oleh

MAHASISWA PAPUA MINTA MA’AF ATAS TRAGEDI WAMENA DAN SERUKAN PERDAMAIAN

Jatengtime.com-Jakarta-Sifat kesatria layak ditiru dilakukan tiga organisasi mahasiswa Papua dan Papua barat yaitu “ Permohonan Ma’af Kepada Warga Luar Papua Yang Tinggal di Wamena, atas akibat yang harus ditanggung terkait tragedi Wamena dan Jayapura “.

Dalam aksinya, para mahasiswa secara bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk rasa persatuan dan nasionalisme.

Aksi yang tidak semua orang mampu melakukanya ( Mohon Ma’af padahal bukan pelaku/ orang yang salah ) di Anjungan Papua Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ), Jum’at (4/10/2019) mahasiswa Papua juga mengajak perdamaian di Wamena dan Jayapura, Papua dilakukan organisasi mahasiswa :
– Himpunan Mahasiswa Kaimana ( Himaka ).
– Ikatan Mahasiswa se-Papua ( Imasepa ).
– Himpunan Mahasiswa Manokwari ( Himawari ).

Ketua Himpunan Mahasiswa Kaimana, Moytuer Boymasa berharap agar permasalahan ini lekas selesai.

“ Kami mahasiswa Papua menyampaikan permohonan ma’af kepada saudara kami yang dari luar papua dan menjadi korban di Jayapura, Wamena. Kami berharap masalah ini semua cepat selesai…” kata Moytuer.

Moytuer berharap pemerintah dan aparat ( TNI, Polri ) yang bertugas terus bergerak dan mengambil langkah yang tepat guna meredam konflik.

“ Kami berharap pemerintah dan aparat segera mengambil keputusan yang tepat agar konflik di Papua segera tertangani dengan baik. Supaya saudara kita tidak lagi bermasalah dan yang tidak salah, tidak jadi korban…” pintanya.

Walaupun kondisi di Wamena dan Jayapura sudah mulai membaik, Moytuer dan segenap mahasiswa Papua tetap meminta pemerintah dan aparat terus menerus melakukan sinergi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Moytuer juga meminta agar masyarakat di Wamena dan Jayapura menghentikan konflik karena tidak memiliki dampak positif tapi justru hanya menimbulkan korban.

Untuk diketahui, kerusuhan yang terjadi di Wamena pada Senin (23/9/2019) mengakibatkan 32 orang meninggal dunia, 67 orang luka-luka, kendaraan roda empat, roda dua, ratusan rumah, ruko, dan kantor pemerintahan dirusak dan dibakar massa.

Sekitar 3.000 penduduk Wamena, Kabupaten Jayawijaya mengungsi ke Jayapura. Titik-titik penampungan yang dipakai untuk mengungsi antara lain adalah gedung Mapolres, Kodim, dan beberapa rumah ibadah setempat.