Sabtu, 19 April 2014 | 16.24 WIB
Jateng Time

4 Sebab Perselingkuhan Lewat Dunia Maya

Selasa, 9 April 2013 - 10.55 WIB | Dibaca: 222 kali
IMG-10775
Ilustrasi

PANJANGNYA usia kebersamaan sebuah pasangan nyatanya tidak bisa jadi jaminan kelanggengan. Bagi pasangan dengan komitmen yang meluntur, tak jarang godaan untuk berselingkuh datang. Dan bukannya menjauhi masalah dengan membangun komunikasi, beberapa malah terhanyut. Jargon ’selingkuh itu indah’ pun kemudian menjadi pembenaran diri.

Buat kelompok ini, tak sedikit yang bergerilya mencari tambatan lain melalui dunia maya, seperti media sosial. Berselingkuh melalui media sosial biasanya terjadi pada usia 30-45 tahun. Di usia ini pelaku merasa tak punya banyak beban, misalnya karena anak sudah besar, karier melonjak, serta jaringan pergaulan semakin luas. Alhasil, eksistensi dirilah yang ditampilkan melalui media sosial,” kata psikolog keluarga Sani B. Hermawan kepada VIVAlife.

Karena soal eksistensi ini, seseorang merasa ingin terlibat dalam jalinan asmara dengan orang ketiga. Namun, itu bukan satu-satunya faktor. Ada tiga faktor lain yang memicu perselingkuhan dunia maya.

Rasa ingin tahu

Ini merupakan alasan umum penyebab maraknya perselingkuhan melalui Facebook, Twitter, blog, atau yang lainnya. Sani mengatakan dalam kasus ini seseorang ingin mengeksplorasi area yang belum pernah dijamah sebelumnya.

“Karena rasa ingin tahu yang besar, perselingkuhan di dunia maya dengan mudah terjadi. Berawal dari keisengan, ketidaksengajaan berkenalan, dapat mengarah pada lontaran kata mesra, godaan, hingga pada saling memuji. Namun, umumnya hal ini banyak terjadi pada pertemuan dengan kawan lama,” ungkap Sani.

Krisis percaya diri

Umumnya, mereka yang berusia matang sedang mengalami krisis percaya diri soal penampilan mereka di depan pasangan. Sementara, kebutuhan untuk terus diperhatikan tetap ada.

“Ketika berkomunikasi atau menjalin hubungan melalui media sosial, pelaku tak bertemu langsung dengan incarannya. Dengan demikian, seseorang dapat lebih leluasa untuk berkomunikasi,” Sani menjelaskan.

Tak harmonis

Hal ini banyak terjadi pada mereka yang telah berumah tangga. Hilangnya kehangatan dan minimnya komunikasi membuka jalan perselingkuhan. Mereka berusaha mencari pasangan yang dianggap paling baik ketika rumah tangga sedang goyah.

Awalnya, mereka memang hanya meluapkan perasaan dengan menuliskannya melalui media sosial tanpa bermaksud mengumbar isi hati. Namun, godaan biasanya langsung datang, setelah banyak yang kemudian mengetahui persoalan Anda dan lalu ingin lebih mengenal Anda secara pribadi. Nah!**(kd)

Sumber:VIVA.co.id

Ukuran Font  
Berselingkuh melalui media sosial biasanya terjadi pada usia 30-45 tahun. Di usia ini pelaku merasa tak punya banyak beban, misalnya karena anak sudah besar, karier melonjak, serta jaringan pergaulan semakin luas. Alhasil, eksistensi dirilah yang ditampilkan melalui media sosial.
Cetak

No Image Alami Gangguan Jiwa, Agus Nekat Gantung DiriAgus Sugianto (30) ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya, dukuh Kedokanjati RT 07 RW 01, desa Serang, kecamatan Petarukan, kabupaten Pemalang.

No Image Pembekalan Tipping Point Leadership Oleh Danrem 051/WKTKomandan Korem 051/Wkt Kolonel Inf Rudianto, memberikan pembekalan kepada Para Dandim, Para Kasi,Para Perwira Staf Korem 051/Wkt, Bertempat ruang data Lt 2 Makrem 051/Wkt

No Image Besok, Tim PGRI Kab Cirebon Bertolak Ke Malang Serahkan Bantuan Korban Gunung KeludKorban erupsi gunung Kelud yang terjadi beberapa waktu lalu ternyata mengugah rasa keprihatinan berbagai pihak tak terkecuali Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

No Image Dugaan Arus Pendek, 17 Kamar Mess Ludes TerbakarAkibat hubungan arus pendek, 17 ruang kamar yang difungsikan untuk mess karyawan Galaxy Billiard Pemalang, ludes dilalap si jago merah.

Ads