oleh

68 PRAMUGARI, AWAK KABIN GARUDA TEMUI MENTERI ERICK THOHIR, MENGADU NASIB

Jatengtime.com-Jakarta-Sebanyak 68 pramugari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Se‎nin (9/12/2019) mendatangi kantor Menteri BUMN, Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Pramugari-pramugara yang dikenal dengan istilah awak kabin dan tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (‎Ikagi) ingin membicarakan mengenai nasib Garuda Indonesia pasca diberhentikannya I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) dari Direktur Utama Garuda Indonesia.

Awak kabin yang datang kompak berbusan batik dipimpin Ketua Ikagi, Zaenal Muttaqin, memenuhi lobi Kementerian BUMN dengan harapan bisa bertemu Erick Thohir untuk mengadu nasibnya yang selama ini tertindas baik fisik bahkan harga diri.

“ Kita semua pengurus dan anggota awak kabin menghadiri pertemuan dengan Kementerian BUMN tadi jam 11.00 WIB. Tadinya kami fikir tidak ketemu Pak Menteri, tapi ternyata pak Menteri sudi menyempatkan bertemu kami…” kata Zaenal.

Di tempat yang sama, Sekretaris ‎Jenderal Ikagi, Jacqueline Tuwanakotta mengungkapkan, Ikagi senang dan menyambut baik dengan keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erik Thohir pencopotan Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, dengan alasan selama menjabat banyak penyalahgunaan wewenang jabatan.

“ Kami merasa senang ketika Ari Askhara diturunkan, dicopot. Banyak karyawan yang bersyukur, bahagia, karena selama dia memimpin, banyak sekali kerusakan di PT Garuda Indonesia…” kata Jacqueline.

Jacqueline menuturkan Ari Askhara arogan saat menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia dalam menjatuhkan sanksi yang tidak jelas penyebabnya.

“ Contoh ketika kami lakukan kesalahan sedikit, langsung dipindahkan ke Papua. Kemudian kesalahan yang harusnya masuk dalam pembinaan, tiba-tiba di grounded…tidak boleh terbang. Kejadian itu banyak dan sering,” tuturnya.

Ari Askhara juga disebut mengeluarkan kebijakan yang merugikan karyawan, mengenai jam kerja yang melebihi batas seperti pada penerbangan Jakarta-Sidney yang dipaksa harus pulang pergi dalam satu hari. Padahal, seharusnya ada rentang waktu 3 sampai 4 hari.

“ Itu dampak tidak bagus kepada awak kabin, sudah ada 8 orang yang diopname karena sakit. Katanya itu masih masuk jam kerja dan terbang. Dalam aturan seharusnya tidak boleh abaikan yang namanya static risk management system, itu yang seharusnya tidak boleh diabaikan…” imbuhnya.

Dewi, salah satu pramugari yang telah mengabdi selama 9 tahun kepada awak media mengisahkan keinginanya bersama teman-teman lainya bertemu dengan Erick Thohir untuk melaporkan kejadian yang pernah dialaminya, dimutasi dari Base Jakarta ke Base Makassar tanpa sebab dan tanpa prosedur yang jelas.

Dewi dan teman-temanya ternyata diundang secara resmi oleh Kementerian BUMN, datang pukul 08.30 WIB dan dijadwalkan bertemu dengan Erick Thohir atau Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo pukul 09.30 WIB.

Dewi juga ingin mempertanyakan ketidakjelasan aturan terbang ke luar negeri yang biasanya dilakukan selama beberapa hari, kemudian hanya sehari atau pulang pergi yang membuat beban kerja sangat berat bagi awak kabin.

“ Saya akan cerita semua kepada bapak menteri saat di bawah kepemimpinan Pak Ari Askhara. Intinya semua yang kita lakukan hari ini adalah silaturahmi untuk kemajuan Garuda Indonesia. Kami minta ke Garuda dan Kementerian agar bersama membangun perusahaan ini dengan pemimpin berahlak dan moral baik…” tandasnya.

Usai bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir serta menyampaikan apresiasi atas keputusannya memberhentikan Ari Askhara dari Direktur Utama Garuda Indonesia, semua awak kabin tersenyum lega.

Dalam pertemuan tersebut, Erik Thohir menyapaikan empat hal yang harus dipatuhi awak kabin :
– Pertama, meminta awak ‎kabin untuk menjaga persatuan dan kesatuan antar awak kabin agar tidak terpecah belah.
– Ke dua, agar awak kabin menjalankan fungsi pramugara dan pramugari dalam melayani penumpang.
– Ke tiga, agar awak kabin mematuhi ketentuan perusahaan yang berlaku.
– Ke empat, Menteri Erick Thohir tidak ingin mendapatkan pemberitaan dan isu yang tidak bertanggung jawab.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed