BUPATI PANIAI JENIUS, TEMUKAN KORUPSI YANG TAK DIPERKIRAKAN BPK DAN KPK

oleh

Jatengtime.com-Jakarta- Meki Nawipa, Bupati Kabupaten Paniai, propinsi Papua yang dilantik tanggal 23 November 2018 lalu tergolong sangat jenius membongkar praktek korupsi yang bahkan tidak terduga oleh BPK maupun KPK.

Kejeniusan Meki Nawipa yang ternyata mantan penerbang dengan jam terbang 15 tahun dari suku Mee bahkan dapat dijadikan rekomendasi seluruh kepala daerah baik setingkat Bupati atau Gubernur se Indonesia.

Meki menemukan metode korupsi masif dan rapi yang tidak terendus dan bahkan diyakini sudah berlangsung cukup lama di kabupaten Paniai, yaitu korupsi yang dilakukan pihak tertentu dan kemungkinan ada kerja sama dengan oknum bank memasukan nama pegawai honorer dalam surat keputusan (SK) dengan jumlah yang tidak wajar serta tidak diketahui publik.

Seperti yang di lansir wagadei.com, nama-nama yang dimasukan dalam daftar SK merupakan orang dari luar Papua, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku dan asli Paniai adalah fiktif.

Dengan teknik ini pelaku dengan leluasa mengeluarkan uang dari Bank Papua Cabang Enarotali dan dalam satu tahun Bank Papua Cabang Enarotali telah mengeluarkan uang Rp 50 Miliar.

“ Kami temukan salah satu pintu korupsi yang tidak diketahui oleh orang, bahkan mungkin BPK dan KPK juga tidak tahu, bahwa ada oknum tertentu yang bermain dengan pihak Bank Papua. Ini cara halus. Mereka masukan nama pegawai honor hingga ribuan orang…” ungkap Meki.

” Bayangkan berapa uang yang mereka curi dalam lima tahun kalau satu tahun saja sudah Rp 50 Miliar. Ini bukan uang kecil, ini uang milik rakyat Paniai. Orang-orang tidak bertanggung jawab sudah kuras habis. Orang-orang yang bermain itu saya sudah tahu. Sekali lagi, jangan mencuri lagi. Kalau mau curi lagi di atas tanah Paniai, lebih baik kau pulang ke kampungmu. Ya, kita harus bersihkan…” imbuhnya.

Meki kemudian melakukan tindakan preventif meminta kepada semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintahan yang beribu kota Eranotali dan memliki 15 lapangan terbang untuk melakukan pendataan ulang bagi semua pegawai honorer dalam triwulan awal.