MENDAGRI BERANG AKAN PERKARAKAN YANG BIKIN NOFIANDI MAJU PILADA

oleh

365255_menteri-dalam-negeri-tjahjo-kumolo-_663_382 (1)

Jakarta – Kasus tertangkapnya Bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Nofiadi ( Nofiandi ) oleh BNN berbuntut panjang.

Pernyataan Buwas ( Budi Waseso ) Kepala BNN dengan tegas menyatakan bahwa Nofiandi sudah lama mengkonsumsi narkoba membuat Tjahjo Kumolo, Selasa (15/3/2016) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat berang.

Tjahjo Kumolo langsung mengirimkan tim kusus guna melakukan penidikan mendalam terkait proses pelaksanaaan Pilkada. Semua pihak yang ikut andil dalam semua tahapan Pilkada sehingga Nofindi menjadi Bupati menjadi target bidikan mendagri.

“Kita tahu, Peserta Pilkada kan di-tes kesehatannya. kami minta Kepolisian agar cek di KPU, dokumen lampiran tes kesehatan dia ( Nofiandi ) dulu bagaimana… Ada permainan enggak…? Dokter yang periksa siapa…? di Rumah Sakit mana…? ungkap Tjahjo.

Jika setelah di periksa ulang terbukti ada permainan manipulasi data, apakah pihak terkait proses Pilkada bisa diperkarakan…? serang awak media.

“Sangat bisa dan bisa di mungkinkan. Itu kan sudah termasuk kejahatan memanipulasi data…” jawab Tjahjo tegas.

Mendagri nantinya akan memberhentian kepala daerah karena diduga melakukan perbuatan tercela yang tercantum dalam pasal 78 ayat 2 huruf, Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah jika nantinya terbukti bersalah di persidangan, sehingga dalam hal ini ada keputusan hukum yang tetap.

Sekedar di ketahui, Nofiandi yang diusung oleh PDIP, Golkar, PKS, PPP dan Hanura menjadi pemenang dalam Pilkada serentak (9/12/2015). Nofiadi dilantik sebagai Bupati Ogan Ilir pada 27 Februari 2016. Namun kini nasib karirnya akan kandas karena di tangkap BNN mengkonsumsi narkoba bahkan sudah sejak lama

(jt-jakarta)