oleh

AIR ROB CEMARI SUNGAI JAJAR, PDAM ANTISIPASI MENINGGIKAN BETON PENAHAN DENGAN SAK PASIR

Jatengtime.com-Demak-PDAM Kabupaten Demak melakukan berbagai upaya untuk menurunkan kadar garam yang tercampur di beberapa sungai yang menjadi sumber air baku PDAM. Hal ini sebagai akibat dari limpasan air rob naik ke beberapa sungai seperti Sungai Jajar dan Sungai Dero.

Direktur PDAM Kabupaten Demak, Qomarul Huda melalui Kepala bagian Produksi PDAM Demak, Sunarto menuturkan, langkah pertama sebagai antisipasi adalah pembendungan dremple Sungai Jajar dan Sungai Dero. “Sejak Selasa (22/10/2019) malam, dremple ( Beton melintang buatan Belanda ) yang ada di Kracaan dan Dero langsung kita bendung dengan sak yang berisi pasir. Ini kita lakukan sebagai antisipasi air rob yang masuk ke sungai tidak semakin banyak”.

Namun menurutnya hal tersebut kurang berhasil karena air rob yang masuk semakin tinggi. “Untuk itu, sejak rabu (23/10/2019) subuh kita lakukan kembali pembendungan di dua sungai yang tercemar air asin. Pemantauan terus kita lakukan. Agar bahan baku air PDAM tidak semakin tercemar”, tuturnya.
Upaya lain yang dilakukan oleh PDAM Kabupaten Demak adalah meminta bantuan penggelontoran air baku dari bendung 8 Gubug. Sejak Selasa (22/10/2019) gelontoran air dengan kapasitas 2000 liter per detik sudah dialirkan. Namun, belum mencukupi akibat bendung yang berada di Sungai Dero kembali jebol. Akibatnya, aliran PDAM ke Kecamatan Wedung dan Bonang putus total.

Menanggapi hal tersebut, pihak PDAM menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Demak utamanya para petani yang sawahnya berada di dekat aliran Sungai Dero untuk tidak menyedot aliran air untuk pengairan sawah. “Kita stabilkan dahulu zat padat yang masuk ke bahan air baku kita. Tepati masa tanam yang ditetapkan oleh Pemerintah. Sehingga masyarakat bisa kembali menikmati aliran PDAM”, tutur Sunarto.

Menurutnya, agar layak dikonsumsi oleh masyarakat, Total Dissolve Solid (TDS) atau zat padat yang terlarut dalam air harus berada dibawah ambang batas. “Idealnya, untuk aliran PDAM, TDS-nya berada pada angka 180-220 miligram per liter. Kemarin waktu tercemar air rob, TDS-nya mencapai 1500 miligram per detik. Maka aliran PDAM-nya kita putuskan terlebih dahulu. Agar tidak membahayakan masyarakat”, ungkapnya.

“Setelah berbagai upaya yang kita lakukan, alhamdulillah saat ini TDS-nya berada di angka 210 miligram/liter. Sehingga layak konsumsi. Kita terus lakukan pemantauan. Agar TDS-nya kembali ke angka semula”.
Sunarto pun meminta masyarakat Kabupaten Demak untuk lebih bersabar. “Kita terus berupaya. Saat ini untuk wilayah perkotaan dalam tahap pemulihan. Insyaa Allah besok sudah kembali normal. Asalkan masyarakat taat terhadap himbauan yang kita keluarkan, pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed