oleh

VIRUS CORONA DI CINA MEWABAH, TIM MEDIS KEWALAHAN DAN PANIK, OBAT AID’S SEDANG DICOBA

Jatengtime.com-Jakarta-Wabah virus Corona di Wuhan, China yang kali pertama ditemukan Desember 2019 dan memakan puluhan korban jiwa makin mengkawatirkan hingga merembet ke berbagai negara.

Pemerintah China sudah menutup 13 kota di Provinsi Hubei, termasuk Wuhan yang berimbas pada ribuan warga mengalami rasa ketakutan, ditambah kondisi kota (Wuhan) yang semakin mirip kota hantu.

Tenaga medis kelelahan dan panik.

Wabah Virus yang makin mengerikan dan menjadi sorotan dunia itu juga membuat panik para tenaga medis yang bekerja tak kenal lelah menolong para pasien yang terinfeksi.

Beberapa video amatir mengguncang di media sosial yang memperlihatkan para tenaga medis menjerit dan menangis histeris di tengah suasana mencekam ancaman virus corona.

Dalam rekaman video tersebut beberapa tenaga medis sudah kewalahan dan mengalami kelelahan karena menangani banyaknya pasien yang berdatangan ke rumah sakit.

Wabah virus Corona yang diyakini tergolong masih “ bersaudara “ dengan virus penyebab SARS serta MERS ini diketahui telah menyerang warga setidaknya 14 negara.

Pemerintah Tiongkok pun telah melakukan segala upaya untuk bisa menanggulangi penyebaran virus sekaligus menemukan obatnya dengan cepat.

Menggunakan obat anti Aids untuk para pasien Corona.

Dilansir dari Bloomberg, Senin (27/1/2020), Pemerintah China dikabarkan sedang menggunakan zat Lopinavir dan Ritonavir untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus Corona.

Lopinavir dan Ritonavir adalah komposisi dari obat untuk penderita HIV dengan nama “ Kaletra “ yang diproduksi “ AbbVie “.

Informasi dari Bloomberg ini dibenarkan oleh Komisi Kesehatan Tiongkok (NHC) di Beijing, China. NHC mengaku sampai saat ini belum bisa menemukan obat penangkal virus Corona yang efektif.

NHC disebut tengah mencoba merekomendasikan pasien untuk mengonsumsi dua tablet lopinavir dan ritonavir dua kali sehari.

“ Disamping Lopinavir dan Ritonavir, pasien juga disarankan mendapatkan satu dosis alpha-interpheron dengan nebulizer dua kali sehari…” kata pihak NHC.

Seorang pakar pernapasan, Wang Guangfa,yang terinfeksi virus Corona ketika memeriksa pasien di Wuhan, mengaku rela menjadi salah satu “ kelinci percobaan “ demi menemukan senyawa penangkal virus Corona.

Kepada wartawan China News Week, Wang Guangfa menyatakan bahwa dokternya merekomendasikannya meminum obat-obatan anti HIV sambil menunggu alternatif pengobatan lain ditemukan.

Media Global Times melaporkan Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit Tiongkok akan mulai mengembangkan vaksin untuk menanggulangi wabah virus Corona. Pengembangan pengobatan sementara dengan obat HIV bukanlah satu-satunya alternatif yang sedang dicoba dikembangkan pemerintah Tiongkok.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed