LORONG GEYLANG SINGAPURA, PELACUR ASAL INDONESIA NOMER 2 TERMURAH, HIV/ AIDS SERTA ZIKA JADI TARUHAN

Jt.Com-Jakarta-Lorong Geylang,Singapura menjadi tak asing bagi penikmat sesaat yang paling terkenal di Negara yang paling longgar segala peraturanya.

Ironisnya lorong Geylang adalah lokalisasi pelacuran campuran legal dan ilegal yang luasnya lebih kecil dari Kalijodo Jakarta di huni oleh pelacur dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Yang paling memalukan pelacur asal Indonesia menduduki peringkat ke 2 termurah diantara pelacur asal negara lain.

Tidak sulit untuk menemukan Lorong Geylang, tinggal naik taksi trus tanya supinya pasti langsung diantar sampai tujuan bahkan di kasih tahu semua tentang Geylang.

Sang supir taksi akan senang menunjukan semua rahasia Geylang, bagaimana untuk membedahkan yang pelacur yang legal dan ilegal, dari negara mana bahkan tarip perjam termasuk menunjukan hotel kelas melati yang murah meriah.

Supir taksi asal pakistan yang tak mau menyebut namanya mengatakan “Lorong Geylang terbagi menjadi 2 jalan, kiri dan kanan dengan nomor ganjil dan genap. Lorong nomor 6 dikenal dengan pelacur ilegal asal Indonesia yang menggunakan paspor wisata yang menyebarang via batam dan Tanjungpinang. Lorong 8 yang pelacurnya asal Cina paling berbahaya, semua kemungkinan bisa terjadi di sini. Pelacur yang berdiri dipinggir jalan adalah ilegal, yang legal akan berada di bilik-bilik…” Ujarnya.

Tiap ujung lorong dijaga oleh seorang germo yang rata-rata bertubuh gemuk bahkan terlalu gemuk. Meraka hanya duduk-duduk sambil mengawasi tiap pria hidung belang yang lalu lalang didepanya.

Melihat lokalisasi yang terkesan kumuh dan nyaris tanpa ada pemeriksaan kesehatan membuat semua jenis penyakit kelamin termasuk HIV/ Aids menjadi oleh-oleh bagi penikmat surga dunia ini. Termasuk merebaknya Virus Zika yang sedang menjadi momok di Singapura menjadi bahan yang layak dipikirkan semua pihak termasuk pemerintah Indonesia.

Sumber dari pemerhati TKI yang ada di Singapura yang selama ini selalu peduli dengan nasib TKI menyatakan para pelacur Geyland asal Indonesia sering mengadakan liburan di tempat yang sama dengan para TKI kususnya para TKW. Membaunya pelacur dilokasi liburan dengan parta TKW sedikit banyak berpotensi menjadi masalah tersendiri. Pemerintah harus tanggap dan segera mencari solusi.

“Mereka (para pelacur asal Indonesia) sering liburan dan membaur bersama TKW. Walaupun saling acuh dikarenakan merasa tidak kenal satu dengan yang lain namun justru merupakan hal yang layak di pertimbangkan. TKW yang memang secara hukum legal untuk bekerja sangat berpotensi menjadi preseden buruk dan cenderung menjadi kambing hitam. Penyakit kelamin bahkan HIV/ Aids termasuk Virus Zika mudah tertular walaupun sampai saat ini belum ada data yang menunjukan ada penularan penyakit tersebut…” katanya.

 

Print Friendly

Categories: _Headline,Berita Terkini,Kesehatan dan Wanita,Nasional,Sosial

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Website
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu