Rabu, 26 November 2014 | 08.18 WIB
Jateng Time

Walikota Resmikan Masjid Raya Manggung

Amir  |  Kota Pariaman | Rabu, 19 Juni 2013 - 14.35 WIB | Dibaca: 222 kali
IMG-12850
Wako Pariaman dalam sambutan peresmian Masjid Raya Manggung

Kota Pariaman – Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, meresmikan pemakaian lantai pertama Masjid Raya Manggung, Minggu (16/6) malam kemarin. Acara peresmian sekaligus peringantan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Dikatakan, Mukhlis, dirinya kagum dengan kebersamaan masyarakat Manggung yang berhasil membangun masjid yang megah dalam waktu relatif cepat. Meski baru siap pada lantai pertama, namun sudah menghabiskan anggaran Rp 1,7 miliar lebih yang dananya didapat dari berbagai sumbangan donator, terutama dari masyarakat Manggung yang berada di perantauan.

Menurut Muklis, keberhasilan pembangunan Masjid ini adalah satu bukti kerjasama yang baik dari masyarakat Manggung dengan perantau Manggung di berbagai daerah di Indonesia. “Saya masih ingat ketika setahun lalu meletakkan batu pertama pembangunan masjid ini. Malam ini, sudah dilakukan peresmian pemakaian lantai pertamanya. Sungguh, ini bukti nyata bagaimana tingginya partisipasi masyarakat, terutama di perantauan, terhadap pembangunan di Kota Pariaman,” katanya.

Dengan megahnya masjid ini, lanjutnya, tugas kita bersama bagaimana masjid tetap ramai setiap waktu. Tugas ini memang tidak bisa diserahkan kepada pengurus masjid atau pemerintah kota saja, namun semua masyarakat perlu mendukungnya.

Disampaikanya juga, bahwa berbagai keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan dan kebijakan Pemko Pariaman lima tahun belakangan ini adalah berkat partisipasi masyarakat. Sebagai contoh, tanpa partisipasi masyarakat membebaskan tanahnya untuk pelebaran jalan jalur dua di Manggung ini, sudah pasti jalur dua tersebut tidak akan terwujud. “Pemerintah Kota Pariaman akan terus berupaya keluarkan kebijakan yang meringankan beban masyarakat. Seperti menggratiskan biaya pendidikan sampai tingkat SLTA melalui program Wajib Belajar 12 tahun. Program menggratiskan biaya berobat seluruh warga Kota Pariaman dengan kategori miskin melalui Jaminan Kesehatan Sabiduak Sadayung (JKSS). Dengan program ini masyarakat Pariaman hanya dengan menunjukkan KTP memperoleh layanan kesehatan gratis di Puskesmas dan rumah sakit pemerintah di Pariaman dan Padang,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Manggung, Mahyuddin menyampaikan, jumlah dana yang berhasil dikumpulan Panitia untuk pembangunan masjid ini berjumlah Rp 1,822 miliar. Sudah habis digunakan sebesar Rp 1,730 miliar untuk lantai I.

Diakuinya, dalam perjalanan pembangunan tersebut, ada revisi revisi rencana pembangunannya berdasarkan berbagai pertimbangan dari sisi jumlah jamaah dan umur jamaah yang sering shalat wajib lima waktu sehari semalam yang berasal dari masyarakat Manggung. “Jamaah shalat jumat rata-rata 200 orang. Shalat Magrib, zuhur, rata-rata 10 orang. Subuh 6 hingga 8 orang. Itupun hanya di kalangan yang tua tua. Ini memang memprihatinkan, namun kita harus terus berupaya mengajak anak anak dan generasi muda untuk turut meramaikan masjid ini. Itu tidak bisa diserahkan ke Walikota saja, tapi kita semua harus mengajak mereka untuk datang meramaikan masjid yang megah ini,” tukas Mahyuddin.**

Editor : Benx

Ukuran Font  
Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, meresmikan pemakaian lantai pertama Masjid Raya Manggung, Minggu (16/6) malam kemarin. Acara peresmian sekaligus peringantan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Cetak

No Image Armen : Masyarakat Harus Mengenal Adat Istiadat DaerahnyaSekretaris Daerah Kota Pariaman, Armen, menghimbau Masyarakat untuk memahami budaya dan adat istriadat sendiri.

No Image Bupati Ali Mukhni Serahkan Aset ke Kota PariamanDua Kepala Daerah duduk Semeja antara Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman menjadi contoh terbaik dalam serah terima aset daerah.

No Image Tingkir Lor Dikembangkan Jadi Desa WisataWisata itu identik dengan promosi dan biaya promosi itu memang tidak sedikit. Namun begitu, ternyata anggaran promosi pariwisata di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah relatif sedikit.

No Image Potensi Ternak Sapi Potong MenjanjikanKetersediaan daging sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sehingga memacu terjadinya impor daging sapi. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong di Indonesia.

Ads