oleh

DIDUGA “ GAK KUAT NANJAK “, KAKEK “ SUGIONO “ MENINGGAL DALAM PELUKAN PSK

Jatengtime.com-Demak-Diduga “ Gak Kuat Nanjak ”, kakek “ Sugiono ” (nama samaran-Red) umur 65 tahun, warga Desa Tambakroto, Kecamatan Sayung, meninggal dunia usai “ menanjaki “ SH (40) seorang PSK di semak-semak area persawahan sekitar gudang semen (Ganepo) Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, semalam, Kamis (29/07/2021).

Saat dimintai keterangan saksi menuturkan, dirinya sudah janjian dengan Kakek Sugiono, akan melakukan “ aksi tanjakan bersama-sama ”.

Sekitar pukul 20.00 WIB kakek Sugiono mengenakan baju koko warna coklat bermotif kembang, bersarung putih kotak dan berkopyah menepati janji bertemu dengan SH di depan gudang semen. Usai terjadi kata sepakat tarif menanjak, meraka bergegas menuju semak-semak.

Setelah kakek Sugiono puas melakukan aksi tanjakan diatas terpal plastik warna biru, kemudian mengenakan baju. Tiba-tiba kakek Sugiono jatuh tersungkur dengan posisi telungkup disertai suara mendengkur dengan  nafas tersengal-sengal.

“ Setelah kami “ selesai ”, dia (kakek Sugiono) memakai baju. Kemudian (kakek Sugiono) jatuh di depan saya, nafasnya tersengal-sengal dan mendengkur. Saya takut dan panik, lalu saya meminta tolong kepada suami saya Str (53) yang menunggu di gudang semen…” ungkap SH.

Mendapat laporan istrinya (SH) Str mengajak salah seorang warga yang berada di angkringan dekat gudang semen tersebut dan bergegas melihat kondisi kakek Sugiono.

Sampai di lokasi, mereka lantas membalikkan tubuh kakek Sugiono, dan ternyata sudah dalam keadaan tidak bernafas.

Para saksi segera melapor ke Polsek Mranggen dan Koramil 12/Mranggen yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Anggota piket Koramil 12/Mranggen Kodim 0716/Demak Sertu Sucipto dan anggota Polsek Mranggen dibantu warga tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi awal dan melakukan membawa jenazah ke Rumah Sakit Pelita Anugerah Mranggen untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah melakukan pemeriksaan, dr. Maria Yesica, petugas Rumah Sakit Pelita Anugerah Mranggen menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban, diduga menginggal dunia karena serangan jantung.

“ Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban kuat dugaan karena serangan jantung. Ini bisa karena korban sebelumnya mengkonsumsi obat kuat atau sejenisnya. Untuk keterangan lebih detailnya, kita tunggu saja keterangan dari pihak Polsek Mranggen…” kata Maria.