BALITA 5 BULAN LAHIR TANPA ANUS, BUTUH BANTUAN BIAYA OPERASI

oleh

jatengtime.com.-Madina-Nasib malang diderita Ahmad Sandra, Balita laki-laki berusia 5 bulan, Anak dari pasangan Ilmah Hasibuan (32) dan Syarifuddin Nasution (35), warga Desa Sopo Batu, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

 Ahmad Sandra, balita berjenis kelamin laki-laki berusia 5 bulan itu tampak normal seperti balita lainnya ternyata menderita kelainan tidak memiliki lubang anus sejak lahir.

Menurut pengakuan ibunda Ahmad Sandra, sejak berumur tiga hari, anaknya tidak bisa buang air besar. Sehingga kotoran yang di dalam perutnya terpaksa dikeluarkan melalui usus di bagian perut.

Untuk menjaga agar kotoran balitanya tidak kena baju dan tercium bau, maka diakali dengan dibungkus menggunakan kain kecil.

” Kotoran dikeluarkan melalui usus di bagian perut. Memang ngak ada masalah, tetapi saya sebagai orangtua kasihan melihat kondisinya ” tutur Ilmah sang bunda kepada sejumlah wartawan dikediamannya, Senin (29/1/2018)

Ilmah menambahkan, sesudah Ahmad Sandra berusia satu minggu sudah pernah di bawa ke Rumah Sakit M. Jamil Padang provinsi Sumatera Barat dan ketika itu menghabiskan biaya lebih dari Lima Juta Rupiah yang dia pinjam dari tetangga.

“Hingga saat ini uang yang di pinjam ke tetangga belum juga bisa dikembalikan…” ungkap Ilmah  sedih.

Upaya keluarga untuk mengobati Ahmad Sandra terus dilakukan, tapi sampai sejauh ini belum membuahkan hasil. Orang tua balita malang ini mengaku sangat kesulitan memperoleh biaya untuk mengupayakan operasi pembuatan lubang anus yang mencapai puluhan juta rupiah.

” Rencananya, Ahmad mau saya bawa ke RS. M Jamil Padang lagi untuk operasi, tapi kami kesulitan dengan biaya operasi…” ujarnya.

Wartawan yang meliput merasa iba dengan Ilmah yang mengaku tak henti-hentinya menitikan air mata ketika menatap wajah anak kesayangannya yang masih balita mengalami penderitaan yang luar biasa.

“Saya sudah tidak bisa ngomong apa-apa karena tidak mempunyai uang untuk biaya operasi Ahmad. Memang kami memiliki BPJS, tapi, yang menjadi beban buat saya untuk biaya nanti di RS M Jamil Padang…” ucapnya.

” Kami hanya bisa mohon bantuan kepada para dermawan untuk membantu mengobati anak saya…” ucap Ilma sambil meneteskan air mata.

Sementara Syahdan Nasution (38), salah satu warga setempat mengatakan, sangat kasihan melihat balita yang juga anak dari tetangganya, tapi apa mau di kata dirinyapun tak mampu untuk membantu biaya operasi balita itu hingga jutaan rupiah,

“.Saya mau bantu, namun kehidupan sayapun masih paspasan.” ujarnya

Selain kasihan, Syahdan pun berharap ada perhatian dari seorang dermawan kepada tetangganya berupa bantuan dana berobat.

” Kasihan kami melihatnya setiap hari anak itu sering merintih kesakitan, orangtuanya pun sering curhat untuk kelanjutan biaya pengobatan Ahmad yang kabarnya butuh biaya besar…” kata Syahdan.