Minggu, 21 September 2014 | 19.06 WIB
Jateng Time

Walikota Resmikan Masjid Raya Manggung

Amir  |  Kota Pariaman | Rabu, 19 Juni 2013 - 14.35 WIB | Dibaca: 194 kali
IMG-12850
Wako Pariaman dalam sambutan peresmian Masjid Raya Manggung

Kota Pariaman – Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, meresmikan pemakaian lantai pertama Masjid Raya Manggung, Minggu (16/6) malam kemarin. Acara peresmian sekaligus peringantan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Dikatakan, Mukhlis, dirinya kagum dengan kebersamaan masyarakat Manggung yang berhasil membangun masjid yang megah dalam waktu relatif cepat. Meski baru siap pada lantai pertama, namun sudah menghabiskan anggaran Rp 1,7 miliar lebih yang dananya didapat dari berbagai sumbangan donator, terutama dari masyarakat Manggung yang berada di perantauan.

Menurut Muklis, keberhasilan pembangunan Masjid ini adalah satu bukti kerjasama yang baik dari masyarakat Manggung dengan perantau Manggung di berbagai daerah di Indonesia. “Saya masih ingat ketika setahun lalu meletakkan batu pertama pembangunan masjid ini. Malam ini, sudah dilakukan peresmian pemakaian lantai pertamanya. Sungguh, ini bukti nyata bagaimana tingginya partisipasi masyarakat, terutama di perantauan, terhadap pembangunan di Kota Pariaman,” katanya.

Dengan megahnya masjid ini, lanjutnya, tugas kita bersama bagaimana masjid tetap ramai setiap waktu. Tugas ini memang tidak bisa diserahkan kepada pengurus masjid atau pemerintah kota saja, namun semua masyarakat perlu mendukungnya.

Disampaikanya juga, bahwa berbagai keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan dan kebijakan Pemko Pariaman lima tahun belakangan ini adalah berkat partisipasi masyarakat. Sebagai contoh, tanpa partisipasi masyarakat membebaskan tanahnya untuk pelebaran jalan jalur dua di Manggung ini, sudah pasti jalur dua tersebut tidak akan terwujud. “Pemerintah Kota Pariaman akan terus berupaya keluarkan kebijakan yang meringankan beban masyarakat. Seperti menggratiskan biaya pendidikan sampai tingkat SLTA melalui program Wajib Belajar 12 tahun. Program menggratiskan biaya berobat seluruh warga Kota Pariaman dengan kategori miskin melalui Jaminan Kesehatan Sabiduak Sadayung (JKSS). Dengan program ini masyarakat Pariaman hanya dengan menunjukkan KTP memperoleh layanan kesehatan gratis di Puskesmas dan rumah sakit pemerintah di Pariaman dan Padang,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Manggung, Mahyuddin menyampaikan, jumlah dana yang berhasil dikumpulan Panitia untuk pembangunan masjid ini berjumlah Rp 1,822 miliar. Sudah habis digunakan sebesar Rp 1,730 miliar untuk lantai I.

Diakuinya, dalam perjalanan pembangunan tersebut, ada revisi revisi rencana pembangunannya berdasarkan berbagai pertimbangan dari sisi jumlah jamaah dan umur jamaah yang sering shalat wajib lima waktu sehari semalam yang berasal dari masyarakat Manggung. “Jamaah shalat jumat rata-rata 200 orang. Shalat Magrib, zuhur, rata-rata 10 orang. Subuh 6 hingga 8 orang. Itupun hanya di kalangan yang tua tua. Ini memang memprihatinkan, namun kita harus terus berupaya mengajak anak anak dan generasi muda untuk turut meramaikan masjid ini. Itu tidak bisa diserahkan ke Walikota saja, tapi kita semua harus mengajak mereka untuk datang meramaikan masjid yang megah ini,” tukas Mahyuddin.**

Editor : Benx

Ukuran Font  
Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, meresmikan pemakaian lantai pertama Masjid Raya Manggung, Minggu (16/6) malam kemarin. Acara peresmian sekaligus peringantan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Cetak

No Image Wako Pariaman Mukhlis R Launching Bus Sekolah GratisWalikota Pariaman hari ini, Rabu (17/09/2014) melaunching Bus Sekolah Gratis yang sedianya akan digunakan pelajar di Kota Pariaman sebagai sarana transportasi.

No Image Mukhlis Rahman Raih Penghargaan Ketahanan PanganPeringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 34 tingkat Provinsi Sumatra Barat yang dilaksanakan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan provinsi Sumatra Barat, Kota Pariaman raih prestasi Penghargaan Ketahanan Pangan dari Gubernur Sumatra Barat.

No Image Gubernur Dorong Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan di SalatigaAir bersih ini merupakan langkah paling cepat yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekeringan yang dialami warga Desa Kumpulrejo Kota Salatiga.

No Image Jadilah Pemimpin dan Penggerak PerubahanKepala Inspektorat Provinsi Jawa Tengah Drs Kunto Nugroho HP MSi mengatakan tujuan dari kegiatan ToT tersebut adalah untuk membangun pola pikir, komitmen bersama, jiwa korsa, integritas, manajemen, implementasi kebijakan, dan budaya baru di Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

Ads