oleh

BUPATI DEMAK DAN FORKOPIMDA HADIRI PEMBUKAAN SYAWALAN KALI INI DI DESA BUNGO

Jatengtime.com-Demak-Jika kunjungan rutin Bupati Demak HM. Natsir M. Pd untuk menghadiri pembukaan tradisi Syawalan atau Bada Kupat, budaya tiap 7 hari sehabis Iedul Fitri tahun 2018 lalu di obyek wisata pantai Istambul (https://www.jatengtime.com/2018/06/24/pantai-istambul-tambakbulusan-pantai-kutanya-demak-kota-wali.html).

Kali ini Rabu (12/06/2019) pukul 09.00 WIB, kunjungan pembukaan Syawalan Bupati dan Forkopimda diadakan di Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ) Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.

Turut hadir dalam kunjungan ini Wakil Bupati Drs. Joko Sutanto, Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar Sik, Komandan Kodim 0716 / Demak Letkol Inf. Abi Kusnianto, Camat Wedung Drs. Mulyanto, Danramil 06 Wedung Kapten Inf. Triyono, Kapolsek Wedung AKP Dafril, Kades Bungo selaku ketua panitia Slamet S. Sos, anggota Dewan dari Nasdem Ibrohim  dan masyarakat sekitar.

Kegiatan yang diawali dengan arak-arakan Larungan Hasil Bumi dari Balai Desa Bungo menuju ke TPI yang berjarak sekitar 1 km.

Kepala Desa Bungo Slamet S. Sos yang juga menjabat sebagai ketua panitia dalam sambutanya menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Bupati dan jajaran Forkopimda Kabupaten Demak dalam pelaksanaan kegiatan syawalan ini.

Slamet S. Sos yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan ini berharap saran dan bimbingan dari Bupati beserta jajaran untuk bisa melestarikan kegiatan syawalan yang diadakan tiap ini menjadi salah satu potensi unggulan destinasi wisata desa disamping potensi nelayan penghasil tangkapan hasil laut.

Bupati Demak H.M Natsir dihadapan forkopimda, tokoh masyarakat dan nelayan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi Syawalan di Desa Bungo yang telah berlangsung tiap tahun.

Bupati juga menyatakan kegiatan kunjunganya dan Forkopimda tiap tahun sengaja diadakan bergilir karena destinasi kegiatan Syawalan di Kabupaten Demak serentak di berbagai lokasi.

Bupati selalu memberikan motifasi ke semua pihak baik pemerintah desa dan masyarakat agar bekerja sama dalam rangka upaya aktif dan inovatif agar kegiatan yang juga dikenal dengan istilah sedekah laut ini menjadi tradisi yang setiap tahun semakin berkembang dan tambah ramai.

Terpisah, Ibrohim menyatakan sedekah laut ini juga sebagai simbul wujud syukur masyarakat Desa Bungo kepada Allah SWT atas nikmat dan rejeki yang didapat berupa tangkapan hasil laut berupa ikan, kepiting dan beragam jenis kerang semakin hari semakin baik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed