oleh

KETUA KOMISI C DPRD TURUN LANGSUNG KE LOKASI BENCANA PUTING BELIUNG DESA KARANGSONO DEMAK

Jatengtime.com-Kabupaten Demak-Bencana alam hujan deras disertai angin Puting Beliung (Lesus), Selasa (23/2/2021) sekitar pukul 14.45 WIB melanda Desa Karangsono, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak langsung mendapat perhatian dari Forkopimda dan berbagai pihak terkait.

Amukan Puting Beliung ini mengakibatkan sedikitnya tercatat 181 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori 171 rumah rusak ringan hingga berat, 5 rumah roboh, ratusan pohon pohon tumbang serta kerusakan pada Jaringan PLN.

Seperti yang sama telah dilakukan beberapa waktu yang lalu, Ketua Komisi C DPRD Demak Tatiek Soelistijani yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPC PDI Perjuangan, ketua DPC Tiara Kusuma mengunjungi Panti Rehabilitasi Sosial Gangguan Jiwa dan ketergantungan Narkoba  (PRSGJDN) Maunatul Mubarok, Dukuh Lengkong, Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang seluruh fasilitasnya kebanjiran.

Kepedulian Tatiek Soelistijani yang pernah menjadi Atlit Dayung Putri Tingkat Nasional, kembali diuji. Dengan menggandeng Kresnabayu ketua organisasi kepemudaan Generasi Muda Merah Putih (GMMP) yang masih tercatat sebagai mahasiswa Unisula Semarang, Rabu (24/2/2021) siang turun langsung di tengah masyarakat yang menjadi korban bencana alam terjangan Angin Puting Beliung, Rabu (24/2/2021) siang.

Di lokasi bencana, Tatik yang juga dibantu teman-teman dari PAC PDI Perjuangan setempat meninjau langsung tiap rumah warga yang terdampak serta memberikan beberapa bantuan logistik.

Dalam kegiatan ini Tatik mendapatkan beberapa data terkait beberapa hal terdampak dari bencana alam yang sulit dipresiksi kapan terjadinya, antara lain :
– Perincian jumlah kerusakan ringan maupun berat :
1. Dukuh Krajan RW 02 :
* RT 05 : 1 rumah yang dihuni 1 KK (3 jiwa).
* RT 06 : 15 rumah yang dihuni 16 KK (49 jiwa).
* RT 07 : 26 rumah yang dihuni 30 KK (97 jiwa).
* RT 08 : 33 rumah yang dihuni 44 KK (141 jiwa).
* RT 10 : 39 rumah yang dihuni 44 KK (133 jiwa).
* RT 11 : 27 rumah yang dihuni 31 KK (87 jiwa).
* RT 12 : 26 rumah yang dibuni 29 KK (88 jiwa).

  1. Dukuh Ploso RW 3 :
    * RT 03 : 6 rumah yang dihuni 7 KK (24 jiwa).
    * RT 04 : 4 rumah yang dihuni 5 KK (14 jiwa).
    * RT 05 : 1 rumah yang dihuni 2 KK (6 jiwa).
    * RT 06 : 3 rumah 3 KK (11 jiwa).
  2. 14 Linggan (Tempat Pembakaran Batu Bata)
  3. 3 buah toko.

Jumlah pengungsi tercatat :
– Di Balai Desa Karangsono, 4 KK, 12 jiwa.
– Di gedung Sekolah TK Mekar Sari 2, 17 KK, 33 jiwa.

Kepada wartawan Tatik menyatakan Pemkab Demak saat ini belum ada regulasi dan anggaran terkait perbaikan kerusakan pasca bencana. Anggaran untuk bencana memang belum bisa 100 % mencukupi buat membangun kembali rumah dan tempat usaha warga yang rusak baik ringan, berat maupun roboh.

“ Dengan estimasi tiap rumah warga membutuhkan seribu genteng, jika dikalikan jumlah rumah dan tempat usaha warga dibutuhkan paling tidak dibutuhkan 198 ribu genteng. Dinas terkait yang ditunjuk membidangi masalah darurat bencana ini belum mampu mengcoversemua kerusakan tersebut dikarenakan saat ini belum ada anggaran dan regulasinya. Namun demikian Pemkab Demak akan tetap berusaha semaksimal mungkin rumah warga akan dibenahi…” kata Tatik.

Tatiek juga berharap kedepan Pemkab Demak dengan Bupati terpilih mbak Eisti dengan DPRD agar bersama-sama membuat regulasi dan penganggaran program-program terkait pasca bencana alam yang setiap saat dapat terjadi untuk meringankan beban penderitaan masyarakat.

“ Kedepan saya berharap kepada Bupati Terpilih, yakni Mbak Eisti agar bersama DPRD membuat regulasi dan penganggaran program-program terkait pasca bencana alam yang setiap saat dapat terjadi dengan mengutamakan bernagai program-program yang pro rakyat, terlebih kepada Wong Cilik…” pungkasnya.

 

News Feed