oleh

DAPUR UMUM DAN KERJA KERAS SELURUH UNIT PMI DEMAK SUPLAI MAKANAN UNTUK RIBUAN PENGUNGSI

Jatengtime.com-Demak-Banjir akibat tanggul Sungai Tuntang di Dukuh Gobang, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, yang jebol selebar sekitar 13 meter, yang merendam ratusan rumah dan mengakibatkan sekitar 3.000 lebih warga harus mengungsi, pada hari Kamis tanggal 9 Januari 2020, tepat ketika Forkopimda melaksanakan Apel Siaga Bencana “ Jogo Kali “ di Simpang Enam Demak langsung di sikapi PMI Kabupaten Demak.

Seluruh pengurus, jajaran staf dan relawan usai melakukan evakuasi korban, langsung mengadakan rapat yang menghasilkan beberapa keputusan, antara lain :

Mendirikan Dapur Umum (DU) di depan markas PMI

Keputusan bersama seluruh pengurus, staf dan relawan untuk mendirikan Dapur Umum (DU) di depan markas PMI di dasari berbagai pertimbangan dan evaluasi yang pernah diadakan DU dalam musibah banjir tahun sebelumnya, yaitu :
– Dekat dengan akses pasar yang memasok bahan-bahan pokok untuk membuat masakan bagi para pengungsi. Apalagi musibah banjir kali ini diputuskan PMI menyuplai makanan siap santap bagi 3 ribuan pengungsi sehari 3 kali yang tersebar di beberapa titik pengungsian.
– Dekat dengan fasilitas-fasilitas penunjang lain yang dibutuhkan bagi anggota Sibat yang menjadi tenaga kusus andalan DU PMI Demak (Yang sudah berpengalaman diterjunkan di berbagai lokasi bencana di seluruh Indonesia) untuk menyajikan masakan seperti kebutuhan akan air bersih, listrik, penerangan, tempat memasak yang higienis, dan pengawasan yang ketat.
– Dekat dengan domisili relawan-relawan umum baik PMR, Pramuka, Osis, ibu-ibu PKK, utusan dari OPD yang membantu menyajikan bahan mentah dan membungkus masakan.

Menerjunkan unit-unit relawan dan armada untuk mensuplai makanan di lokasi bencana.

Selain menerjunkan unit relawan untuk proses evakuasi korban banjir, PMI Demak juga menerjunkan unit-unit relawan kusus yang terlatih, 2 motor Trail dan armada penunjang untuk menyuplai makanan untuk para pengungsi yang tersebar di beberapa titik pengungsian.

Dengan dibantu 1 armada mobil Pick Up dari Dinas Perkim Demak yang bertugas menyibak banjir ribuan bungkus nasi bungkus serta 2 unit armada dari Dishub, pengiriman makanan untuk para pengungsi 3 kali sehari dapat sampai di lokasi tepat waktu.

Tidak ketinggalan 6 armada dari klub Jeep Demak ikut membantu menyupali makanan di lokasi pengungsian yang sulit terjangkau karena faktor kedalaman air.

PMI bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dalam hal pengobatan, pengawasan kesehatan pengungsi.

PMI dan Pemkab Demak dalam hal ini Dinas Kesehatan ditempatkan di beberapa pos kesehatan dan siaga 24 jam di tempat pengungsian.

Tenaga kesehatan juga di tempatkan di Posko PMI bertugas mengawasi serta memantau mutu kesehatan makanan untuk para pengungsi yang di masak DU PMI, baik waktu bahan makanan di racik, di masak, dikemas hingga akan dikirim ke lokasi pengungsian sehingga semua makanan tersebut terjamin kualitas gizi, higienis dan kebersihanya.

Mengirim relawan untuk membantu proses memperbaiki tanggul yang jebol.

PMI Demak juga mengirim tim relawan dengan peralatan guna membantu proses perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol yang dilakukan oleh Din PU TARU, BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Jawa Tengah, TNI, Polri, warga desa Trimulyo dan relawan lain.

Tim ini juga bertugas membantu menyuplai makanan dan minuman yang disediakan untuk semua personil yang memperbaiki tanggul serta bertugas memberikan informasi setiap saat terkait perkembangan proses perbaikan tanggul ke Posko PMI.

 

News Feed