oleh

PERNYATAAN LENGKAP KAPOLRI TERKAIT BOM BUNUH DIRI DI GEREJA KATEDRAL MAKASAR

Jatengtime.com-Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit menyampaikan pernyataan resmi terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makasar yang menewaskan 2 orang terduga pelaku (Pasangan suami istri Muh Lukman HS dan Yogi Sahfitri Fortuna) dan melukai 20 jemaat gereja.

Terduga pelaku bom bunuh diri (Pengantin) waktu melakukan aksinya mengendarai sepeda motor matic bernomor polisi DD 5984 MD di Gereja Katedral, Makassar dimakamkan satu liang lahat pukul 18.30 WITA, di Pemakaman Umum di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dengan dikawal ketat aparat Kepolisian dan disertai hujan.

Muh Lukman HS santer disebut sempat meninggalkan surat wasiat kepada orang tuanya yang isinya berpamitan dan siap untuk mati sahid.

Pasca bom bunuh diri Gerja Makasar ini, Tim Satgas Densus 88 telah menangkap dan mengamankan tersangka dengan identitas ZA, AH, AJ, dan BS dari NTB, Bekasi dan Jakarta serta berhasil mengamankan 5 bom toples aktif jenis TATP (Triaceton Triperoxide) yang terkenal dengan julukan “ Mother Of Satan “ dengan berat 3,5 kilogram dengan daya ledak tinggi (High Explosive).

Berikut ini pernyataan lengkap Kapolri Listyo:

Sore hari ini saya akan menyampaikan update terkait dengan perkembangan pasca kejadian bom yang terjadi di gereja katedral kemarin hari Minggu pukul 10.25 WIB.

Dari perkembangan identifikasi dan pos Inafis jadi hari ini kita pastikan bahwa terkait dengan identitas pelaku berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh Inafis dan juga pengecekan DNA yang dilaksanakan oleh Labfor maka identik bahwa pelaku yang laki-laki betul bernama saudara L dan ini sudah kita cocokkan dengan keluarganya, sedangkan yang perempuan adalah saudara YSF. Yang perempuan ini adalah istri saudara L dan sudah kita identifikasi identik dengan sidik jari yang kita dapatkan.

Yang perlu kita informasikan bahwa saudara L ini sempat meninggalkan surat wasiat kepada orang tuanya yang isinya mengatakan bahwa yang bersangkutan berpamitan dan siap untuk mati sahid. Kemudian saudara L dan saudara Y ini beberapa bulan yang lalu tepatnya 6 bulan dinikahkan oleh Risaldi yang beberapa waktu lalu telah ditangkap di bulan Januari. Risaldi dan Zulfikar ini adalah kelompok JAD yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa pengeboman di gereja Katedral Jolo di Filipina pada tahun 2018.

Kemudian perkembangan dari peristiwa yang terjadi kemarin maka sampai dengan hari ini kita sudah mengamankan 4 orang tersangka, yaitu AS, SAS, MR dan AA dimana masing masing perannya bersama-sama dengan L dan YSF mereka ada dalam satu kelompok kajian Villa Mutiara dimana masing masing memiliki peran untuk memberikan doktrin, kemudian mempersiapkan rencana untuk jihad dan juga berperan membeli bahan yang akan digunakan sebagai alat untuk melakukan bom bunuh diri.

Kemudian di saat yang bersamaan juga saat ini Tim Satgas Densus yang ada di Jakarta telah mengamankan 4 orang dengan identitas ZA, HH, AJ dan BS. Dimana dari hasil penangkapan kemudian dilakukan penggeledahan di wilayah Bekasi dan juga Condet kita temukan 5 bom aktif jenis bom sumbu yang siap digunakan, kemudian 5 toples besar yang di dalamnya berisi aseton, kemudian H2O2, HCL, Sulfur dan Plasfolder, serta termometer, yang bahan bahan ini akan diolah menjadi bahan peledak dan jumlahnya kurang lebih 4 kilo. Kemudian ditemukan bahan peledak yang sudah jadi jenis TATP dengan jumlah 1,5 kilo.

Saat ini mereka sudah kita amankan dan perannya masing-masing ada yang membeli bahan, kemudian ada yang mengajarkan, kemudian ada juga yang membuat Handak dan yang siap menggunakan bahan tersebut. Jadi saat ini Tim Satgaswil Jakarta terus melakukan pengembangan untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku-pelaku lain.

Kemudian hari ini juga terkait dengan kelompok JAD yang kemarin sudah kita amankan, hari ini bertambah 1 orang sehingga total 5 pelaku teroris dari kelompok JAD yang ada di NTB saat ini sudah kita amankan. Saat ini terus kita kembangkan dan mudah mudahan dalam waktu cepat rekan-rekan bisa segera mengamankan.

Dengan demikian sampai dengan hari ini, baik di Makassar, di Jakarta, dan di Bima, kita terus melakukan upaya upaya penangkapan dan pengembangan lebih lanjut. Oleh karena itu sekali lagi saya informasikan dan saya imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang tidak usah panik seperti kita sampaikan terkait masalah teroris itu tugas kami untuk mengusut tuntas.

Kemudian saya informasikan juga terkait dengan korban yang luka yang ada di Makassar, saat ini 13 ada di RS Bhayangkara, 2 di RS Siloam, dan 4 saat ini telah melaksanakan rawat jalan. Kemudian kondisi dari 13 yang ada di RS Bhayangkara saat ini Saudara Kosmos sudah dirawat di ruang rawat biasa. 2 orang masih di ICU namun telah dilaksanakan operasi luka bakar tinggal menunggu pemulihan, semuanya oleh dibiayai negara. Oleh karena itu dalam kesempatan ini tentunya nanti akan dilakukan langkah-langkah, kami tetap mengimbau untuk ke depan terkait dengan adanya isu isu dan upaya pencegahan akan kita kuatkan sehingga masyarakat tidak mudah terpapar dengan doktrin doktrin terorisme. Hari ini ada Ketua BNPT, kemudian kita juga sudah koordinasi dengan Kementerian Agama, koordinasi dengan ormas kepemudaan dan ormas agama untuk sama sama kita melakukan kerjasama dalam rangka melakukan upaya upaya pencegahan agar jangan sampai doktrin terkait terorisme ini berkembang.

 

News Feed