BIADAB…AYAH PERKOSA ANAK KANDUNG SEJAK UMUR 5 TAHUN DI DEMAK, SAATNYA HUKUM KEBIRI DI TERAPKAN

Jt.com-Demak-Belum hilang dari ingatan publik kasus perkosaan biadab terhadap Yuyun dan Eno yang menggemparkan nurani setiap rakyat Indonesia, kini terbuka lagi kasus pelecehan seksual yang tergolong sadis dan biadab serta layak dikenakan hukum terbaru tentang kebiri.

(* Menimbang beberapa aspek sosial dan kejiwaan serta dampak lain yang dapat ditimbulkan terhadap korban dikarenakan usia korban dan juga untuk menghormati Hak Korban yang yang dilindungi Undang Undang Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak (UU PPA), maka dengan barat hati Pemred serta jajaran direksi jatengtime.com tidak akan menyantumkan identitas korban serta identitas ibu kandung korban secara komplit)

Kali ini kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Seorang ayah kandung tega melakukan perbuatan biadab terhadap anak kandung satu-satunya sejak anak tersebut berumur 5 tahun.

Berdasarkan laporan yang berhasil dihimpun beberapa wartawan, telah datang ke Polres Demak atas laporan ibu serta korban dengan bukti laporan LP/91/V/2016/Jateng/Res.Dmk tertanggal 25 Mei 2016 pukul 10.30 WIB yang menerangkan bahwa pada hari dan tanggal ( korban dan ibu korban tidak ingat),  Bulan Mei 2010, sekitar pukul  21.00.WIB di salah satu desa di wilayah kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, Jawa Tengah  telah terjadi peristiwa yang diduga tindak pidana persetubuhan dan pencabulan anak gadis yang masih dibawah umur yang dilakukan oleh ayah kandung korban, Rohmat bin Kasmiri (45)

Kepada petugas Unit PPA Polres Demak korban yang didampingi ibu kandung korban mengisahkan tentang kebiadaban ayah kandung korban yang telah memperkosa korban dikamar tidur korban. Aksi bejad Rohmat berhasil memperkosa anak kandungnya sendiri dibawah ancaman saat usia korban baru 5 tahun.

Waktu itu korban sempat berteriak minta tolong kepada ibunya, kemudian ibunya masuk kekamar korban serta sempat terjadi pertengkaran. Namun karena takut dibawah ancaman Rohmat, ibu korban (istri Rohmat) tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menangis meratapi nasib anak satu-stunya yang justru dihancurkan harga diri dan masa depanya oleh ayah kandungnya sendiri.

Aksi ke-biadaban Rohmat akinya dilaporkan istri dan anaknya sendiri karena di dorong saran beberapa tetangga yang merasa terharu sekaligus geram dengan mengawali pemeriksaa visum terhadap korban di RS. PELITA ANUGERAH Mranggen, Demak. Semua biaya ditanggung tetangga tersebut dikarenakan ibu korban yang hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga serabutan. Kemudian kasus ini dilaporkan ke pihak Polres Demak juga semua biaya transportasi dan lain-lain dari rumah korban ke Polres Demak juga di tanggung tetangga.

Petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pendamping Korban Kekarasan Terhadap Anak Kabupaten Demak kepada wartawan, jum’at (27/5/2016) menyatakan akan mendampingi korban sejak pemeriksaan sampai putusan Pengadilan Negeri Demak serta berharap pelaku akan dihukum seberat-beratnya jika mungkin pelaku akan usulkan penerapan hukuman kebiri yang baru saja di sahkan Presiden jokowi.

“Sementara ini kami hanya baru bisa melakukan pendampingan kepada korban saat diperiksa Polisi. Kami yang sudah mempunyai kerjasama lintas sektoral antar SKPD terkait akan berusaha mendampingi korban sampai ada vonis hakim. Kami berharap pelaku di hukum seberat-beratnya karena dampak yang akan dialami korban akan berlangsung lama bahkan sampai seumur hidup korban. Pendampingan kami juga termasuk mengembalikan kepercayaan diri korban dan juga kami berupaya untuk mendorong korban agar tetap sekolah untuk masa depanya…” ujar petugas yang minta untuk sementara tidak ditulis identitasnya.

Apakah pelaku mempunyai kelainan jiwa atau mungkin faktor pergaulan bebas, miras atau bahkan pengaruh kehidupan karaoke yang sedang marak di Demak…? kejar jt.

“Kalau pelaku mempunyai kelainan jiwa kita belum bisa menyimpulkan, biar itu menjadi kewenangan ranah hukum. Kalau pengaruh pergaulan bebas dan peredaran Miras, itu bisa terjadi. Banyak kejahatan seksual berawal dari pengaruh mengkonsumsi miras. Soal pengaruh adanya karaoke yang sedang menjamur di Demak…juga bisa terjadi karena kehidupan Karaoke di sebut beberapa pihak identik dengan kehidupan sex bebas dan juga miras sehingga dapat mempengaruhi mental seseorang untuk melakukan tindak kejahatan termasuk tindak kejahatan seksual. Ini menjadi tugas bersama anatara Pemerintah dan warga…” imbuh petugas.

Print Friendly

Categories: _Headline,Berita Terkini,Demak,Hukum dan Kriminal,Kesehatan dan Wanita,Nasional,Pemerintahan,Sosial

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Website
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu