TERUNGKAP DPR ADAKAN KUNKER DI NEGERI DONGENG DENGAN UANG NEGARA

oleh

Jt.com-jakartaKembali elit politik di negeri ini ketahuan berulah. Temuan Kunker fiktif ini justru terungkap gara-gara PDI-P mempunyai inisiatif meminta seluruh anggotanya di DPR membuat laporan hasil kunker dan kunjungan di masa reses.

BPK dengan senang hati melakukan audit dan menemukan keraguan Kunjungan Kerja (kunker) perorangan anggota DPR dan menilai Kungker tersebut fiktif. Ditemukan modus operandi dengan foto-foto dan staf yang sama yang digunakan untuk memenuhi syarat laporan keuangan kegiatan Wakil Rakyat.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz kepada wartawan, kamis (12/5/2016) mengaku BPK telah melakukan audit terhadap laporan keuangan atas Kunjungan Kerja (Kunker) DPR. Namun Aziz kemudian meluruskan audit ini masih berlangsung, sehinga BPK belum dapat mengetahui angka kerugian negara.

”Benar, BPK melakukan audit di semua aspek keuangan DPR termasuk Kunker anggota DPR periode tahun anggaran 2015 sejak 1 Januari sampai 31 Desember 2015. Karena ada temuan yang meragukan atas kungker DPR dan audit ini masih berlangsung, maka kita tidak tahu persis berapa kerugian uang negara akibat adanya Kunker fiktif…” terang Harry.