunan, tergantung dari bahan, proses pengerjaan sampai finishing, untuk penyambungan Cor pada proyek ini tidak dibersihkan dulu agar semen bisa menempel tapi asal saja. Dan besi kerangkanya pun masih kelihatan sehingga rawan kena air hujan dan berkarat sehingga memperpendek umur dari bangunan itu sendiri.

Berdasarkan investigasi Jateng Time ketika mengecek kelokasi terlihat , pintu Gerbang utama di pinggir jalan Raya Temanggung Parakan, Terlihat megah, namun sayang terlalu besar dan kurang variasi. Ornamennya dan terlihat kasar , demikian juga gerbang utama juga tidak ada bedanya.Tangga pertama naik ke lokasi, sebagian lantai sudah rusak, cuil dan ambles. Kemudian naik ke pelataran Mungkuin Urug tanah kurang padat sebagian retak, dan pada pendopo istirahat, sebelah kiri kanan tangga terlihat retak menganga.

Ditambah lagi, tiang penyangga belum diplester, jadi masih kasar, dan tidak rapi apalagi rata. Rumah lampu yang berderet, melingkar komplek makam, terlihat kasar, bentuk tidak simetris, dan siku sehingga pemasangan kacanyapun tidak bisa baik, banyak yang menganga dan tidak rapi,jauh dari halus. Ketika keluar dari komplek makam melewati Gapura Keluar, bentuknyapun berbeda dengan gapura masuk, padahal rencananya merupakan Gapura Kembar. yang dulu ada lampu penerangan swadaya mayarakat sekarang tidak ada dan terlihat gelap gulita dimalam hari. Hal itu bisa dibuktikan sendiri seandainya masyarakat pengin mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Ketika bertemu dan konfirmasi dengan Kepala Desa Kedu Poernomo Hadi, yang juga kebetulan mempunyai seorang kontraktor bangunan, dia mengatakan bahwa proyek dengan dana Rp1,78 M itu yang menangani langsung dari propinsi, dan prosesnya melalui lelang terbuka, dan yang menang dan mengerjakan adalah CV. Indah Jaya dari Blora. Karena sudah menjadi satu paket dalam hal ini sudah memenuhi volume proyek, mengenai finishing dan kualitas ya apa adanya.

Dan pihak Desa tidak bisa berbuat apa-apa, semua langsung dari Propinsi . Bahkan menurut Fakih, Kaur Pembangunan Desa Kedu, Pengelola Proyek masih mempunyai PR yaitu membersih kan sungai disebelahnya dan jalan masuk karena menjadi dangkal karena tertimbun tanah waktu membuat pondasi keliling.**

Ukuran Font  
Pemabngunan proyek Makam Kyai Ageng Makukuhan, Kedu, Temanggung terkesan asal jadi. Proyek senilai Rp1.78 miliar itu hingga kini belum diserahterimakan.Bahkan, kondisi bangunan dengan sejumlah bangunanya dinilai tidak sempurna pekerjaannya.
Cetak

No Image Nelayan Pulolampes Bulakamba Berharap Suntikan DanaPuluhan nelayan Pulolampes Kecamatan Bulakamba berharap kepada Bupati Brebes untuk memberikan suntikan dana untuk aktivitas kerjanya. Pasalnya, selama ini dana yang dia dapatkan dari para rentenir.

No Image Dies Natalis, Undip Usung Konsep Otonomi dalam HarmoniUniversitas Diponegoro (Undip) segera berubah status dari Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

No Image Polres Demak Berhasil Tangkap 12 PenjudiDalam rentang waktu dua bulan terakhir, jajaran Polres Demak yang dipimpin Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) R.Setijo Nugroho Hasto berhasil mengungkap dan menangkap 12 pelaku perjudian di wilayah hukumnya.

No Image Perceraian Picu Perkembangan Trafficking di JabarTingginya angka perceraian di beberapa kabupaten/kota di Jabar ternyata memicu perkembangan trafficking (perdagangan manusia).

Ads