PEMBORONG PROYEK PIPA PDAM DEMAK MENGAKU SALAH, JANJI AKAN DI KEBUT

oleh
Pekerjaan pipa induk PDAM
Pekerjaan pipa induk PDAM

Jatengtime.com-Demak-Proyek penggantian jaringan pipa induk PDAM yang sudah berumur cukup lama dan sering terjadi kebocoran dengan jaringan pipa induk yang baru ternyata mempunyai kendala teknis di lapangan.

Pengerjaan jalur pipa yang membelah tepat di tengah kampung Domenggalan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, kabupaten Demak di lapangan mengalami beberapa kendala yang tentunya berdampak langsung terhadap warga Kampung Domenggalan hingga sempat rame menjadi bahan perbincangan pro-kontra di media sosial FB setelah di unggah salah satu warga yang mengeluh dampak pengerukan jalur pipa PDAM.

Salah satu pengurus Rt Kampung Domenggalan, Sumedi (50), Rabu (25/10/2017) menyatakan sebelum dilakukan pekerjaan memang telah diadakan sosialisasi antara perwakilan warga, PDAM dan penyedia jasa ( Pemborong ) yang intinya pihak pemborong yang di wakili pelaksana lapangan Kohar (40) berjanji akan menyelesaikan pekerjaan kusus yang melintas kampung Domenggalan selama 7 sampai 10 hari sudah bisa di lewati warga dan pengguna jalan.

“ Namun ternyata pekerjaan tidak sesuai janji pemborong. Sampai hari ini ( Rabu, 25/10/2017) pekerjaan tersebut tidak sesuai janji pemborong sehingga warga yang terkena dampak langsung. Semua aktifitas warga terganggu…” ujar Sumedi.

Sumedi menambahkan akibat pekerjaan yang tidak sesuai janji, warga kawatir acara Haul K. H. Kafid Kasri pengasuh Ponpes Subulussalam yang rencananya akan di adakan tanggal 4/10/2017 akan terganggu karena jalan kampung belum selesai dikerjakan. Bupati Demak HM. Natsir juga telah 2 kali meninjau lokasi dan meminta pemborong agar semaksimal mungkin mengerjakannya hingga tidak meresahkan warga.

Kohar ketika di temui di lokasi galian pipa, Kamis (26/10/2017) mengakui kesalahan pihaknya tidak bisa menepati janji menyelesaikan pekerjaan sesuai yang di janjikan dan mohon ma’af kepada seluruh warga Kampung Domenggalan.

Ketika di tanya alasan teknis atau penyebab keterlambatan, Kohar menerangkan pekerjaan awal mulai jembatan sipon 1 depan kantor PDAM sampai sipon 2 sebelah SDN 9 Bintoro Demak tidak ada kendala, namun setelah sipon 2 sampai Gapura masuk kampung tanah yang baru saja di gali dengan menggunakan alat berat ( Beghu ) selalu longsor.

Penyebab lain menurut Kohar di temukan kerangka manusia di beberapa tempat sepanjang jalur yang digali serta banyak jaringan SR ( jaringan rumah tangga warga ) yang melintang jalur putus.

“ Kami mengaku salah dan minta ma’af kepada semua warga atas keterlambatan pekerjaan, tanah yang selesai kita gali banyak yang mengalami longsor, kami juga menemukan kerangka manusia yang apapun alasanya harus kami rawat dengan baik. Banyak juga jaringan SR warga yang putus sehingga kami kerepotan…” kata Kohar.

Namun demikian Kohar berusaha agar waktu acara Haul K. H. Kafid Kasri pengasuh Ponpes Subulussalam jalan tersebut akan bisa di lalui.

Kohar yang mengaku pusing serta kawatir dengan pekerjaan yang ternyata sesuai gambar rencana kerja, galian yang berukuran lebar 85 cm dengan kedalaman 2 m tegak lurus juga menyatakan bahwa akan diadakan pemutusan total aliran sementara PDAM pada hari Sabtu (28/7/2017) selama sehari.

“ Kami mohon ma’af kepada semua pihak pada hari Sabtu besuk aliran PDAM akan di hentikan sementara untuk menyambung jaringan induk selama sehari….” imbuh Kohar.