oleh

MALING ATM CANGGIH, PUNYA MESIN ATM SENDIRI, BERAKSI PAKAI JILBAB, SUKSES BOBOL 91 KALI.

Jatengtime.com-Jakarta-Modus operasi Ramyadjie Priambodo ( konon saudara jauh Prabowo Subiyanto dan menjabat bendahara TIDAR, organisasi sayap partai Gerindra ) dalam melaksakan aksinya membobol ATM tergolong canggih.

Ramyadjie yang tertangkap Polda Metro Jaya karena adanya laporan dari bank BCA, dan dibekuk saat sedang berada di apartemen di daerah Jakarta Selat, mempunyai modus canggih dan terkesan profesional dalam melakukan kejahatan skimming antara lain :

Melakukan aksi kejahatan membobol mesin ATM sendirian, tanpa dibantu orang lain.
Ramyadjie Priambodo tergolong penjahat pembobol ATM profesional dan terlatih yang melakukan aksinya sendirian karena dia paham untuk melakukannya hanya bisa dilakukan oleh orang yang paham seluk beluk teknologi komputer.

Mempunyai mesin ATM sendiri didalam kamar apartemenya guna mempelajari kelemahan  system mesin ATM.
Dalam kamar Ramy, petugas menemukan sebuah mesin ATM. Kepada petugas mesin ATM itu dibelinya dari seseorang dan sudah dalam kondisi mati untuk dipelajari kelemahan system sebuah mesin ATM bisa jadi system hardwarenya atau system Electronic Data Capture (EDC) untuk memindahkan sejumlah uang nasabah ke rekeningnya, namun dia belum mengaku darimana dia membeli mesin ATM tersebut.

– Mengelabui publik dan CCTV dengan memakai jilbab dan masker penutup wajah agar terkesan sebagai seorang perempuan.
Dalam melakukan aksinya seperti yang terekaman CCTV di salah satu ATM di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. Ramyadjie menyamar sebagai seorang wanita dengan mengenakan jilbab. Untuk menyempurnakan penampilannya sebagai perempuan, Ramy juga menggunakan masker, agar tidak tampak wajahnya. Sekilas memang benar-benar mirip dengan sosok perempuan.

– Sukses melakukan aksi kejahatan sebanyak 91 kali.
Dengan pengetahuannya seputar kelemahan ATM dan alat skimming yang ia punyai, Ramyadjie ternyata telah sukses membobol ATM sebanyak 91 kali. Semua transaksi yang dia lakukan menggunakan bitcoin atau mata uang virtual. Target wilayah yang menjadi sasaran pembobolan dilakukan di Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. Terakhir saat ditangkap pada akhir Februari lalu, dia berhasil menggasak uang sejumlah Rp 300 juta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed