Selasa, 27 Januari 2015 | 17.21 WIB
Jateng Time

4 Sebab Perselingkuhan Lewat Dunia Maya

Selasa, 9 April 2013 - 10.55 WIB | Dibaca: 331 kali
IMG-10775
Ilustrasi

PANJANGNYA usia kebersamaan sebuah pasangan nyatanya tidak bisa jadi jaminan kelanggengan. Bagi pasangan dengan komitmen yang meluntur, tak jarang godaan untuk berselingkuh datang. Dan bukannya menjauhi masalah dengan membangun komunikasi, beberapa malah terhanyut. Jargon ’selingkuh itu indah’ pun kemudian menjadi pembenaran diri.

Buat kelompok ini, tak sedikit yang bergerilya mencari tambatan lain melalui dunia maya, seperti media sosial. Berselingkuh melalui media sosial biasanya terjadi pada usia 30-45 tahun. Di usia ini pelaku merasa tak punya banyak beban, misalnya karena anak sudah besar, karier melonjak, serta jaringan pergaulan semakin luas. Alhasil, eksistensi dirilah yang ditampilkan melalui media sosial,” kata psikolog keluarga Sani B. Hermawan kepada VIVAlife.

Karena soal eksistensi ini, seseorang merasa ingin terlibat dalam jalinan asmara dengan orang ketiga. Namun, itu bukan satu-satunya faktor. Ada tiga faktor lain yang memicu perselingkuhan dunia maya.

Rasa ingin tahu

Ini merupakan alasan umum penyebab maraknya perselingkuhan melalui Facebook, Twitter, blog, atau yang lainnya. Sani mengatakan dalam kasus ini seseorang ingin mengeksplorasi area yang belum pernah dijamah sebelumnya.

“Karena rasa ingin tahu yang besar, perselingkuhan di dunia maya dengan mudah terjadi. Berawal dari keisengan, ketidaksengajaan berkenalan, dapat mengarah pada lontaran kata mesra, godaan, hingga pada saling memuji. Namun, umumnya hal ini banyak terjadi pada pertemuan dengan kawan lama,” ungkap Sani.

Krisis percaya diri

Umumnya, mereka yang berusia matang sedang mengalami krisis percaya diri soal penampilan mereka di depan pasangan. Sementara, kebutuhan untuk terus diperhatikan tetap ada.

“Ketika berkomunikasi atau menjalin hubungan melalui media sosial, pelaku tak bertemu langsung dengan incarannya. Dengan demikian, seseorang dapat lebih leluasa untuk berkomunikasi,” Sani menjelaskan.

Tak harmonis

Hal ini banyak terjadi pada mereka yang telah berumah tangga. Hilangnya kehangatan dan minimnya komunikasi membuka jalan perselingkuhan. Mereka berusaha mencari pasangan yang dianggap paling baik ketika rumah tangga sedang goyah.

Awalnya, mereka memang hanya meluapkan perasaan dengan menuliskannya melalui media sosial tanpa bermaksud mengumbar isi hati. Namun, godaan biasanya langsung datang, setelah banyak yang kemudian mengetahui persoalan Anda dan lalu ingin lebih mengenal Anda secara pribadi. Nah!**(kd)

Sumber:VIVA.co.id

Ukuran Font  
Berselingkuh melalui media sosial biasanya terjadi pada usia 30-45 tahun. Di usia ini pelaku merasa tak punya banyak beban, misalnya karena anak sudah besar, karier melonjak, serta jaringan pergaulan semakin luas. Alhasil, eksistensi dirilah yang ditampilkan melalui media sosial.
Cetak

No Image Tak Mau Lantik Budi Gunawan, Jokowi Terancam PemakzulanJAKARTA – Nama Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengantongi persetujuan DPR. Namun, Budi tak kunjung dilantik menjadi Kapolri definitif karena ditetapkan sebagai tersangka korupsi yang kasusnya ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hanya saja, sikap Presiden Jokowi yang tak melantik Budi sebagai Kapolri bisa berujung persoalan serius. Sebab, DPR [...]

No Image Tambang Galian C Merajalela, Pulau Kundur,Karimun Kian TermutilasiKondisi ini semestinya segara disikapi,baik oleh dinas Pertambangan badan lingkungan hidup,DPRD dan Pemerintah Kabupaten Karimun, karena bukan tidak mungkin akan menjadi sebuah kesengsaraan masyarakat Pulau Kundur dimasa mendatang.

No Image Ali Mukhni Ajak Masyarakat Menanam CoklatBupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni mengajak masyarakat memanfaatkan lahan-lahan kosong atau lahan tidur menjadi lahan produktif yang bisa menjadi sunber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

No Image Dua Balon Wali Nagari Batu Kalang MemanasSuasana Pemilihan Calon Wali Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, memanas. Pasalnya, 2 orang Bakal Calon (Balon) yang gagal, M. Erman dan Amrizal, merasa tidak puas dengan Keptusan Badan Musyawarah (BAMUS) Nagari Batu Kalang.

Ads