Jumat, 31 Juli 2015 | 04.58 WIB
Jateng Time
Pemerintahan

Awal 2013, Penderita DBD di Kota Semarang Meningkat Tajam

-  |  Kota Semarang | Sabtu, 9 Februari 2013 - 06.06 WIB | Dibaca: 940 kali
IMG-8776
ilustrasi DBD.net

JUMLAH penderita penyakit demam berdarah di Kota Semarang pada awal tahun 2013 ini terbilang meningkat tajam, jika dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, terdapat 249 kasus penderita DBD selama Januari 2013 dan hingga per 8 Februari ini telah mencapai 321 orang, dengan dua penderita meninggal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Widoyono mengatakan, penderita DBD pada periode sama tahun lalu pada bulan Januari 2012 tercatat hanya sebanyak 85 kasus sehingga serangan penyakit DBD memasuki awal 2013 memang meningkat tajam.

“Peningkatan kasus DBD setidaknya sudah mulai sejak November 2012 dengan jumlah 88 kasus DBD dari bulan sebelumnya 58 kasus, kemudian naik menjadi 126 kasus pada bulan Desember 2012,” katanya.

Pihaknya bahkan khawatir jika terjadi peningkatan kasus DBD seperti periode 2010 yang mencapai 5.500 kasus. Itu adalah kasus tertinggi DBD sejak 1994. Pada tahun 2008 juga sempat menyentuh 5.240 kasus.

Dijelaskannya, jumlah kasus DBD sepanjang 2012 tercatat 1.250 kasus dengan peringkat tertinggi angka kesakitan (IR) DBD di Kecamatan Genuk (132,59/100.000 penduduk) disusul Candisari (107,2/100.000 penduduk).

Sementara itu, untuk 2013 hingga periode Januari, peringkat tertinggi Kecamatan Mijen dengan IR 52,41/100.000 penduduk, disusul Gunungpati (27/100.000 penduduk), dan Tembalang 26/100.000 penduduk.

Widoyono mengakui bahwa tingginya kasus DBD memang dipengaruhi iklim dan cuaca, terutama akhir-akhir ini yang sering banyak hujan, mengingat ketika intensitas hujan rendah angka kasus DBD cenderung turun.

Musim hujan dengan curah hujan yang tinggi menimbulkan banyak genangan air di mana-mana yang menjadi tempat empuk bagi nyamuk Aedes aegypti bersarang, kata dia, sehingga populasinya meningkat.

Meski demikian, dia mengingatkan faktor perilaku manusia tetap memengaruhi peningkatan kasus DBD, seperti gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), di samping penyebab DBD dari faktor lingkungan.

Berkaitan dengan meningkatnya kasus DBD, dia mengatakan Pemerintah Kota Semarang telah mengumpulkan seluruh camat dan lurah yang kemudian diinstruksikan menggiatkan gerakan PSN di kalangan warganya.

“Beberapa hari lalu, lurah dan camat dikumpulkan. Hari ini (8/2) dikumpulkan kembali untuk diingatkan pentingnya PSN. Sebab, kami khawatir jika kasus DBD kembali meningkat tajam seperti 2010,” kata Widoyono.**

Sumber : Antara

Ukuran Font  
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, terdapat 249 kasus penderita DBD selama Januari 2013 dan hingga per 8 Februari ini telah mencapai 321 orang, dengan dua penderita meninggal.
Cetak

No Image KAPOLRES DEMAK, AKBP HERU SUTOPO SIK KAGET MENDENGAR KORBAN PEMBANTAIAN MENINGGAL DUNIABerita meninggalnya AHMAD ZAKY, salah satu dari tiga korban pembantai wonowoso Demak ( baca di jatengtime. com ) membuat semua pihak kaget dan terharu

No Image HALAL BI HALAL DAN TEMU KANGEN SMAN 2 DEMAKDi ruang aula lantai 2 SMAN 2 Demak, Minggu ( 26/ 7/ 2015 ) segenap keluarga besar SMAN 2 Demak, Komite, dan tamu undangan diadakan acara rutin tahunan Halal bi halal

No Image SYAFIQ NUR FALAH, SATU-SATUNYA KORBAN PEMBANTAIAN YANG SELAMATTragedi pembantaian anak-anak di Desa wonowoso Demak, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Tiga korban pembantaian sadis Supriyadi, dua meninggal dunia, satu selamat ( baca beritanya di jatengtime.com )

No Image AHMAD ZAKY, KORBAN PEMBANTAIAN USUSNYA TERBURAI KELUAR MASIH BISA LARI MENYELAMATKAN DIRIKisah nyata yang mengharukan dan heroik dari korban pembantaian jagal maut Supriyadi di Wonowoso Demak, Minggu ( 26/ 7/ 2015 )

Ads