GALANG DANA AKBAR PAMMI DEMAK TERKUMPUL RP 10.300.000 UNTUK KORBAN BENCANA

oleh

Jatengtime.com-Demak-Aksi penggalangan dana untuk korban bencana alam yang diadakan ratusan anggota PAMMI Demak yang ke 5, Sabtu (10/10/2018) di jalan pertigaan Kodim 0716 telah sukses dan mendapatkan donasi senilai Rp 10.300.000 dan langsung diserahkan kepada anggota PMI Demak yang siaga di lokasi.

Aksi penggalangan terakir yang dapat dipersembahkan oleh ratusan penyanyi, musisi, mc dan kru orkes dangdut Demak dan didukung oleh petugas kesehatan dan mobil donor darah dari PMI Demak didisi oleh berbagai grup musik dari Demak.

Ternyata kegiatan “ ngamen “ kemanusiaan ini juga didukung penyanyi dan musisi dari Semarang, Grobogan, Kudus dan Jepara gratis tanpa meminta bayaran.

Galang donasi PAMMI Demak dengan berat hati dinyatakan berakir untuk sementara waktu karena banyak diantara anggotanya sudah mulai melakukan aktifitas walaupun masa tanggap darurat bencana masih diberlakukan hingga 26/10/2018.

Namun demikian seluruh anggota PAMMI ikut merasa lega dikarenakan mendapat informasi beberapa fasilitas publik seperti listrik dan komunikasi sebagian besar sudah pulih kembali di daerah terdampak bencana.

Pemulihan BTS untuk komunikasi di Sulawesi Tengah dari total 3.519 BTS, tercatat 96,1 persen. Jaringan Telkomsel telah pulih 100 persen.

Pasokan listrik di daerah bencana berangsur pulih hingga mencapai 95 persen. Tujuh gardu induk, 2.086 gardu distribusi dan 45 unit penyulang serta 70 dari 77 unit genset telah berhasil dioperasikan. Pelayanan listrik total mencapai 95 persen kecuali disebagian Kecamatan Sindue, Balaesang Tanjung dan Sirenja sehingga perlu dioperasikan genset dan pemasangan instalasi listrik di lokasi pengungsi.

25 SPBU telah beroperasi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, yang dibantu dengan 13 unit mobil tangki dengan dispenser, distribusi melalu 40 truk tangki BBM dengan mengerahkan 132 relawan operator SPBU.

Kondisi perekonomian berangsur-angsur normal kembali. Sebanyak 25 pasar daerah, 3 pasar tradisional, 3 pasar swalayan, dan 17 perbankan telah kembali beroperasi.

Sekolah darurat telah dijalankan meski masih ada kekurangan tenda darurat dan sarana prasarana pendidikan dan belum semua siswa masuk sekolah.