TIM DU PMI DEMAK BIKIN MENU SPESIAL, BOTOK PACE DI LOKASI GEMPA LOMBOK

oleh

Jatengtime.com-Demak-Tim DU ( Dapur Umum ) andalan PMI Cabang Demak di Posko Kayangan KLU (Kab. Lombok Utara) selalu penuh inovatif dalam menyajikan menu masakan untuk relawan dan masyarakat korban gempa Lombok dengan memanfaatkan bahan baku makanan alami dan menyehatkan, Senin, (20/8/2018) menu Botok daun pace ( Mengkudu ) menjadi menu sarapan istimewa untuk korban gempa dan relawan.

Tim DU dari Kota Wali ini sangat paham kasiat dari daun pace/ mengkudu ( Morinda citrifolia ) sangat baik untuk kesehatan tubuh apalagi untuk konsumsi relawan atau warga yang sedang mengalami musibah bencana alam yang sangat berdampak pada kesehatan.

Melihat ada pohon mengkudu yang ditebang didekat lokasi dapur umum tim Relawan dan Sibat dari Demak seketika ditangkap oleh 8 personil pilihan ini untuk memanfaatkan daun mengkudu yang kaya akan nutrisi alami yang lengkap dan sangat dibutuhkan tubuh seperti Selenium sebagai anti oksidan, Terpenoid untuk pemulihan sel-sel tubuh dan saraf otak, bahkan senyawa aktif pembunuh berbagai bakteri juga ada dalam mengkudu.

8 Personil tangguh anggota PMI Cabang Demak ini kemungkinan menerapkan filosofi Sunan Kalijaga terkait pemanfaatan alam untuk kesehatan jasmani atau rohani disaat sedang tertimpa cobaan bencana, yaitu filosofi NING-DU ( Ning-Du, Ening yang diaDU ), ening hati dan pikiran ketika sedang mendapat cobaan dari Allah SWT untuk tetap sabar dan penuh keimanan.

Filosofi yang kaya akan pesan moral lingkungan yang diambil dari tanaman-tanaman berkasiat Kemuning dan Mengkudu ( Pace ) sebagai bahan makanan warga yang sedang dalam keadaan tertimpa bencana alam mutlat diperlukan. Korban bencana butuk makanan dengan gizi yang komplit.

Tidak hanya makanan yang mengenyangkan perut, namun makanan yang bersih dan mengandung asupan gizi yang komplit bagi warga atau relawan sangat membantu kesehatan atau bahkan pemulihan kesehatan fisik dan psikis sangat diperlukan oleh warga, serta relawan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan juga harus terjaga kesehatanya.

Rais, salah satu relawan mengabarkan setelah warga dan relawan merasakan botok pace dari Demak yang berisi bahan-bahan daging ayam, tahu, tempe, telur, parutan kelapa, dan bumbu-bumbu yang dibungkus daun pace sangat enak. Bahkan warga dan relawan meminta agar tim Dapur Umum dari Demak sudi berbagi resep dan cara memasak botok pace.

“ Mereka menyatakan botok pace enak dan meminta tim DU Demak untuk mengajari cara membuat botok pace….” kata Rais terharu.