oleh

CHAT MESRANYA BOCOR, SEKDA BONDOWOSO TUDUH INI PERMAINAN MAFIA

Jatengtime.com-Bondowoso-Karena chat mesranya dengan Hayu Henning Handayani, dokter gigi berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koesnadi Bondowoso bocor dan viral, Sekda Bondowoso Syaifullah panik dan berang.

Chat mesranya dengan bu dokter hayu yang berisi sampai 44 lembar ScreenShot (SS-Tangkapan layar) akirnya berujung pada Rabu (26/08/2020) sampai turun surat pembebasan tugas atau penonaktifan Syaifullah sebagai Sekda dari Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin atas perintah Gubernur Jawa Timur, Khofifah, untuk pemeriksaan pelanggaran disiplin berat.

Surat penonaktifan Syaifullah tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat yang pada Kamis (27/08/2020) menggantikan bupati yang sedang ada kegiatan dinas di Jakarta.

44 file PDF yang berisi tangkapan layar (screenshoot) pesan Chat antara Syaifullah dengan dokter gigi Hayu santer disebut dikirim dari nomor WA “ Misterius “ 0852 3052 6258 ke nomor WA sejumlah wartawan di Bondowoso.

Tak berselang lama setelah mengirim file ke wartawan, nomor misterius tersebut seketika tidak bisa lagi dihubungi.

Oleh karena itu, Syaifullah Kamis (27/08/20) sore menegaskan merasa ada skenario “ mafia “ untuk menjebak dirinya.

“ Tadi saya tanya ke dokter (Hayu), kata dia HP nya hilang. Sampai kayak begitu permainannya, makanya saya akan laporkan ke polisi. Siapa nanti tersangkanya. Mohon maaf, kalau saya pelajari, ini mafia luar biasa. HP nya sampai dicuri…” ungkapnya.

Syaifullah mengaku tidak memungkiri pernah bertemu drg Hayu di ruang kerjanya. Saat itu, drg Hayu HHH datang dengan ditemani teman perempuannya.

“ Memang (dr Hayu) pernah keruangan saya, cuma sebentar kok, paling dua menit. Dia bawa kue sebagai ucapan terima kasih, karena putusan pengadilan (putusan cerai) sudah selesai. Tetapi kue itu tidak saya bawa pulang. Saya ajak makan dengan teman-teman di kantor…” kilahnya.

Syaifullah menduga kedatangan dokter gigi Hayu ke ruang kerjanya telah diketahui dan dipelajari oleh pihak “ yang ingin menjatuhkan dirinya “.

Dia juga menghubungkan dengan pola serupa dengan beberapa kolega yang datang ke rumahnya.

“ Ada beberapa tokoh masyarakat yang sering ke rumah saya. Lalu pulangnya ditelepon orang tertentu untuk bertanya, apa saja yang diobrolkan dengan saya. Sampai segitunya. Karena tokoh masyarakat itu kemudian melapor ke saya, jadi saya tahu…” ungkapnya.

“ Ini kan permainan yang mudah dibaca. Siapa yang dekat dengan saya, lalu dijadikan alat, lalu ambil saja hp nya (dr Hayu)…” tuduhnya.

News Feed