oleh

FAHIRA IDRIS SEBAR BERITA BOHONG CORONA, SEBAR BERITA BOHONG BERITA TAHUN 2015 DIBONGKAR NETIZEN

Jatengtime.com-Jakarta-Anggota DPD RI, Fahira Idris, terkesan ketakutan setelah cuitanya di twitter @fahiraidris ada 136 pasien corona heboh dunia maya dan dinilai nitizen sebagai penyebar berita bohong.

Cuitan seorang anggota DPD yang terhormat namun tanpa didasari dengan kajian ilmiah maupun data resmi dan sah, sempat berujung di Twitter tagar #TangkapFahiraIdris dan menjadi trending.

Mengetahui trending tagar #TangkapFahiraIdris, pemilik akun ini buru-buru menghapus jejak digital dengan cara menghapus cuitanya dan segera memberikan cuitan penjelasan pada Minggu (1/3/2020).

“ Assalamualaikum.wr.wb Ini penjelasan ttg Link Berita Online yg sdh di Ralat Judul Beritanya. Sy sempat posting di Twitter, link berita “dg judul yg belum di ralat”, kemarin sempat viral, sdh sy hapus & sy ganti dg link yg sdh di Ralat “.

Fahira berdalih bahwa dirinya yang ternyata hanya mengutip salah satu media online tersebut tidak menyebut adanya ditemukan pasien terjangkit corona, tapi dengan menyebut “ Terduga “.

“ Sejak kemarin isi beritanya adalah: TERDUGA ADA 136 Pasien Dalam Pengawasan (Suspect Corona), TIDAK PERNAH Media Online tsb/ saya menyebutkan ada ditemukan Pasien Corona…” kilahnya.

Fahira juga beralibi dengan “ mengajak “ semua pihak untuk berdoa agar tidak ada warga yang terjangkit virus corona.

“ Mari kta semua berdoa agar tidak ditemukan kasus virus corona di Indonesia dan Pemerintah diberikan kemudahan dan jalan untuk memformulasikan dan menyiapkan strategi menghalau virus corona tsb.. Al Faatihah “.

Akibat cuitanya menyebar kabar bohong terkait virus corona yang dinilai merugikan negara malah berujung rekam jejak Fahira Idris 15 juni 2015 silam (https://www.kaskus.co.id/thread/558e50fdde2cf20e2e8b4570/fahira-idris-terbebas-dari-tuntutan-hukum-pt-fim-ekatama/) yang juga berisi kabar bohong justru kembali diungkit oleh netizen.

Dalam salah satu alinea menarik dalam berita tersebut yang menarik adalah :
Fahira Idris menyampaikan informasi melalui akun twitternya @fahiraidris mengenai Masjid Al Futuwwah, Cipete Utara, Jakarta Selatan yang tertutup tembok tinggi. Ia menceritakan bahwa anak-anak dan orang tua perlu memanjat tembok setinggi dua meter untuk dapat mengakses masjid tersebut. Kondisi kepungan tembok ini oleh Fahira digambarkan layaknya kota Gaza di Israel.

Alinea berikutnya :
PT FIM membantah informasi tidak adanya akses jalan menuju tempat ibadah tersebut. PT FIM melalui kuasa hukumnya menjelaskan dan menunjukkan bukti-bukti lapangan atas kisah yang disampaikan oleh Fahira Idris.

Disusul alinea lain :
Melalui akun twitter @ridwanth, keponakan dari Ichsan Thalib Direktur PT FIM Ekatama ini menunjukkan foto-foto yang menggambarkan akses jalan menuju masjid dapat dilalui tidak hanya bagi pejalan kaki, namun juga bagi kendaraan bermotor roda dua. Dalam foto tersebut juga tampak bahwa akses jalan tidak seluruhnya ditutup dengan tembok, namun satu sisi hanya ditutup dengan pagar besi.

 

News Feed