oleh

KAPOLRES LUMAJANG HALALKAN DARAH BEGAL DITEMBAK MATI

Jatengtime.com-Lumajang-Nama Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban mendadak terkenal di dunia maya karena pernyataan sikap tegas terkait maraknya aksi biadab begal di wilayah hukum Polres Lumajang hingga memakan korban jiwa korban pembegalan.

Tidak tanggung-tanggung, sikap tegas Bhayangkara nomor satu di Polres Lumajang ini dituliskan melalui akun pribadinya “ Arsal Sahban “ di media sosial Facebook dan dibagikan ke akun grup “ Sababat M.A.S “ agar anak buahnya menembak mati pelaku begal.

AKBP M Arsal Sahban ibarat “ Marshall Heck Ghomes yang melegenda “ pada akir tahun 1800 an dalam memburu para penjahat di wilayah bagian Oklahoma ( Amerika Serikat ) dan layak di tiru semua jajaran Korps Bhayangkara ini, juga tidak lupa menyampaikan permohonan ma’af yang sangat mendalam dan “ merasa bersalah “ atas aksi biadab begal terjadi di Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (21/9/2019) malam.

Aksi sadis begal tersebut memakan korban pasangan suami istri Rismiyanto (37), dan Liyatus Solikah (30) yang tercatat sebagai warga Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Rismiyanto meninggal dunia setelah terluka parah di bagian dada akibat dibacok begal.

AKBP M Arsal Sahban dalam akun Facebooknya menulis :

“ Kepada masyarakat Lumajang dan sekitarnya. Saya Kapolres Lumajang mohon maaf yang sangat mendalam atas kejadian begal yang menyebabkan meninggalnya salah satu warga Jember semalam.
Ini tentu merupakan tanggung jawab saya.
Saya sangat merasa Bersalah atas kejadian ini.
Pelaku harus bisa kita tangkap.
Katim Cobra sudah saya perintahkan agar dengan segala cara bisa menangkap pelakunya. KATIM COBRA HARUS TEMBAK DITEMPAT PELAKU BEGAL.
PELAKU BEGAL SAYA HALALKAN DARAHNYA.
SILAHKAN BAGI MASYARAKAT UNTUK MENUMPAS, JANGAN TAKUT DAN RAGU “

Kepada wartawan M Arsal, Minggu (22/9/2019) mengakui pernyataan dalam akun Facebooknya termasuk penekanan halalkan darah begal.

“ Iya ( halalkan darah begal ), kasihan korban begalnya. Saya tidak ingin lagi ada kejadian begal di Lumajang, apalagi sampai meninggal. Kami harus lakukan segala cara untuk menghentikan kejadian begal yang sepertinya membudaya di Lumajang “ kata AKBP M Arsal Sahban dengan tegas.

Kapolres Sahban juga meminta kerjasama masyarakat dengan Polres Lumajang termasuk untuk tidak membeli kendaraan bodong hasil kejahatan.

“ Saya juga berharap kepada masyarakat Lumajang yang mengetahui pelakunya agar menginformasikan kepada kami. Kami akan kami lindungi dan kami rahasiakan. Saya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak membeli kendaraan bodong karena akan menyuburkan pelaku begal untuk melakukan pembegalan kepada korban-korbannya. Bila peminat motor bodong tinggi, maka suplainya pasti meningkat. Dan suplai motor bodong pasti dari tindak kejahatan seperti Begal…” sambungnya bijaksana.

“ Ke depan, saya akan mencari segala cara untuk membuat Lumajang aman dan terbebas dari masalah BEGAL. Maka saya mohon dukungannya dari semua lapisan masyarakat Lumajang…” pungkasnya.

News Feed