OTAK HOAX 7 KONTAINER DITANGKAP, KUBU PRABOWO TIDAK MENGAKUI

oleh

Jatengtime.com-Jakarta-Setelah mengamankan 3 tersangka penyebar berita hoax 7 kontainer yang berisi 7 juta surat suara yang sudah dicoblos pada bagian nomor urut 1 ( Jokowi _ KH Makruf Amin ), Polri mengembangkan kasus dengan memburu pelaku pembuat berita Hoax.

Unit kusus Siber Bareskrim Polri dengan alat canggih Scientific Identification Lab Forensik bekerjasama dengan Kementrian Kominfo dengan menggunakan alat kusus yang dinamakan mesin AIS langsung melacak sindikat Hoax ini.

Identifikasi mesin canggih dibawah kendali Direktorat Pengendalian Konten Internet Direktorat Pengendalian Ditjen Aplikasi Informatika Keminfo menunjukan kemunculan informasi hoax pertama kali terjadi tanggal 1 Januari 2019 pukul 23:35 WIB, termasuk rekaman suara selanjutnya tersebar ke sejumlah akun medsos.

Petunjuk awal dari hasil identifikasi dijadikan unit kusus Siber Bareskrim Polri sebagai bahan memburu otak pelaku penyebar hoax yang belakangan diketahui bernama Bagus Bawana Putra, serta telah membuang semua barang bukti ( HP dan sim Card ), menutup akun Medsos dan melarikan diri ke Klaten, Jawa Tengah.

Tak berselang lama Bagus Bawana Putra ( yang santer disebut sebagai Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional/ Kornas Prabowo Presiden ) berhasil diamankan Polri di Sragen, Jawa Tengah.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Rachmad Wibowo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (9/1/2019) menerangkan BBP (Bagus Bawana Putra ) setelah menyebar hoaks, membuang seluruh barang bukti seperti handphone dan kartu SIM Card kemudian melarikan diri ke Sragen, Jawa Tengah. Dan berhasil diamankan pada tanggal Januari 2019.

“ BBP berhasil kita amankan di Sragen tanggal 7 Januari. Kami bisa mendeteksi keberadaanya di beberapa platform medsos. Tersangka kabur ke Sragen setelah menutup akunnya, membuang HP, dan kartu sim cardnya..” kata Rachmad.

Bagus ( yang menjabat sebagai Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional/ Kornas Prabowo Presiden ) kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun malang, Bagus tidak diakui sebagai kelompok relawan binaan kubu Prabowo – Sandi.

Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad mengaskan bahwa Kornas tidak terdaftar resmi di BPN Prabowo – Sandi.

“ Kami cek dan dipastikan (Kornas) bukan kelompok relawan binaan. Bahkan tidak resmi terdaftar di BPN Prabowo-Sandi…” ujar Sufmi.