oleh

PROFILE 9 WANTIMPRES JOKOWI

Jatengtime.com-Jakarta-Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jum’at (13/12/2019), pukul 14.50 WIB resmi melantik 9 tokoh nasional berdasarkan keahlian dibidangnya, mulai politikus, pengusaha, militer dan tokoh agama menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Berikut adalah profil dari 9 Wantimpres Jokowi :

  1. Habib Luthfi bin Yahya

Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (Habib Lutfi) , lahir 10 November 1947 di kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Habib Lutfi lahir dari rahim seorang ibu bernasab Syarifah (gelar untuk perempuan yang bernasab Rasulullah) yang bernama ibu Sayidah al- Karimah Syarifah Nur binti Sayyid Muhsin Maula Khilah dan ayah Habib Luthfi bernama al Habib al Hafidz Ali al Ghalib.

Habib Luthfi juga dikenal sebagai tokoh tarekat Qodliriyah wa Naqsyabandiyah.
Habib Luthfi dikenal sebagai ulama kharismatik yang selalu menjaga NKRI dalam setiap ceramahnya, hingga Pusat Studi Strategis Islami Kerajaan Jordania mencatat namanya dalam urutan ke-37 daftar 500 muslim paling berpengaruh di dunia, edisi Oktober 2018.

  1. Wiranto

Wiranto, lahir di Kota Yogyakarta, 4 April 1947, pernah menjabat Panglima TNI periode 1998-1999.
Setelah menjadi Purnawirawan TNI AD, Wiranto mendirikan partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan menjadi Ketum Hanura periode 2006-2010.
Mantan Panglima TNI ini pernah maju sebagai capres berpasangan dengan Salahuddin Wahid (Gus Solah, adik Gus Dur) pada Pilpres 2004, namun kalah.
Pada Pilpres 2009, Wiranto kembali maju sebagai cawapres mendampingi Jusuf Kalla, dan kembali kalah.
Karir politik Wiranto kembali berkibar saat ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menkopolhukam). pada Juli 2016.

  1. Sidarto Danusubroto

Sidarto Danusubroto, adalah seorang Purnawirawan Jenderal Polisi dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal (Irjen), lahir 11 Juni 1936, di Pandeglang, Banten.
Jabatan terakhirnya di Kepolisian adalah sebagai Kapolda Jawa Barat periode tahun 1988-1991.
Mulai merintis karier politik setelah menjadi Purnawirawan, dengan masuk mejadi politikus PDIP.
Karier gemilang Sidarto ketika terpilih menjadi Anggota DPR RI, periode 2009-2014, dan pada tahun 2013, Mantan Kapolda Banten ini terpilih menjadi Ketua MPR menggantikan Taufiq Kiemas.
Irjen (Purn) Polisi Sidarto ternyata adalah orang yang getol menyarankan presiden Jokowi agar membentuk sebelum para menteri kabinetnya terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi PPATK dan KPK.

  1. Agung Laksono

Agung Laksono, lahir pada 23 Maret 1949, di Semarang, dikenal sebagai politisi senior Partai Golkar.
Politisi Golkar ini, meniti karirnya dengan masuk Partai Golkar dan sempat menjadi anggota DPR 1999-2004, serta pernah menjabat Ketua DPR menggantikan Akbar Tandjung.
Dalam Munas Golkar tahun 2004, Agung Laksono terpilih menjadi Ketum DPP Golkar Dalam Munas Golkar tahun 2009, Agung lolos menjadi Wakil Ketum DPP Golkar.
Dalam Munas Golkar tahun 2019 ini, Agung terpilih menjadi Ketua Dewan Pakar Golkar.
Agung Laksono juga pernah dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) periode 2009-2004.

  1. Muhamad Mardiono

Tidak banyak informasi profile Muhammad Mardiono.
mardiono dikenal sebagai seorang pengusaha sekaligus politisi senior PPP.
Karier politik Mardiono yang cukup cemerlang pernah menjabat sebagai Ketua DPW PPP Provinisi Banten dan sempat menjabat sebagai Waketum PPP.

  1. 6. Arifin Panigoro

Arifin Panigoro lahir 14 Maret 1945, di Bandung, dikenal sebagai salah satu tokoh pengusaha minyak Indonesia.
Arifin yang alumni Teknik Elektro ITB tahun 1973, adalah pendiri pendiri PT Medco Energi Internasional Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas bumi.
Arifin mulai berkarier di dunia politik di partai PDI-P, terpilih menjadi anggota DPR tahun 2003-2004.
Namun, beliau yang juga dikenal di dunia olahraga sepak bola dan menjadi salah satu penggagas Liga Primer Indonesia (LPI) pada tahun 2005 keluar dari PDIP.

  1. Putri Kus Wisnu Wardani

Putri Kus Wisnu Wardani lahir pada 20 September 1959 di Solo, Jawa Tengah, ternyata adalah putri dari pendiri dan perintis perusahaan kosmetik yang terkenal, PT Mustika Ratu, Tbk, ibu Mooryati Soedibyo.
Putri sukses meraih gelar MBA dari National University, Inglewood, California, Amerika Serikat, pada 1990.
Putri meniti karier sebagai Direktur Utama PT Mustika Ratu, Tbk, mulai tahun 2011.
Generasi penerus ratu kosmetik Indonesia, ibu Mooryati Soedibyo ini dikenal selalu berinovasi dengan meluncurkan merek yang secara khusus ditujukan untuk segmen remaja putri dan putri milenial Indonesia.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan – Luar Biasa (RUPSLB), Juni 2019, Putri menduduki posisi Komisaris Utama.

  1. Dato’ Sri Tahir

Dato’ Sri Tahir, lahir 26 Maret 1952, di Surabaya, Jawa Timur, yang akrab dipanggil dengan nama Tahir, adalah seorang pengusaha dan filantropis di Indonesia.
Tahir adalah pemilik sekaligus pendiri perusahaan Mayapada Grup.
Grup Mayapada usaha yang memilki beberapa unit usaha, seperti Media, TV, Rumah Sakit hingga perbankan.
Majalah Forbes, menempatkan Tahir sebagai orang terkaya se-Indonesia ke 7, pada tahun 2019, dengan total kekayaan senilai 4,8 miliar dollar AS.

  1. Soekarwo

Soekarno, lahir pada 16 Juni 1950 di Madiun, , dikenal dengan sebutan Pakde Karwo adalah mantan Gubernur Jawa Timur.
Pakde Karwo sukses menyelesaikan kuliah S1 dan S2 di Fakultas Hukum Unair tahun 1979, kuliah S3 di Universitas Diponegoro (Undip).
Pakde Karwo meniti karier lewat jalur birokrat, dan sukses, menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendapatan, Surabaya Selatan, Kepala Subdinas Perbankan, Dinas Pendapatan Surabaya, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Tingkat I Jatim, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jatim dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur.
Tahun 2005, pakde juga sempat menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Jatim.
Menjajal ke dunia politik dengan bergabung bersama Partai Demokrat, hingga terpilih menjadi Gubernur Jatim selama dua periode, yakni periode 2009-2014 dan 2014-2019.
Pakde Karwo terakir menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Indonesia.

 

News Feed