oleh

BANG JACK BUNGKAM TUDUHAN “ POLISI TEBANG PILIH TANGANI KASUS ANCAM JOKOWI “

Jatengtime.com-Penangkapan Hermawan Susanto (HS), pria yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi oleh tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Minggu (12/5/2019) pagi sontak mendapat apresiasi dari masyarakat dan netizen.

Namun ternyata ada pihak yang tidak terima, dan konten bernada meremehkan kinerja Polri beredar masif di media sosial.

Konten dengan rangkaian kalimat yang cukup profokatif dan masif disebarkan pihak tertentu :
– Polisi Dagelan.
– Ana Cina ancam tembak Jokowi, dibebaskan dengan dalih lucu-lucuan.
– Anak pribumi ancam penggal Jokowi langsung ditangkap & diancam hukuman mati.
-Selamat datang di Negara bagian RRC yang bernama Indonesia.

Konten yang tanpa bukti dan dasar yang benar dan Hoax yang menyudutkan instituli Polri tersebut langsung di tepis oleh Aiptu Jakaria.

Aiptu Jakaria ( Terkenal dengan sebutan Bang Jack ) adalah anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang ikut menangkap Hermawan Susanto ( Dikenal sebagai seorang Polisi nyentrik dalam berpenampilan, berambut gondrong di semir dengan tatto di bagian lengannya ) dalam akun instagramnya, @jacklyn_choppers mengunggah sebuah rekaman video dengan tujuan meluruskan persoalan yang sebenarnya.

Jiwa Bhayangkara Aiptu Zakaria, anggota polisi yang memang aktif di sosial media dengan puluhan ribu pengikut atau followers dan yang pernah diberondong penjahat dengan 11 peluru yang bersarang di tubuhnya, merasa terpanggil untuk memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak termakan berita hoax.

“ Itu ngga bener alias Hoax. Untuk Rekan-rekan dan Saudara2ku…bijak dan cerdaslah dalam bermedia Sosial…Saring sebelum sharing. Salam..Indonesia damai NKRI 100 persen harga mati..Merdeka…Tegas Bang Jack.

Siapakah Bang Jack…?

Berawal dari sebuah tugas berat memburu gembong perampok mesim ATM Rp 2,8 milliar yang dibentuk dari gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Lampung, Bang Jack masih berpangkat Brigadir.

Tim gabungan itu mencurigai mobil pelaku sedang ada di pinggir jalan, 2 atasannya turun untuk mengecek mobil tersebut.

Brigadir Jakaria langsung menyerbu masuk ke dalam mobil yang ternyata terdapat para pelaku dan langsung terlibat baku tembak. Satu pelaku berhasil di tangkap, dan satu pelaku lainnya tewas di tempat.

Namun tubuh Brigadir Jack harus menerima banyak tembakan yang menembus tubuhnya serta 11 peluru bersarang di tubuhnya.

11 peluru yang bersarang di tubuh Bang Jack hampir merenggut nyawanya,
– 2 peluru bersarang persis di sebelah jantung.
– 3 peluru menghancurkan tulang dan syaraf tangan kirinya tidak diangkat sampai sekarang.
– 1 peluru nyaris menembus alat vitalnya, tertahan oleh uang operasional untuk keperluan memburu pelaku berupa pecahan Rp 50 ribu sejumlah Rp 5 juta yang kebetulan disimpan di sakunya.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed