,

PANTAI ISTAMBUL TAMBAKBULUSAN, PANTAI KUTANYA DEMAK KOTA WALI

oleh

Jatengtime.com-Demak-Program unggulan Pemkab Demak mengajak semua lapisan masyarakat dan pemerintahan desa untuk berlomba membuka potensi sumber daya alam guna menambah penghasilan warga maupun membuka lapangan kerja di seluruh wilayah kabupaten Demak mulai menampakan hasil.

Topografi Kabupaten Demak yang cukup komplit dari wilayah dataran sedang, rendah dan pantai mulai di garap pemerintah desa untuk digali sumber daya alamnya demi kemakmuran rakyat.

Bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan baik perikanan darat dan laut mulai digarap lebih intensif oleh semua elemen rakyat dan pemerintahan desa. Genderang lomba membangun Kabupaten Demak mulai menampakan hasil.

Tak ketinggalan desa-desa pesisir dengan sumber alam yang luas mulai melirik lahan-lahan yang selama kurun waktu terakir seakan tidur karena rob, kualitas air laut yang mulai buruk sehingga mengakibatkan ribuan hektar tambak udang dan bandeng terpuruk. Belum lagi tangkapan ikan di laut semakin berkurang.

Keadaan seperti ini dianggap masyarakat pesisir harus memutar akal untuk tetap melangsungkan kehidupan. Terobosan berilian mengubah alam yang tidur menjadi obyek wisata yang memang sudah terbentuk dari alam menjadi pilihan cerdas.

Kabupaten Demak yang mempunyai sabuk pantai yang cukup luas menjanjikan penghasilan tambahan dan tidak menutup kemungkinan menjadi penghasilan utama desa.

Seperti pantai di Desa Tambak bulusan, Kecamatan Karang tengah, kabupaten Demak mulai di garap serius oleh masyarakat dan pemerintah desa.

Pantai yang kemudian diberi nama Pantai Istambul ( Istana Tambak bulusan ) yang dikelola BUMDes dengan sistem bagi hasil dengan warga, berjarak sekitar 9 km dari jalan Pantura Demak-Semarang ( Jembatan Wonokerto ), Sabtu (23/06/2018) secara resmi dibuka Bupati Demak, HM.Natsir.

Bupati dan Forkopimda kemudian melihat langsung keadaan pantai yang oleh beberapa pengunjung mirip dengan pantai Kuta, Bali.

Rombongan Bupati dan Forkopimda di dampingi Kepala Desa Ahmad Habibullah menggunakan perahi mesin tempel dengan pengamanan standart pelampung untuk siapa saja yang akan menuju pantai Istambul dari dermaga desa menyusuri sungai yang diapit hamparan hutan mangrove hingga sampai dermaga hutan mangrove pantai Istambul.

Kemudian Bupati dan rombongan yang siang itu berbaur dengan pengunjung menyusuri trek hutan mangrove berlantai kayu sepanjang sekitar 500 meter dan kemudian tampak hamparan pasir hitam kekuningan kas pantai utara Jawa terbentang luas.

Bupati HM. Natsir setelah ikut berbasah setinggi lutut menemui pengunjung yang sedang menikmati wisata bahari pantai Istambul menyatakan bahwa upaya pemerintah desa dan masyarakat yang berhasil menyulap lahan tidur menjadi tempat destinasi wisata ini sangat apresiatif.