ANGGOTA KODIM 0716/ DEMAK RELA DITAMPAR MANULA DEMI BEDAH RUMAH SUKSES

oleh

Jatengtime.com-Demak-Kalau urusan pertempuran dimedan perang, setiap anggota TNI sudah terlatih dengan baik. Tapi bagaimana kalau anggota TNI dengan sangat terpaksa mengefakuasi 2 nenek-nenek manula ( ma’af dalam kondisi tuna rungu ) yang rumahnya sedang direnovasi dalam program bedah rumah karena rumah yang didiami mereka hampir roboh.

Hal ini terjadi di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak pada saat berlangsung proses awal bedah rumah.( http://www.jatengtime.com/2018/09/30/pemkab-demak-tni-polri-dan-warga-desa-bedah-rumah-yang-dihuni-3-manula-2-tuna-rungu.html ).

Mbah Nurwati (80), nenek yang paling tua sudah lebih dahulu menyingkir karena beliau paham rumahnya akan dirobohkan untuk dibangun kembali. Namun ke 2 adiknya Ngajirah (75) dan Wariati (65) tetap tidak mau meninggalkan kamarnya.

Bukan pekerjaan mudah membujuk 2 nenek-nenek untuk mengungsi sementara. Berjam-jam perangkat desa dan tetangga membujuk ke 2 nenek ini untuk mau mengungsi sementara, namun mereka tetap ngotot tidak mau pergi.

Akirnya secara sepontanitas dengan sedikit bernada canda penuh kekeluargaan, warga memohon kepada Babinsa Kodim 0716/ Demak Serma Thohir dan Serda Wagimin untuk membujuk nenek-nenek ini untuk mau diajak mengungsi dirumah tetangga untuk sementara.

“ Mungkin kalau yang ngajak bapak-bapak tentara mbah-mbah ini mau nurut…” ujar warga.

Nasib baik berpihak pada Serda Wagimin, mbah Wariati mau dibopong untuk pindah kelokasi yang aman. Namun Serma Thohir harus merelakan wajahnya ditampar mbah Ngajirah yang berontak ketika mau digendong padahal kaki mbah Ngajirah sedang dalam keadaan sakit dan harus melewati jalan yang penuh kerikil dan batu tajam.

Dengan penuh kesabaran Serma Thohir menuntun mbah Ngajirah berjalan menuju lokasi sementara mereka tinggal selama rumah tersebut direnovasi.