oleh

HASIL LAUT DAN POHON CEMARA UDANG JADI PERHATIAN KADIN PU TARU DEMAK

Jatengtime.com-Demak-Kegiatan tanam 2 ribu mangrove yang dilakukan Kolaborasi antar Perangkat Daerah Sekabupaten Demak yang dilakukan pada Jum’at (13/5/2022) pukul 08.00 WIB sampai selesai di Dukuh Bedono, Desa Bedono Kecamatan Sayung mengungkap sebuah fakta tersembunyi.

Fakta tersembunyi tersebut diam-diam berhasil diamati Kadin PU TARU Akhmad Sugiharto, S.T., M.T yaitu potensi tangkapan hasil laut dan kesuburan pohon Cemara udang ( Casuarina Equisetidolia ) yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian andalan warga desa Bedono.

Tangkapan hasil laut dan tambak mulai tampak setelah banyak dilakukan penanaman mangrove. Di kiri kanan jalan desa tampak tumbuh subur pohon Cemara udang.

Kepala Desa Bedono, H. Agus Salim membenarkan bahwa tangkapan hasil laut merupakan salah satu sumber penghasilan andalan warga desanya yang sebagian besar sebagai nelayan dan petambak. Namun setelah terjadi gelombang laut dan rob, tangkapan nelayan dan petambak jauh berkurang.

“ Setelah terjadi gelombang laut dan rob selama kurun waktu beberapa tahun ini, hasil tangkapan kami sebagai nelayan berkurang. Namun setelah ada program penanaman mangrove yang gencar diakukan pemerintah, tangkapan laut dan tambak berangsur terlihat lagi…” kata Agus.

Kadin PU TARU Akhmad Sugiharto, S.T., M.T yang ternyata juga menjabat sebagai Ketua PPBI ( Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia ) Cabang Demak melihat deretan pohon cemara udang yang tumbuh subur bisa dijadikan alternatif mata pencaharian lain bagi warga desa Bedono, yaitu dibuat menjadi sebuah bonsai, bonsai taman.

Dari pengalaman sebagai salah satu penggemar bonsai kawakan Demak, Ketua PPBI Cabang Demak ini menilai cemara udang alkan bernilai ekonomi tinggi jika dibuat menjadi sebuah bonsai atau bonsai taman.

“ Saya melihat cemara udang disini yang tumbuh subur dapat dikadikan potensi ekonomi bagi warga. Dengan cara cemara udang disini dijadikan sebuah bonsai atau bonsai taman. Caranya dengan teknik cangkok atau semai biji….” kata Sugiharto.

Kepala desa minta Kadin PU TARU adakan pelatihan membuat bonsai di desanya.

“ Pasar cemara udang di Indonesia sangat bagus bila dilakukan dengan sunguh-sungguh dan kesabaran yang tinggi karena membuat bonsai butuh waktu yang cukup lama. Dari budidaya bibit saja potensi cemara udang dapat kita dapat lho…” imbuhnya.

Gayung bersambut, mendengar pemaparan ketua PPBI Demak, Kepala Desa Bedono, H. Agus Salim langsung merespon dengan meminta agar diadakan pelatihan tentang budidaya dan membuat bonsai yang diadakan didesanya.

“ Jujur kami warga desa Bedono baru tahu bahwa cemara yang kami tanam tersebut ternyata mempunyai nilai ekonomi dengan cara dibuat bonsai. Monggo pak Sugiharto, sekiranya berkenan kami mohon diadakan pelatihan agar kami warga Bedono bisa memanfaatkan pohon cemara udang itu menjadi salah satu andalan perekonomian warga…” pintanya.

Pria pemilik usaha bonsai dengan label ” Asmara Bonsai Demak “ yang sudah malang melintang mengikuti berbagai event pameran bonsai berskala nasional ini  juga menambahkan manfaat lain pohon yang selama ini belum diketahui berbagai manfaatnya ini.

Cemara udang mampu tumbuh rimbun di tepi pantai, seperti di pantai Lombang, yang berada di 30 kilometer sebelah timur Kota Sumenep, di sepanjang pesisir Kenjeran, kawasan Bulak dan seputar Jembatan Suramadu merupakan tanaman dengan banyak manfaat seperti mampu menahan tiupan angin kencang ( Windbarrier ), hempasan gelombang laut, dan terpaan pasir yang bergulung di sepanjang pantai.

Cemara udang juga jadi tinggal satwa yang sangat peka dengan mitigasi tsunami. Perpindahan satwa dari cemara udang bisa menjadi isyarat alami bagi manusia bahwa akan terjadi tsunami.

Cemara udang adalah jenis tanaman khas pantai yang potensial untuk rehabilitasi lahan dan konservasi tanah (RLKT) pantai berpasir karena mampu mengikat nitrogen alami ini juga mampu memperbaiki vegetasi di seputar pantai. ( David ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed