oleh

PENJAMASAN PUSAKA PENINGGALAN SUNAN KALIJAGA, DEMAK KEMBALI SAKRAL DAN RUKUN

Jatengtime.com-Demak-Proses penjamasan dua pusaka peninggalan Sunan Kalijaga, keris Kyai Carubuk dan Kotang ( Rompi ) Ontokusumo yang diadakan setiap tahun ( 10 Dzulhijah/ hari raya Kurban ) dalam rangkaian acara Gerebeg Besar kali ini, Minggu (11/8/2019-10 Dzulhijah 1440 H ) pukul 09.00 – 11.30 WIB tampak berbeda.

Setelah sempat terjadi perbedaan pendapat antara pihak Kasepuhan dan Lembaga Adat Kadilangu ( LAK ) sehingga terpaksa proses penjamasan dilaksanakan dua kali selama kurun waktu enam tahun, tahun 2019 ini pelaksanaan penjamasan dilaksanakan satu kali.

Bersatunya kembali Trah Wali yang terkenal dengan karyanya Soko Tatal dan wayang ini ditandai dengan terpilihnya H.R. MC Imam Santoso, SH, M.Hum sebagai sesepuh Keluarga Besar Ahli Waris Sunan Kalijaga ( KBAWSK ).

Dengan bersatunya Keluarga Besar Ahli Waris Sunan Kalijaga membuat prosesi budaya Gerebeg Besar, Kirab Prajurit Patang Puluhan dan penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga yang selalu dipadati ribuan penonton kembali sakral dan damai.

Rangkaian acara Kirab budaya yang selalu di tunggu-tunggu masyarakat Demak dan sekitarnya diawali dengan pelepasan Prajurit Patang Puluhan, kereta/ andong yang dinaiki Bupati HM. Natsir beserta ibu, Wakil Bupati Drs.Joko Santoso, Sekretaris Daerah dr.Singgih Setiyono.M.Kes, Asisten, staf ahli, Forkopimda dan Kepala OPD, kelompok rebana Zipin menuju ke Makam Sunan Kalijaga, Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak yang berjarak sekitar 2 kilo meter.

Pukul  10.00 WIB Prajurit Patang Puluhan, Forkopimda dan rombongan kirab tiba di komplek Makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak melaksanakan kegiatan tahlil.

Tidak berlangsung lama datang rombongan Keluarga Besar Ahli Waris Sunan Kalijaga yang dipimpin H.R. MC Imam Santoso, SH, M.Hum, dengan formasi : Sawur oleh Sentono bertombak, Puteri Domas, Putra Manggoloyudho, kelompok rebana Terbang Bantenan yang dikawal oleh Laskar Kalijaga, Tim pembawa minyak Jamas dikawal oleh kelompok bela diri silat Pager Nusa, Tim Penjamas Sesepuh dilawal oleh Laskar Kalijaga, dan tamu undangan setelah sebelumnya diadakan prosesi Pasrah Tampi minyak jamas dari Lurahing Tamtama kepada sesepuh Ahli Waris Sunan Kalijaga, dan tamu undangan di Gedong Pangeran Wijil V.

Puncak acara prosesi penjamasan di depan gedung/ cungkup makam Sunan Kalijaga diawali dengan acara Pembukaan, Tahlil dan Doa, Membuka pintu makam, Pelaksanaan Penjamasan. Selama proses penjamasan di dalam gedung berlangsung, diluar gedung dilaksanakan Istighosah.

Pukul 11.30  WIB prosesi penjamasan selesai, rombongan Bupati Demak dan Ahli Waris Sunan Kalijaga beserta Tim Jamas meninggalkan Makam menuju ke Gedong Pangeran Wijil V untuk beramah tamah. ( Ninik W )

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed