Kamis, 27 November 2014 | 04.17 WIB
Jateng Time

Disaat Umur 28 Tahun, Wanita Tak Akan Pernah Melupakan Pengalaman Seks

Jakarta | Rabu, 8 Mei 2013 - 07.43 WIB | Dibaca: 613 kali
IMG-11524
Ilustrasi

JAKARTA – Survei baru menemukan bahwa pengalaman seks tak terlupakan saat wanita berusia 28 tahun. Sedangkan pria, tidak akan mencapai puncak kenikmatan seks sampai usia 33 tahun.

Studi ini juga menemukan bahwa banyak wanita yang melakukan hubungan seks di usia 25 tahun, dan kehilangan keperawannya di usia 17 tahun.

Pria sendiri dikatakan rata-rata kehilangan keperjakaan pada usia 18 tahun, dan paling aktif berhubungan seks pada usia 29 tahun.

Ketika ditanya kapan waktu terbaik saat berhubungan seks, 40 persen dari 1.281 orang berusia 28 tahun yang disurvei mengatakan, sekarang. Dan mereka yang berusia 50 sampai 60 tahun mengatakan, merasakan pengalaman seks terbaik pada usia 46 tahun.

Hasil penelitian ini sendiri bertentangan, yang mengatakan pria mencapai puncak seksualnya pada usia 18 dan wanita berusia 30 tahun.

Sebuah survei yang dilakukan oleh situs permainan seks lovenoney, pun menyoroti pergeseran ke arah kehilangan keperawanan sebelumnya.

Ditemukan rata-rata usia kehilangan keperawanan sebanyak 17 persen bagi dirinya yang berusia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an. Dan sebanyak 18 persen menunggu sampai usianya 60 tahun.

Seperti dilansir Times of India, Rabu (8/5/2013), seorang pakar relationship, Tracey Cox (51), mengatakan, temuan ini menghancurkan mitos bahwa dibutuhkan waktu lebih lama untuk wanita menguasai respons seksualnya.**

Sumber: liputan6.com

Ukuran Font  
Survei baru menemukan bahwa pengalaman seks tak terlupakan saat wanita berusia 28 tahun. Sedangkan pria, tidak akan mencapai puncak kenikmatan seks sampai usia 33 tahun.
Cetak

No Image Armen : Masyarakat Harus Mengenal Adat Istiadat DaerahnyaSekretaris Daerah Kota Pariaman, Armen, menghimbau Masyarakat untuk memahami budaya dan adat istriadat sendiri.

No Image Bupati Ali Mukhni Serahkan Aset ke Kota PariamanDua Kepala Daerah duduk Semeja antara Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman menjadi contoh terbaik dalam serah terima aset daerah.

No Image Tingkir Lor Dikembangkan Jadi Desa WisataWisata itu identik dengan promosi dan biaya promosi itu memang tidak sedikit. Namun begitu, ternyata anggaran promosi pariwisata di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah relatif sedikit.

No Image Potensi Ternak Sapi Potong MenjanjikanKetersediaan daging sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sehingga memacu terjadinya impor daging sapi. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong di Indonesia.

Ads