Cukupi Alat, Tak Ada Lagi Alasan Jalan Lubang

oleh
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

PURWODADI – Percepatan menambal jalan berlubang di berbagai ruas jalan di Provinsi Jawa Tengah mutlak dilakukan demi menyukseskan program Jawa Tengah Tanpa Lubang (JTL). Sayangnya, percepatan itu terkendala pada terbatasnya alat angkut dan alat penambal.

“Di kantor saya ada enam pengamat jalan. Kami kerjanya royokan. Siapa yang cepat ambil alat, dia yang tambal duluan. Masalahnya, alat kurang Pak. Di ruas jalan yang saya amati sepanjang 32 km saja estimasinya ada 250 titik jalan lubang,” ujar Muhammad Soleh, salah seorang pengamat jalan Blora saat dialog interaktif Ngopi Bareng Mas Ganjar “Mewujudkan Jawa Tengah Bebas Jalan Berlubang” di Omah Kopi, Kamis (7/5).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh beberapa pengamat jalan lainnya. Seperti Sugeng, pengamat jalan Solo, dan pengamat jalan Cepu, Syaiful Hadi. Keduanya meminta pengadaan alat angkut material berupa pick up kepada pemerintah.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Ir Bambang Nugroho K MSi membenarkan, kebutuhan utama para petugas pengamat jalan antara lain kendaraan operasional yang nantinya bisa menampung material aspal sekitar dua kubik dan alat bantunya.

“Kita adakan juga alat pemadat sederhana. Pick up rencana ada sembilan unit dan roda tiga sebanyak delapan belas unit. Itu akan kita bagikan ke Balai Pelaksana Teknis,” terangnya.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP mengapresiasi semangat para petugas pengamat jalan untuk menyukseskan program JTL. Menurutnya, mereka tidak perlu gelisah terhadap persoalan keterbatasan alat karena pemerintah melalui dinas terkait siap menyediakan peralatan yang dibutuhkan.

“Mereka akan kita support. Saya rasa sisa lelang kemarin cukup banyak. Jika kita bisa melakukan penghematan dari situ, maka teman-teman tidak ada alasan lagi jalan belum sempat ditambal. Saya senang karena mereka bicara ‘saya siap, Pak’,” pungkasnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.