oleh

JOKOWI PERINTAHKAN 20 KEMENTERIAN EVAKUASI WNI DI WUHAN, 20 RUNAH SAKIT DISIAPKAN, KARANTINA 14 HARI DIBERLAKUKAN

Jatengtime.com-Jakarta-Presiden Indonesia Joko Widodo tidak tinggal diam dan menanggapi serius terkait wabah mematikan virus Corona yang terjadi di Wuhan Cina.

Walaupun tidak ada WNI yang dilaporkan terdeteksi virus corona, Presiden Jokowi melalui juru bicaranya Fadjroel Rachman, Jumat (31/1/2020), dalam Rapat Terbatas (Ratas) dengan tegas menginstruksikan 20 kementerian terkait untuk meningkatkan kemampuannya dalam merespon pencegahan dan mendeteksi wabah penyakit pandemik global melalui teknik nuklir, biologi, dan kimia.

“ Ratas terus dilakukan melalui koordinasi berdasarkan instruksi Presiden no 4 tahun 2019 tentang peningkatan kemampuan dalam mencegah mendeteksi dan merespon wabah penyakit pandemik global dan kedaruratan nuklir biologi dan kimia.” tambah Fadjroel.

Perintah tegas Presiden Jokowi untuk melindungi warganya ditujukan kepada kementerian terkait, antara lain :

– Memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengirimkan prajurit dengan kemampuan kusus dibidangnya untuk menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada pusat wabah Virus Corona, di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.
Adapun teknis proses evakuasi menggunakan tiga pesawat milik TNI jenis Hercules untuk sekali pemberangkatan, atau bisa menggunakan pesawat sipil namun membutuhkan lebih dari satu kali pemberangkatan.

– Memerintahkan Menteri Luar Negeri dan KBRI agar selalu berkoordinasi dengan WNI yang masih berada di Cina. Sebanyak 243 WNI dilaporkan berada di kota Xianing, Huangxi, Xiangian, Xian Provinsi Hubei dan 93 orang mahasiswa dan WNI masih berada di Kota Wuhan sesuai laporan dari Persatuan Pelajar Indonesia Tiongkok.

– Memerintahkan Kementerian Kesehatan agar memastikan warga negara Indonesia (WNI) yang akan dievakuasi dari Provinsi Hubei, Cina.
Sebelum naik pesawat, para penumpang (WNI) akan mendapat beberapa tahapan screening di Wuhan.
Di dalam pesawat, para penumpang disiapkan APD (Alat Pelindung Diri), disiapkan petugas kusus yang bertugas mengontrol kondisi para penumpang.
Kalau ada penumpang yang demam, atau panas, setibanya di tanah air langsung dirujuk ke rumah sakit.
Penumpang (yang tidak panas) sehat dan termasuk semua petugas akan dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari setibanya di Indonesia.
Petugas Kemenkes sudah siap untuk melakukan tindakan yang diperlukan untuk proses karantina dimanapun pesawat tersebut mendarat.
Kementerian Kesehatan RI telah menyiapkan sejumlah rumah sakit yang dilibatkan guna mengurangi risiko penyebaran virus corona.

News Feed