oleh

ANDI ARIEF MERENGEK MINTA TOLONG PRESIDEN DAN KAPOLRI, RUMAHNYA DI GRUDUK MOBIL POLDA

Jatengtime.com-Jakarta-Buntut dari kabar hoax 7 kontainer berisi 70 juta surat suara yang sudah di coblos pasangan Capres-cawapres nomor 01 ( Jokow-KH Makruf Amin ) sangat merugikan pihak KPU serta pihak Capres-cawapres nomor 01.

Bisa jadi janji Polri untuk segera mengusut tuntas siapa saja penyebar bahkan dalang berita hoax mulai diburu untuk diproses dengan pasal berlapis.

Apalagi Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sudah berhasil mengamankan 2 orang terkait penyebaran hoax ini di Bogor, Jawa Barat, dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief sebagai orang yang ditengarai penyebar kabar hoax lewat cuitan twitternya merasa ulahnya bakal diendus pihak Polri sudah mulai ketakutan dan ciut nyalinya.

Dia mengaku rumahnya yang berada di Lampung digeruduk 2 unit mobil cyber Polda.

Andi tanpa sungkan dan malu merengek meminta Presiden Joko Widodo, orang yang sangat dirugikan akibat ulahnya untuk menghentikan aksi Polri lewat cuitan twitternya kembali.

“ Ini bukan negara komunis.

Penggerudukan rumah saya di Lampung seperti negara komunis.

Mohon hentikan Bapak Presiden…”

Andi juga merengek lewat twitter andalanya minta tolong kepada Kapolri. Bahkan Andi mengizinkan tweetnya dikutip.

“ Rumah saya di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber.

Pak Kapolri, apa salah saya.

Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan…”

Andi menerangkan diberi kabar kerabatnya di Bandar Lampung, rumahnya yang digeruduk 2 mobil Polda.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed