oleh

LETKOL INF. ABI KUSNIANTO TUTUP TMMD SENGKUYUNG III TAHUN 2019

Jatengtime.com-Demak- Komandan Kodim (Dandim) 0716/Demak, Letkol Inf. Abi Kusnianto Kamis (31/10/2019) pukul 08.30 WIB secara resmi menutup Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III tahun 2019.

Upacara penutupan TMMD yang dilaksanakan di Desa Doreng, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak dipimpin langsung Dandim yang gemar olah raga panahan dan dihadiri oleh Wakil Bupati Demak, Drs. Joko Sutanto, jajaran forkopimda, jajaran Forkopimcam serta tamu undangan dari tokoh masyarakat, pemuda dan tamu undangan lainya.

Kegiatan TNI yang langsung serkolaborasi dengan masyarakat diselenggarakan sejak 01 Oktober 2019 hingga 31 Oktober 2019 ini dengan sasaran pada pembangunan fisik dan non fisik.

Untuk pembangunan fisik prajurit Sapta Marga ini telah merampunkan jalan desa dengan kontruksi beton bertulang sepanjang 389 meter.

Sedangkan pembangunan non fisik meliputi pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan pertanian, kamtibmas, kesehatan hingga Keluarga Berencana (KB).

Dalam sambutanya Dandim Abi Kusnianto mengatakan, Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan sarana Komunikasi TNI dan Rakyat secara langsung melalui kegiatan Bhakti TNI dalam menciptakan dan meningkatkan pembangunan wilayah untuk mempertahankan NKRI dengan semangat Gotong royong dan kebersamaan.

“ TMMD adalah bukti nyata Bhakti TNI dalam menciptakan dan meningkatkan pembangunan wilayah untuk mempertahankan NKRI dengan semangat Gotong royong dan kebersamaan. Anggaran untuk TMMD bersumber pada APBD provinsi sebesar Rp 180 juta, APBD Kabupaten Demak Rp 300 juta, serta APBDDes Doreng Rp 50 juta. Total anggaran mencapai Rp 530 juta…” kata Abi.

Bapak dua puteri yang juga Atlit Panahan ini menambahkan, TMMD merupakan kegiatan manunggal TNI dengan masyarakat dalam upaya membantu pemerintah mewujudkan wilayah pertahanan. Melalui TMMD, masyarakat dan prajurit TNI diberdayakan melaksanakan pembangunan fisik dan mental. Selain itu, TMMD juga merupakan upaya kembali memasyarakatkan budaya gotong-royong yang kini kian luntur oleh peradaban modern.

Sementara itu Wakil Bupati Demak, Drs. Joko Sutanto menyatakan sangat apresiatif dengan pelaksanaan TMMD yang secara rutin diselenggarakan tiap tahunnya oleh Kodim Demak.

“ Atas nama pemerintah daerah, Saya bangga dan bahagia karena TMMD dilaksanakan minim setahun 3 (tiga) kali. Saya berharap, nantinya seluruh desa di Kabupaten Demak dapat bergiliran menjadi sasaran TMMD…” ungkapnya.

Wakil Bupati menambahkan, TMMD memiliki nilai yang strategis utamanya dalam percepatan ekonomi masyarakat di kabupaten Demak.

“ Sasaran TMMD pembangunan fisik dan non fisik sangat tepat. Artinya, tidak hanya infrastrukturnya saja yang dibangun, tapi juga masyarakatnya. Sehingga secara tidak langsung selaras dengan upaya Pemkab Demak dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat…” imbuhnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed