oleh

ANCAMAN BUPATI ITI SANTET MOELDOKO, DIKECAM BANYAK PIHAK TERMASUK DPRD LEBAK

Jatengtime.com-Jakarta-Ancaman Ketua DPD yang juga menjabat sebagai Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya yang akan mengirim santet banten, ngajak berkelahi dan siap tempur kepada Ketum Demokrat hasil KLB Jenderal (Purn) TNI Dr. H. Moeldoko, S.I.P mendapat berbagai kecaman.

Ancaman yang dinilai tidak pantas diucapkan seorang bupati apalagi seorang muslimah, yaitu :
– “ Kalau pun kami harus turun berdemo, kami siap. Santet Banten akan dikirim untuk KSP Moeldoko…” tegas Iti.
–  “Aing hewa ka si eta (saya benci sama dia). Lamun aya ka dieu, bener weh, diajak gelut ku aing (kalau ada ke sini, bener aja saya ajak berantem),”
– “ Jenderal, kami siap tempur,”

Pernyataan Iti tersebut juga dinilai Ketua Fraksi PPP DPRD Lebak, Musa Weliansyah sebagai sebuah kemusyrikan serta telah mencederai warga Banten yang mayoritas muslim dan memiliki banyak ulama.

“ Pernyataan itu tidak pantas walau dalam keadaan emosi akibat konflik di Partainya dan Iti selaku ketua Demokrat Banten, apapun alasanya sebagai seorang kepala daerah harusnya bisa meluapkan emosi dengan kata-kata bijak bukan dengan kalimat kemusyrikan…” tegas Musa.

Pernyataan justru dituding seolah-olah Bupati Iti memiliki santet dan mengetahui bahwa dukun santet ada di Banten. Padahal Propinsi Banten memiliki banyak ulama kharismatik serta generasi santri-santri muda.

“ Banten memiliki ulama-ulama kharismatik yang berada hampir di seluruh wilayah kabupaten dan kota. Banten juga memiliki potensi generasi muda yang notabene santri…” ungkapnya.

Kebiasaan Bupati Iti marah-marah dinilai Musa hanya mencari sensasi. Musa menyarankan agar bupati lebih santun sebagai pejabat dan mengimplementasikan ketegasan bukan hanya sebatas marah-marah.

“ Banyak pekerjaan infrastruktur yang bermasalah di Lebak saya belum melihat ketegasan yang serius dari ibu bupati ini, program sosial penanganan fakir miskin bermasalah kesannya bupati biasa-biasa saja…” imbuhnya.

Bupati Iti diminta introspeksi diri dan mengendalikan emosi. Tetap tegas dan keras namun tetap sopan, cerdas dan santun.

“ Pernyataan Bupati Iti soal santet sangat kontradiktif dengan masyarakat Banten yang religius…” pungkasnya.